Dubes Indonesia untuk Iran Pastikan 329 WNI Aman dan Tidak Ada Ancaman Langsung di Tengah Gempuran Rudal
- Abdul Gani Siregar-tvOne
“Adapun asesmen mengenai keamanan di Iran akan tetap dilakukan KBRI Teheran dan berkoordinasi dengan kantor Kemlu di Jakarta. Update selanjutnya akan diberikan secara berkala melalui Kemlu, khususnya jubir Kemlu,” ujarnya.
Sementara itu, situasi di Iran dilaporkan memburuk setelah serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.
Palang Merah Iran (IRCS) mencatat sedikitnya 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.
“Sejauh ini 747 orang luka-luka dan 201 orang meninggal,” kata organisasi tersebut seperti dikutip kantor berita Mehr.
Tim penyelamat Iran melaporkan serangan terjadi di 24 dari 31 provinsi di negara itu.
Pada Sabtu (28/2/2026) pagi, Kementerian Pertahanan Israel menyatakan telah meluncurkan serangan terhadap Iran dan menetapkan status darurat di seluruh wilayahnya.
Tak lama berselang, Amerika Serikat juga melakukan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran dari udara dan laut.
Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi peluncuran gelombang pertama serangan roket ke Israel.
Iran juga meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel serta menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Konflik yang terus berkembang ini membuat situasi kawasan semakin tegang, sementara KBRI Teheran memastikan komunikasi dan perlindungan bagi WNI tetap menjadi prioritas utama. (agr/nsi)
Load more