GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Perawat Bedah dalam Ruang Operasi Jalani Puasa Ramadhan di Tanah Rantau: Tahan Makan saat Ada Tindakan-Jauh dari Keluarga

Bertahan hidup sebagai seorang pekerja di tanah perantauan tidaklah mudah. Terutama saat menjalani ibadah bulan puasa yang juga jauh dari keluarga. 
Senin, 2 Maret 2026 - 08:17 WIB
Nadya Dwi saat sedang bekerja di ruang operasi
Sumber :
  • Nadya Dwi

Jakarta, tvOnenews.com - Bertahan hidup sebagai seorang pekerja di tanah perantauan tidaklah mudah. Terutama saat menjalani ibadah bulan puasa yang juga jauh dari keluarga. 

Salah satunya, yaitu Nadya Dwi (26) wanita asal Kediri, Jawa Timur, yang bekerja sebagai perawat bedah dalam ruang operasi di salah satu rumah sakit swasta di wilayah Jakarta Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anak kedua dari dua bersaudara ini menceritakan pengalaman pribadinya sebagai perawat di ruang operasi yang sudah berjalan sekitar dua tahun.

“Iya aku Nadya Dwi. Sekarang bekerja sebagai perawat bedah di ruang operasi salah satu rumah sakit swasta di Jakarta Selatan. Jadi perawat di ruang operasi itu sudah berlangsung kurang lebih dua tahun, dari 2023 akhir sampai sekarang,” kata Nadya kepada tvOnenews.com, Senin (2/3/2026).

Menjadi seorang perawat di ruangan tersebut, menurut Nadya, memiliki waktu kerja yang tidak menentu. Terlebih saat adanya pasien yang hendak melakukan operasi dadakan.

“Kerja itu ada shift-nya. Kalau masuk pagi itu dari jam 07.00 WIB, kalau siang itu dari jam 14.00 WIB. Ada lembur itu pas dinas siang sampai jam 00.00 WIB, bahkan sampai  jam 01.00 WIB atau dini hari tergantung operasinya,” ungkap Nadya.

“Biasanya yang lembur ada bedah ortopedi, ada sesar kalau operasinya mendadak atau enggak bedah. Kalau misalnya dari dinas sore belum selesai biasanya dilanjut sampai selesai,“ sambungnya.

Saat menjalani puasa di bulan Ramadhan, Nadya mengaku saat tiba waktu berbuka dan ada pasien yang sedang dilakukan operasi, maka dirinya bersama dokter hingga perawat yang lain hanya membatalkan menggunakan minuman saja dan makannya setelah operasi selesai.

“Kalau puasa tuh alhamdulillah dua tahun selama puasa itu masuk siang terus ya. Jadi paginya kita bisa istirahat habis sahur. Terus kita jadi pas operasi ibaratnya kalau operasi dari jam 2 sampai jam 4, jam 5 itu kan hitung-hitung kita ngabuburit juga,” ujar Nadya.

“Terus habis itu pas waktunya buka puasa kita itu sistemnya gantian. Gantiannya itu dalam artian kayak kita batalin dulu habis itu kalau misalnya masih ada operasi berlangsung ya sudah kita tahan buat makan besarnya itu setelah operasi selesai. Kalau misalnya enggak ada operasi ya sudah kita ngejalanin buka puasa biasa,“ lanjutnya.

Selain itu, Nadya mengatakan hal terberat dari puasa yang dijalaninya sebagai perantau, yaitu jauh dari keluarga.

Yang biasanya sahur dan berbuka puasa dilakukan bersama ibu dan kakaknya, saat ini dirinya hanya menjalani seorang diri di indekosnya.

“Ya kalau soal hal yang terberat paling itu jauh dari keluarga, jauh dari orang tua. Terus setiap Ramadhan menjalaninya sendiri, sahur juga sendiri. Biasanya pas lagi kangen ibu itu langsung telepon, video call. Apalagi Lebaran ini enggak pulang kampung karena enggak dapat tiket, terus juga enggak dapat cuti,” terang Nadya.

Meskipun Ramadhan tahun ini terasa berat, Nadya tetap bahagia dan bangga dengan profesinya yang dapat membantu pasien untuk menempuh jalan kesembuhannya.

Bahkan, dirinya yang dahulu menyebut tidak ada keinginan menjadi seorang perawat saat ini merasa beruntung dengan pilihannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Terjun ke rumah sakit, kerja di rumah sakit itu dari 2022. Awalnya masuk kerja ditempatin di ruang ICU, ruang rawat inap dan terakhir ini di ruang operasi. Awalnya enggak mau jadi perawat, maunya jadi orang farmasi. Ternyata enggak masuk yang di farmasi karena saya lulusan SMA dari IPS. Sekarang pas sudah terjun enggak ada penyesalan sama sekali. Saya malah bangga bisa bantu pasien sembuh. Apalagi kalau pasien sudah sembuh dan ketemu lagi sama keluarganya. Wajah senangnya itu buat saya senang juga,” ucap Nadya.

“Selain itu bangganya itu ibaratnya kalau lulusan S1 yang lain itu kan nyari kerja cuma cukup sampai umur paling mentok tuh 25 sampai 28 tahun. Kalau misalnya di perawat itu sampai umur 35-40 tahun itu masih bisa buat ngelamar kerja. Apalagi kalau ngambil S2 Manajemen Keperawatan itu masih bisa walaupun sampai sudah tua,” tuturnya. (ars/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gus Ipang: Dakwah Harus Mampu Hadir di Ruang Digital

Gus Ipang: Dakwah Harus Mampu Hadir di Ruang Digital

Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat dinilai telah mengubah wajah dakwah dan komunikasi publik secara total.
Duh! Al Nassr Gagal Bantai Gamba Osaka di Final ACL Two 2025/2026, Ronaldo Lagi-lagi Harus Pulang Tangan Kosong

Duh! Al Nassr Gagal Bantai Gamba Osaka di Final ACL Two 2025/2026, Ronaldo Lagi-lagi Harus Pulang Tangan Kosong

Di depan pendukungnya sendiri, Al Nassr dipaksa menyerah kalah dengan skor tipis 0-1 dari wakil asal Jepang, Gamba Osaka dalam laga final ACL Two 2025/2026.
Upaya Ringankan Beban Ekonomi Masyarakat, PSI Banten Gelar Sunatan Massal di Kota Tangerang

Upaya Ringankan Beban Ekonomi Masyarakat, PSI Banten Gelar Sunatan Massal di Kota Tangerang

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Banten terus menggenjot kegiatan sosial bagi masyarakat.
BLU Lakukan Sosialisasi ke Masyarakat Lewat Ajang Lari di GBK

BLU Lakukan Sosialisasi ke Masyarakat Lewat Ajang Lari di GBK

Olahraga lari kini menjadi bagian gaya hidup sehat masyarakat urban seperti di Ibu Kota Jakarta.
Berkunjung ke Rumah Ashanty, Kebiasaan Gubernur Sherly Tjoanda saat Lihat Makanan Bikin Warganet Gemas

Berkunjung ke Rumah Ashanty, Kebiasaan Gubernur Sherly Tjoanda saat Lihat Makanan Bikin Warganet Gemas

Kebiasaan Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos membuat warganet ngakak saat melihat makanan di rumah penyanyi Ashanty, istri Anang Hermansyah.
IKN Batal Jadi Ibu Kota Negara, Eks Gubernur Jakarta Beri Komentar Menohok

IKN Batal Jadi Ibu Kota Negara, Eks Gubernur Jakarta Beri Komentar Menohok

Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan Jakarta masih menjadi Ibu Kota Negara.

Trending

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Seorang pria berisinial DM meregang nyawa usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban disebutkan dilempar dari lantai dua tempat hiburan dan billiard.
Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Ayah sempat khawatir dengan kebiasaan belajar yang begitu giat dari Ocha atau Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontiana yang viral usai ikut LCC 4 Pilar MPR RI.
ONE OK ROCK Sukses Gelar Konser di Jakarta, Taka Curhat Soal Beban yang Dialaminya di Awal Tur

ONE OK ROCK Sukses Gelar Konser di Jakarta, Taka Curhat Soal Beban yang Dialaminya di Awal Tur

Grup asal Jepang, ONE OK ROCK sukses menggelar konser di Jakarta bertajum ONE OK ROCK Detox Asia Tour 2026.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kesal Bukan Main Setelah Ketua OSIS SMA di Ternate Ketahuan Tak Jujur: Angkat Mic dari Dia

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kesal Bukan Main Setelah Ketua OSIS SMA di Ternate Ketahuan Tak Jujur: Angkat Mic dari Dia

Sherly Tjoanda tampak kesal ketika tahu ketua OSIS SMA di Ternate tidak jujur saat ditanya Gubernur Malut mengenai kekurangan fasilitas yang ada di sekolahnya.
Duh! Al Nassr Gagal Bantai Gamba Osaka di Final ACL Two 2025/2026, Ronaldo Lagi-lagi Harus Pulang Tangan Kosong

Duh! Al Nassr Gagal Bantai Gamba Osaka di Final ACL Two 2025/2026, Ronaldo Lagi-lagi Harus Pulang Tangan Kosong

Di depan pendukungnya sendiri, Al Nassr dipaksa menyerah kalah dengan skor tipis 0-1 dari wakil asal Jepang, Gamba Osaka dalam laga final ACL Two 2025/2026.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Ungkap Perasaannya usai Diterima Suku Pedalaman: Ini Pertama Kali Aku Ketemu

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Ungkap Perasaannya usai Diterima Suku Pedalaman: Ini Pertama Kali Aku Ketemu

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos mengaku bahagia kunjungan dan penawaran pembangunan mudah diterima baik oleh masyarakat adat Suku Togutil.
Selengkapnya

Viral