Kisah Perawat Bedah dalam Ruang Operasi Jalani Puasa Ramadhan di Tanah Rantau: Tahan Makan saat Ada Tindakan-Jauh dari Keluarga
- Nadya Dwi
Jakarta, tvOnenews.com - Bertahan hidup sebagai seorang pekerja di tanah perantauan tidaklah mudah. Terutama saat menjalani ibadah bulan puasa yang juga jauh dari keluarga.
Salah satunya, yaitu Nadya Dwi (26) wanita asal Kediri, Jawa Timur, yang bekerja sebagai perawat bedah dalam ruang operasi di salah satu rumah sakit swasta di wilayah Jakarta Selatan.
Anak kedua dari dua bersaudara ini menceritakan pengalaman pribadinya sebagai perawat di ruang operasi yang sudah berjalan sekitar dua tahun.
“Iya aku Nadya Dwi. Sekarang bekerja sebagai perawat bedah di ruang operasi salah satu rumah sakit swasta di Jakarta Selatan. Jadi perawat di ruang operasi itu sudah berlangsung kurang lebih dua tahun, dari 2023 akhir sampai sekarang,” kata Nadya kepada tvOnenews.com, Senin (2/3/2026).
Menjadi seorang perawat di ruangan tersebut, menurut Nadya, memiliki waktu kerja yang tidak menentu. Terlebih saat adanya pasien yang hendak melakukan operasi dadakan.
“Kerja itu ada shift-nya. Kalau masuk pagi itu dari jam 07.00 WIB, kalau siang itu dari jam 14.00 WIB. Ada lembur itu pas dinas siang sampai jam 00.00 WIB, bahkan sampai jam 01.00 WIB atau dini hari tergantung operasinya,” ungkap Nadya.
“Biasanya yang lembur ada bedah ortopedi, ada sesar kalau operasinya mendadak atau enggak bedah. Kalau misalnya dari dinas sore belum selesai biasanya dilanjut sampai selesai,“ sambungnya.
Saat menjalani puasa di bulan Ramadhan, Nadya mengaku saat tiba waktu berbuka dan ada pasien yang sedang dilakukan operasi, maka dirinya bersama dokter hingga perawat yang lain hanya membatalkan menggunakan minuman saja dan makannya setelah operasi selesai.
“Kalau puasa tuh alhamdulillah dua tahun selama puasa itu masuk siang terus ya. Jadi paginya kita bisa istirahat habis sahur. Terus kita jadi pas operasi ibaratnya kalau operasi dari jam 2 sampai jam 4, jam 5 itu kan hitung-hitung kita ngabuburit juga,” ujar Nadya.
“Terus habis itu pas waktunya buka puasa kita itu sistemnya gantian. Gantiannya itu dalam artian kayak kita batalin dulu habis itu kalau misalnya masih ada operasi berlangsung ya sudah kita tahan buat makan besarnya itu setelah operasi selesai. Kalau misalnya enggak ada operasi ya sudah kita ngejalanin buka puasa biasa,“ lanjutnya.
Selain itu, Nadya mengatakan hal terberat dari puasa yang dijalaninya sebagai perantau, yaitu jauh dari keluarga.
Yang biasanya sahur dan berbuka puasa dilakukan bersama ibu dan kakaknya, saat ini dirinya hanya menjalani seorang diri di indekosnya.
“Ya kalau soal hal yang terberat paling itu jauh dari keluarga, jauh dari orang tua. Terus setiap Ramadhan menjalaninya sendiri, sahur juga sendiri. Biasanya pas lagi kangen ibu itu langsung telepon, video call. Apalagi Lebaran ini enggak pulang kampung karena enggak dapat tiket, terus juga enggak dapat cuti,” terang Nadya.
Meskipun Ramadhan tahun ini terasa berat, Nadya tetap bahagia dan bangga dengan profesinya yang dapat membantu pasien untuk menempuh jalan kesembuhannya.
Bahkan, dirinya yang dahulu menyebut tidak ada keinginan menjadi seorang perawat saat ini merasa beruntung dengan pilihannya.
“Terjun ke rumah sakit, kerja di rumah sakit itu dari 2022. Awalnya masuk kerja ditempatin di ruang ICU, ruang rawat inap dan terakhir ini di ruang operasi. Awalnya enggak mau jadi perawat, maunya jadi orang farmasi. Ternyata enggak masuk yang di farmasi karena saya lulusan SMA dari IPS. Sekarang pas sudah terjun enggak ada penyesalan sama sekali. Saya malah bangga bisa bantu pasien sembuh. Apalagi kalau pasien sudah sembuh dan ketemu lagi sama keluarganya. Wajah senangnya itu buat saya senang juga,” ucap Nadya.
“Selain itu bangganya itu ibaratnya kalau lulusan S1 yang lain itu kan nyari kerja cuma cukup sampai umur paling mentok tuh 25 sampai 28 tahun. Kalau misalnya di perawat itu sampai umur 35-40 tahun itu masih bisa buat ngelamar kerja. Apalagi kalau ngambil S2 Manajemen Keperawatan itu masih bisa walaupun sampai sudah tua,” tuturnya. (ars/nsi)
Load more