News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gubernur DKI Pramono Sambangi Rumah Duka Wapres ke-6 RI Try Sutrisno: Kita Semua Kehilangan

Pramono Anung kenang Try Sutrisno sebagai bapak bangsa yang merangkul semua golongan dan teguh memegang Pancasila hingga akhir hayatnya.
Senin, 2 Maret 2026 - 12:02 WIB
Gubernur DKI Pramono Sambangi Rumah Duka Wapres ke-6 RI Try Sutrisno: Kita Semua Kehilangan
Sumber :
  • Syifa Aulia

Jakarta, tvOnenews.com - Kepergian Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan. Almarhum wafat pada Senin pagi, 2 Maret 2026, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Sejak kabar duka itu tersiar, rumah duka di kawasan Menteng dipadati kerabat, sahabat, hingga pejabat negara yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Salah satu tokoh yang hadir langsung melayat adalah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia menyampaikan belasungkawa secara pribadi dan mengenang sosok Try Sutrisno sebagai figur bangsa yang memiliki peran besar dalam menjaga nilai persatuan dan ideologi negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya Merasa Sangat Kehilangan”

Di rumah duka yang berlokasi di kawasan Menteng, Pramono Anung mengaku memiliki hubungan personal yang cukup lama dengan Try Sutrisno. Ia menyebut telah mengenal almarhum sejak pertengahan 1990-an.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya sebagai pribadi yang mengenal dekat lama dengan Pak Try Sutrisno, tentunya merasa kehilangan,” ujar Pramono kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Menurut Pramono, kedekatan tersebut bukan sekadar hubungan formal sebagai sesama pejabat negara, melainkan relasi yang terbangun karena kesamaan pandangan mengenai kebangsaan dan komitmen terhadap Indonesia.

Sosok Bapak Bangsa yang Merangkul Semua

Pramono menggambarkan Try Sutrisno sebagai figur yang mampu merangkul semua golongan. Bagi dia, almarhum bukan hanya tokoh militer atau negarawan, tetapi juga sosok bapak bangsa yang kehadirannya meneduhkan.

“Beliau ini adalah sosok bapak bangsa yang merangkul semua orang. Saya mengenal beliau dari tahun sekitar 1995, jadi mengenalnya cukup lama sekali,” ungkap Pramono.

Penilaian ini mencerminkan karakter Try Sutrisno yang dikenal luas sebagai pemimpin dengan pendekatan tenang, tidak konfrontatif, dan mengedepankan persatuan di tengah perbedaan pandangan politik maupun latar belakang.

Teguh Memegang Pancasila hingga Akhir Hayat

Dalam keterangannya, Pramono juga menyoroti komitmen Try Sutrisno terhadap nilai-nilai Pancasila dan konstitusi. Ia menyebut, hingga beberapa bulan sebelum wafat, Try Sutrisno masih aktif menjalankan perannya di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Saya ketemu beliau terakhir kurang lebih lima sampai enam bulan yang lalu. Beliau memang masih aktif di BPIP. Kalau urusan Pancasila dan konstitusi, itu selalu dipegang teguh oleh beliau,” kata Pramono.

Keterlibatan aktif Try Sutrisno di BPIP menunjukkan bahwa pengabdian almarhum tidak berhenti meski sudah lama purnatugas dari jabatan formal negara. Ia tetap berperan sebagai penjaga nilai dasar bangsa, terutama dalam memperkuat ideologi Pancasila di tengah tantangan zaman.

Dedikasi Seumur Hidup untuk Negara

Bagi Pramono Anung, wafatnya Try Sutrisno bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan rekan dekat, tetapi juga kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa almarhum mendedikasikan hidupnya sepenuhnya untuk kepentingan negara hingga akhir hayat.

“Kita semua kehilangan orang yang sampai akhir hayatnya mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara. Kita semua pasti kehilangan Pak Try Sutrisno,” pungkas Pramono.

Pernyataan ini menegaskan citra Try Sutrisno sebagai figur yang konsisten dalam pengabdian, baik saat menjabat sebagai Panglima ABRI, Wakil Presiden RI, maupun ketika berperan sebagai tokoh nasional di luar struktur pemerintahan.

Jejak Kehadiran Pejabat dan Tokoh Nasional

Selain Pramono Anung, sejumlah pejabat dan tokoh nasional juga terlihat hadir di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Kehadiran mereka mencerminkan luasnya jejaring dan penghormatan terhadap Try Sutrisno sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah republik.

Rumah duka menjadi tempat bertemunya berbagai latar belakang: militer, sipil, politisi, hingga tokoh masyarakat. Semua datang dengan satu tujuan yang sama, yakni memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dianggap berjasa besar bagi bangsa.

Dikenang sebagai Figur Pemersatu

Kesaksian Pramono Anung memperkuat gambaran Try Sutrisno sebagai figur pemersatu. Dalam perjalanan sejarah Indonesia, almarhum dikenal bukan hanya karena jabatan yang pernah diembannya, tetapi juga karena sikap dan nilai yang ia pegang teguh.

Keteguhan terhadap Pancasila, komitmen pada konstitusi, serta kemampuannya merangkul semua golongan menjadikan Try Sutrisno sosok yang relevan lintas generasi. Nilai-nilai tersebut kini menjadi warisan penting bagi bangsa Indonesia.

Duka Bangsa yang Mendalam

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wafatnya Try Sutrisno menutup satu bab penting dalam sejarah kepemimpinan nasional. Namun, seperti yang disampaikan Pramono Anung, dedikasi dan keteladanan almarhum akan terus hidup dalam ingatan bangsa.

Di tengah duka yang menyelimuti, penghormatan dari para tokoh negara menjadi bukti bahwa Try Sutrisno bukan sekadar mantan pejabat, melainkan figur bangsa yang pengabdiannya meninggalkan jejak mendalam bagi Indonesia. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ini Kata Polisi soal Kasus Dugaan Pelecehan Murid oleh Guru di SMAN 1 Pamanukan

Ini Kata Polisi soal Kasus Dugaan Pelecehan Murid oleh Guru di SMAN 1 Pamanukan

Polisi buka suara soal kasus dugaan pelecehan murid oleh guru di SMAN 1 Pamanukan, Subang, Jawa Barat. 
Remehkan Timnas Indonesia U-20, Kreator Konten Asal Australia Pertanyakan Klub-Klub A-League yang Menahan Pemain

Remehkan Timnas Indonesia U-20, Kreator Konten Asal Australia Pertanyakan Klub-Klub A-League yang Menahan Pemain

Content creator atau pembuat konten Australia, Daniel Olaniran mendapatkan sorotan akibat mengejek Timnas Indonesia U-20 dalam salah satu podcastnya.
Kejari Karawang Tetapkan 5 Tersangka Tersangka Korupsi KPR, Diduga Terlibat Manipulasi Dokumen

Kejari Karawang Tetapkan 5 Tersangka Tersangka Korupsi KPR, Diduga Terlibat Manipulasi Dokumen

Dia mengungkapkan HH diduga memiliki peran penting dalam proses pengajuan KPR yang bermasalah.
Kasus Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan: Guru Matematika Sebut Dirinya Sendiri "Ayah" hingga Anggap Korban Anaknya

Kasus Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan: Guru Matematika Sebut Dirinya Sendiri "Ayah" hingga Anggap Korban Anaknya

Akhir-akhir ini santer dibicarakan kasus dugaan pelecehan di SMAN 1 Pamanukan, Subang, Jawa Barat yang dilakukan seorang oknum guru kepada muridnya. 
Jauh Sebelum Ko Hee-jin Mundur, Megawati Hangestri Pernah Jujur soal Sosok Sang Mantan Pelatih

Jauh Sebelum Ko Hee-jin Mundur, Megawati Hangestri Pernah Jujur soal Sosok Sang Mantan Pelatih

Jauh sebelum Ko Hee-jin meninggalkan Red Sparks, Megawati Hangestri pernah mengungkap kedekatan mereka. Bagi Megatron, Ko Hee-jin bukan hanya sekadar pelatih.
Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Kasus bunuh diri di Kawasan GBK lagi menjadi sorotan publik di media sosial. Sebab ada satu kasus viral mencuat dan mengingatkan satu nama yang dulu terjadi.

Trending

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Fajar Sahrudin mendokumentasikan aktivitasnya membuat kado perpisahan. Ia juga menulis tangan beberapa surat, dimana salah satunya ditujukkan untuk sang kakak.
Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
ISI Chat Tak Wajar Guru SMAN 1 Pamanukan Subang kepada Murid, Panggil Dirinya "Ayah"

ISI Chat Tak Wajar Guru SMAN 1 Pamanukan Subang kepada Murid, Panggil Dirinya "Ayah"

AT diamankan pihak kepolisian setelah ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan menggelar aksi unjuk rasa dan meminta klarifikasi guru tersebut pada hari Senin kemarin.
Kejagung Bungkam, Empat Nama Pejabat Kejaksaan Masuk dalam BAP Konglomerat Tan Kian

Kejagung Bungkam, Empat Nama Pejabat Kejaksaan Masuk dalam BAP Konglomerat Tan Kian

Menanggapi hal itu Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna mengatakan bahwa pihaknya tak mengetahui hal tersebut.
Oknum Guru Cabul SMAN 1 Pamanukan Subang Diamankan Polisi Usai Diamuk Ratusan Siswa

Oknum Guru Cabul SMAN 1 Pamanukan Subang Diamankan Polisi Usai Diamuk Ratusan Siswa

AT diamankan polisi usai aksi ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan Subang menggeruduk kantornya hingga sempat terjadi kejar-kejaran saat dirinya hendak melarikan diri
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak pada 2.961 Penerbangan Hingga Senin

Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak pada 2.961 Penerbangan Hingga Senin

Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) telah mengganggu 2.961 penerbangan domestik dan internasional hingga Senin (7/9) akibat penutupan sementara sejumlah bandara terdampak.
Anggota DPRD Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni Terima Dua Mobil dari Pengusaha Terkait Suap Proyek

Anggota DPRD Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni Terima Dua Mobil dari Pengusaha Terkait Suap Proyek

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan satu unit mobil bermerek Mitsubishi atas nama sang legislator Vinna Ledy Anggraheni.
Selengkapnya

Viral