Gempa M6,4 Guncang Sinabang Aceh, BMKG Tegaskan Tidak Berpotensi Tsunami
- Antara
Aceh, tvOnenews.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Sinabang, Aceh, pada Selasa (3/3/2025) pukul 11.56 WIB. Meski getarannya cukup kuat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Informasi resmi yang dirilis BMKG menyebutkan pusat gempa berada di laut, sekitar 61 kilometer tenggara Sinabang, Aceh. Episenter gempa terletak pada koordinat 1,93 Lintang Utara (LU) dan 96,48 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 13 kilometer.
Magnitudo 6,4, Kedalaman 13 Kilometer
Berdasarkan data awal BMKG, gempa memiliki magnitudo 6,4 dengan kedalaman relatif dangkal, yakni 13 kilometer. Gempa dangkal umumnya terasa lebih kuat di permukaan, terutama di wilayah yang dekat dengan pusat gempa.
Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa hasil analisis menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Artinya, masyarakat di wilayah pesisir Aceh dan sekitarnya tidak perlu melakukan evakuasi terkait ancaman gelombang laut besar.
Kepastian ini penting mengingat Aceh memiliki sejarah panjang bencana gempa dan tsunami, sehingga setiap informasi mengenai potensi tsunami selalu menjadi perhatian utama warga.
Titik Lokasi Gempa di Tenggara Sinabang
Secara geografis, pusat gempa berada 61 kilometer tenggara Sinabang. Titik koordinat gempa berada di 1,93 LU dan 96,48 BT. Lokasi ini menunjukkan pusat gempa berada di wilayah laut.
Letak episenter dan hasil analisis mekanisme gempa menjadi dasar BMKG dalam menyatakan tidak adanya potensi tsunami. Evaluasi dilakukan melalui pemodelan cepat serta pengamatan parameter gempa secara real time.
Hingga laporan ini disampaikan, belum ada informasi resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Aparat dan instansi terkait masih melakukan pemantauan di lapangan.
BMKG: Data Masih Bisa Berubah
BMKG juga menyampaikan bahwa informasi yang dirilis mengutamakan kecepatan. Artinya, data awal gempa masih dapat mengalami pembaruan seiring dengan kelengkapan hasil analisis.
Dalam keterangannya, BMKG menyertakan catatan bahwa hasil pengolahan data belum sepenuhnya stabil dan bisa berubah. Hal ini merupakan prosedur standar dalam setiap rilis awal informasi gempa bumi.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
Load more