MBG Bakal Disetop Setelah Lebaran 2026 dan Pengunggah Menu ke Medsos akan Dipidana Kepala BGN Bongkar Fakta Sebenarnya
- tvOnenews.com/Rika Pangesti
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, bergerak cepat meluruskan dua isu miring yang tengah menerjang program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia secara tegas membantah narasi yang menyebut adanya ancaman pidana bagi pengunggah menu di media sosial, sekaligus menepis isu penghentian program setelah Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Terkait kabar burung yang mengeklaim BGN akan menyeret warga ke jalur hukum lewat UU ITE jika membagikan foto menu MBG, Dadan memastikan hal itu adalah hoaks.
Ia justru menganggap dokumentasi dari masyarakat sebagai sarana transparansi dan kontrol kualitas dari lapangan.
“Saya malah senang setiap orang memposting menu MBG di media sosial, karena itu bagian dari pengawasan bersama,” ujar Dadan dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, unggahan dari orang tua siswa atau masyarakat umum menjadi data berharga bagi BGN pusat untuk memantau kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara real-time.
“Unggahan masyarakat memudahkan kami di BGN pusat untuk melihat kualitas layanan SPPG. Itu menjadi masukan langsung bagi kami untuk evaluasi,” jelasnya menambahkan.
Dadan juga mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah melontarkan ancaman apa pun.
“Jadi saya pribadi tidak pernah bicara seperti itu. Tidak ada kebijakan BGN yang melarang masyarakat memposting menu MBG,” tegasnya.
Di sisi lain, Dadan juga memberikan kepastian mengenai kelangsungan program MBG yang sempat diisukan bakal berakhir setelah lebaran 2026.
Ia menyatakan bahwa program ini tidak akan berhenti, melainkan justru akan memasuki fase ekspansi besar-besaran.
“Program MBG akan tetap jalan setelah Idul Fitri. Tidak ada rencana penghentian seperti yang beredar,” kata Dadan mematahkan rumor yang beredar di platform digital.
Target ambisius pun telah disiapkan. Setelah lebaran nanti, jumlah SPPG direncanakan melonjak hingga 25.000 unit di seluruh pelosok tanah air.
“Jumlah SPPG akan mencapai 25.000 setelah Idul Fitri dan akan melayani lebih dari 61,2 juta penerima manfaat,” paparnya.
Demi meningkatkan mutu, BGN juga berkomitmen untuk kembali menerapkan standar menu segar guna menjamin asupan nutrisi yang maksimal bagi jutaan anak Indonesia.
Load more