News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fitch Ratings Turunkan Outlook Utang RI Jadi Negatif, Airlangga: Dunia Sedang Bergejolak

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang memicu
Kamis, 5 Maret 2026 - 12:41 WIB
Kemenko Perekonomia, Airlangga Hartarto
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings, menurunkan outlook atau prospek peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Pemerintah menilai hal tersebut tidak terlepas dari dinamika ekonomi global yang sedang bergejolak.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang memicu ketidakpastian terhadap perekonomian dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Fitch Ratings menurunkan prospek (outlook) peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Kendati demikian, lembaga tersebut masih mempertahankan peringkat Indonesia di level BBB yang berarti tetap berada pada kategori layak investasi.

“Jadi memang (ekonomi) dunia ini outlook-nya lagi diperkirakan akan banyak perubahan dengan perkembangan di Timur Tengah. Tetapi yang penting kan Indonesia tetap investment grade. Nah ke depan tentu apa yang menjadi warning Fitch itu kita pelajari,” kata Airlangga dalam konferensi pers Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Pemerintah Soroti Penguatan Penerimaan Negara

Menurut Airlangga, laporan dari Fitch seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah agar memperkuat fondasi ekonomi nasional, terutama dalam meningkatkan pendapatan negara.

Salah satu langkah yang disorot adalah penguatan sistem administrasi perpajakan berbasis digital melalui program Coretax yang sedang dikembangkan pemerintah.

"Itu (Fitch Ratings) untuk mengingatkan Indonesia apa yang harus kita pelajari ke depan. Dan tentu beberapa hal yang kita lihat perlu kita perkuat adalah di segi penerimaan. Nah, pemerintah sudah paham itu dan oleh karena itu salah satunya adalah dengan Coretax yang kemarin sudah didorong di Kementerian Keuangan," terangnya.

Program Makan Bergizi Gratis Disebut Investasi

Menanggapi kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Airlangga menegaskan kebijakan tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.

Ia mencontohkan sejumlah kajian internasional yang menyebut investasi pada program gizi dapat memberikan dampak ekonomi berlipat dalam jangka panjang.

"Jadi itu adalah sebuah investasi dan banyak negara melakukan itu. Bahkan Amerika pun melakukan itu sehingga ini adalah tantangan long term dan medium term yang tidak bisa kita menghilangkan long term hanya untuk short term," tutur Menko.

Danantara Masih Butuh Rekam Jejak

Selain MBG, lembaga pemeringkat juga menyoroti pembentukan Danantara yang dinilai masih memerlukan waktu untuk membangun kredibilitas.

Airlangga mengakui wajar jika lembaga baru tersebut masih mendapat perhatian dari investor global.

"Danantara kan suatu organisasi yang sovereign wealth fund yang baru. Tentu belum semuanya kan kenal. Jadi, dan track record-nya diperlukan. Oleh karena itu, perhatian itu menjadi catatan," kata dia.

Alasan Fitch Ubah Prospek

Dalam laporannya, Fitch menyebut perubahan outlook menjadi negatif berkaitan dengan meningkatnya ketidakpastian kebijakan pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut lembaga itu, konsentrasi pengambilan keputusan yang semakin kuat berpotensi berdampak pada kondisi fiskal jangka menengah, persepsi investor, serta stabilitas eksternal ekonomi Indonesia.

Meski begitu, Fitch tetap mempertahankan peringkat BBB bagi Indonesia karena sejumlah faktor pendukung, seperti stabilitas makroekonomi yang relatif terjaga, prospek pertumbuhan yang dinilai cukup baik, rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto yang masih moderat, serta cadangan devisa yang dianggap memadai. (ant/nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mengenal Aipda Prihatika Wahyu Wibowo, Anggota Polresta Batang yang Meninggal Dunia Tertabrak Truk saat Atur Lalu Lintas

Mengenal Aipda Prihatika Wahyu Wibowo, Anggota Polresta Batang yang Meninggal Dunia Tertabrak Truk saat Atur Lalu Lintas

Berikut profil singkat anggota Polsek Tulis, Polresta Batang, Aipda Prihatika Wahyu Wibowo yang tewas ditabrak truk ugal-ugalan saat bertugas di Jalur Pantura.
Soal Kebijakan Menteri Bahlil Tertibkan Ekspor SDA: Berpotensi Tambah Penerimaan Negara Hingga Triliun Rupiah

Soal Kebijakan Menteri Bahlil Tertibkan Ekspor SDA: Berpotensi Tambah Penerimaan Negara Hingga Triliun Rupiah

Yusuf menerangkan, pemerintah perlu mencocokkan data ekspor Indonesia dengan data impor negara tujuan untuk memastikan potensi manfaat ekonominya.
Israel Terkejut! Trump Dikabarkan Hentikan Bantuan Militer AS ke Tel Aviv

Israel Terkejut! Trump Dikabarkan Hentikan Bantuan Militer AS ke Tel Aviv

Kabar mengenai rencana Presiden Donald Trump yang bakal hentikan bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel bikin otoritas terkait di Tel Aviv terkejut.
Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Komariah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar di dalam mobilnya di kawasan hutan jati Desa Cikamurang, Terisi, Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Warga Threads Bagikan Kondisi Terbaru Langit Kalimantan: Bisa Olahraga Lagi

Warga Threads Bagikan Kondisi Terbaru Langit Kalimantan: Bisa Olahraga Lagi

Setelah sekian lama menghirup asap karhutla, warga Kalimantan kini bisa merasakan kembali udara segar. Momen ini bahkan dibagikan oleh sejumlah pengguna Threads
Direksi Summarecon Diperiksa KPK soal SDM Perusahaan dan Anak Usaha

Direksi Summarecon Diperiksa KPK soal SDM Perusahaan dan Anak Usaha

Namun, saksi lain dari pihak swasta berinisial AAR tidak memenuhi panggilan dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN tersebut.

Trending

Israel Terkejut! Trump Dikabarkan Hentikan Bantuan Militer AS ke Tel Aviv

Israel Terkejut! Trump Dikabarkan Hentikan Bantuan Militer AS ke Tel Aviv

Kabar mengenai rencana Presiden Donald Trump yang bakal hentikan bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel bikin otoritas terkait di Tel Aviv terkejut.
Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Komariah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar di dalam mobilnya di kawasan hutan jati Desa Cikamurang, Terisi, Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Legislator Dorong Penuntasan Kawasan RW Kumuh di Jakarta Pada RAPBD 2027

Legislator Dorong Penuntasan Kawasan RW Kumuh di Jakarta Pada RAPBD 2027

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Nabilah Aboebakar Alhabsyi meminta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman untuk diprioritaskan
Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.
Sejak Perang Pecah pada 2022, Rusia Klaim Ukraina Tewaskan 9.000 Warga Sipilnya

Sejak Perang Pecah pada 2022, Rusia Klaim Ukraina Tewaskan 9.000 Warga Sipilnya

Duta Besar untuk Urusan Khusus Kemenlu Rusia mengungkap 9.213 warga sipilnya tewas dan 27 ribu orang lainnya luka akibat perang dengan Ukraina pecah sejak 2022.
Transformasi Digital Jadi Kunci, Kakanwil BPN Jabar Soroti Layanan Si-RIMA di Kantah Kota Bekasi

Transformasi Digital Jadi Kunci, Kakanwil BPN Jabar Soroti Layanan Si-RIMA di Kantah Kota Bekasi

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Hasan Basri Natamenggala, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bekasi pada Senin (2/11). 
Direksi Summarecon Diperiksa KPK soal SDM Perusahaan dan Anak Usaha

Direksi Summarecon Diperiksa KPK soal SDM Perusahaan dan Anak Usaha

Namun, saksi lain dari pihak swasta berinisial AAR tidak memenuhi panggilan dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN tersebut.
Selengkapnya

Viral