News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rieke Diah Pitaloka Soroti Kematian Ermanto Usman di Bekasi: Jangan Diframing Perampokan, Ini Harus Diusut Tuntas

Rieke Diah Pitaloka soroti kematian Ermanto Usman di Bekasi. Ia menilai kasus ini bukan perampokan dan mendesak polisi mengusut dugaan pembunuhan hingga tuntas.
Jumat, 6 Maret 2026 - 11:30 WIB
Keluarga Ermanto Usman Lapor ke LPSK, Rieke Diah Pitaloka Minta Dalang Pembunuhan Diungkap
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota DPR RI dari Komisi IX, Rieke Diah Pitaloka, angkat suara terkait kasus kematian misterius seorang pria bernama Ermanto Usman di Bekasi.

Rieke bahkan mendatangi langsung keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus meminta agar kasus tersebut diusut secara serius oleh aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataannya, Rieke menegaskan bahwa sejumlah indikasi kuat menunjukkan peristiwa tersebut bukan sekadar pencurian atau perampokan seperti yang sempat beredar.

Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah korban.

“Indikasi kuat menunjukkan bahwa peristiwa ini bukan pencurian. Tidak ada barang yang hilang. Karena itu, jangan ada pihak yang memframing kejadian ini sebagai perampokan,” ujar Rieke.

Kronologi Penemuan Korban di Dalam Rumah

Peristiwa tragis itu terjadi di sebuah rumah di Bekasi pada Senin, 2 Maret 2026.

Korban, Ermanto Usman yang berusia 65 tahun, ditemukan meninggal dunia di atas tempat tidurnya. Saat ditemukan, kondisi korban cukup mengenaskan dengan mata lebam dan bercak darah di sekitar tubuhnya.

Kejadian tersebut bermula ketika waktu imsak hampir tiba, namun korban tidak kunjung bangun dari tidurnya. Keluarga yang curiga kemudian mengetuk pintu kamar dan mendengar suara rintihan dari dalam ruangan.

Saat kamar akhirnya dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

Di ruangan yang sama, sang istri, Pamilawati, juga ditemukan tergeletak di lantai dalam kondisi kritis. Hingga kini, ia masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Rieke: Tidak Ada Barang Berharga Hilang

Rieke menegaskan bahwa kondisi rumah korban menunjukkan sejumlah kejanggalan jika kasus ini disebut sebagai perampokan.

Menurutnya, berbagai barang berharga yang berada di dalam kamar tetap utuh dan tidak tersentuh.

Barang yang dilaporkan hilang hanya beberapa benda pribadi, yaitu:

  • Dompet korban

  • Dua kunci mobil

  • Telepon genggam

Sementara itu, perhiasan milik istri korban yang berada di kamar bahkan tidak ada yang hilang sama sekali.

“Ini bukan perampokan karena tidak ada barang berharga yang hilang,” kata Rieke.

Ia menilai fakta tersebut harus menjadi dasar bagi aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan yang lebih luas dan mendalam.

Diduga Berkaitan dengan Isu Korupsi Pelabuhan

Dalam keterangannya, Rieke juga mengungkap bahwa almarhum sempat aktif menyuarakan dugaan kasus korupsi yang terjadi di sektor pelabuhan.

Sebagai Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI), Rieke menyebut Ermanto pernah terlibat dalam perjuangan bersama organisasi tersebut.

“Pak Ermanto pernah berjuang bersama kami. Saya meyakini beliau terus memperjuangkan agar kasus korupsi di pelabuhan yang terindikasi selama ini bisa dibuka kembali,” ujarnya.

Beberapa waktu terakhir, kata Rieke, korban juga sempat menyuarakan persoalan tersebut melalui sebuah podcast.

Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin mendahului proses hukum yang sedang berjalan.

Minta Polisi Ungkap Dalang Kasus

Rieke berharap penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian dapat berjalan secara komprehensif dan transparan.

Ia menegaskan bahwa penegakan hukum tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi juga harus menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang menjadi dalang di balik peristiwa tersebut.

“Kami berharap penegakan hukum segera dilakukan, bukan hanya terhadap eksekutor di lapangan, tetapi juga terhadap pihak yang menjadi otak di balik dugaan pembunuhan ini,” katanya.

Rieke juga meminta dukungan langsung dari Kapolri agar kasus ini benar-benar diusut hingga tuntas.

Minta Perlindungan untuk Keluarga Korban

Selain meminta penyelidikan menyeluruh, Rieke juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi keluarga korban.

Ia menyatakan akan mengajukan permohonan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Perlindungan tersebut diharapkan dapat diberikan kepada:

  • Istri korban yang masih kritis di rumah sakit

  • Anak-anak korban

  • Seluruh keluarga yang terdampak

Menurutnya, negara harus hadir memberikan rasa aman bagi siapa pun yang berani menyuarakan dugaan korupsi.

“Kepergian Pak Ermanto menjadi peringatan keras bagi para pejuang antikorupsi di negeri ini. Negara harus benar-benar hadir untuk memberikan perlindungan,” ujar Rieke.

Kasus Dinilai Penuh Kejanggalan

Rieke juga menilai metode kejadian tersebut terlihat cukup rapi dan tidak lazim jika hanya dianggap sebagai perampokan biasa.

Ia menyoroti lokasi rumah korban yang berada di kawasan perumahan besar dan tergolong elit.

Karena itu, menurutnya sangat janggal jika pelaku hanya mengambil barang-barang kecil sementara benda berharga lainnya tetap dibiarkan.

“Peristiwa ini terlihat sangat rapi dari segi metode dan pelaksanaannya. Karena itu terasa janggal jika disebut hanya perampokan biasa,” katanya.

Desakan Pengusutan Tuntas

Di akhir pernyataannya, Rieke berharap kasus ini dapat diungkap secara menyeluruh agar tidak menimbulkan ketakutan bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang berani menyuarakan dugaan korupsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengawal proses hukum agar keadilan bagi korban dapat benar-benar terwujud.

“Kita harus bergandengan tangan agar kasus ini diusut tuntas dan kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata Rieke. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan, Kuasa Hukum PPKGBK Sebut Proses Perkara Sudah Berlangsung 20 Tahun

Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan, Kuasa Hukum PPKGBK Sebut Proses Perkara Sudah Berlangsung 20 Tahun

Kuasa Hukum PPKGBK Chandra Hamzah mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan eksekusi pengosongan Hotel Sultan. 
Di Tengah Ketidakpastian Global, Industri Mulai Beralih ke Energi Surya untuk Tekan Biaya Operasional

Di Tengah Ketidakpastian Global, Industri Mulai Beralih ke Energi Surya untuk Tekan Biaya Operasional

Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada fluktuasi harga energi dan meningkatnya biaya operasional, sejumlah pelaku industri di Indonesia mulai memanfaatkan energi terbarukan
Buron Tiga Tahun, Pelaku Pencurian 9 Trafo Lampu Kapal di Juwana Akhirnya Ditangkap Satpolairud Polresta Pati

Buron Tiga Tahun, Pelaku Pencurian 9 Trafo Lampu Kapal di Juwana Akhirnya Ditangkap Satpolairud Polresta Pati

Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati kembali mengungkap perkembangan kasus dugaan pencurian dengan pemberatan (curat) berupa trafo lampu kapal yang terjadi di wilayah perairan Juwana. 
Peringatan Dini El Nino, BMKG Makassar Anjurkan Petani buat Persiapan Air dan Penyesuaian Bibit

Peringatan Dini El Nino, BMKG Makassar Anjurkan Petani buat Persiapan Air dan Penyesuaian Bibit

Fenomena El Nino tidak bisa disepelekan, sebab bisa berimbas ke banyak sektor kehidupan di sebuah negara. BMKG keluarkan imbauan untuk Petani
Lensa Berbicara: Kondisi Hotel Sultan Jelang Dieksekusi, Penuh Banner Penolakan hingga Terpasang Kawat Berduri

Lensa Berbicara: Kondisi Hotel Sultan Jelang Dieksekusi, Penuh Banner Penolakan hingga Terpasang Kawat Berduri

Suasana di kawasan Hotel Sultan, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, tampak berbeda pada Kamis (18/6/2026).
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Langkah PSSI Usai DPR Setujui Luke Vickery dan Mitchell Baker Bela Timnas Indonesia

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Langkah PSSI Usai DPR Setujui Luke Vickery dan Mitchell Baker Bela Timnas Indonesia

Proses naturalisasi pemain keturunan untuk Timnas Indonesia tampaknya belum akan berhenti dalam waktu dekat usai PSSI datangkan Luke Vickery dan Mitchell Baker.

Trending

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo berhasil menyamai rekor mentereng milik Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Seorang pria berpakaian sipil yang diduga anggota intelijen kepolisian diamankan oleh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (17/6/2026). 
Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Polda Metro Jaya membongkar modus baru peredaran narkoba di Jakarta Timur menggunakan stiker "Sedot WC" sebagai kode transaksi. Simak cara kerja sistem tempel
Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar bahagia datang dari bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam. Pemain Port FC itu melamar sang kekasih, Yuriska Patricia, yang diketahui sebagai aktris.
Pakar Hukum Sebut Peluang Ruben Onsu Ambil Alih Hak Asuh Anak Cukup Besar

Pakar Hukum Sebut Peluang Ruben Onsu Ambil Alih Hak Asuh Anak Cukup Besar

Pakar hukum menilai peluang Ruben Onsu untuk mengambil alih hak asuh anak cukup besar, terutama jika terbukti ada penelantaran atau eksploitasi terhadap sang anak.
Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempar Botol-Batu

Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempar Botol-Batu

Aksi ricuh simpatisan sempat mewarnai proses eksekusi Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6/2026).
KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang dan Fee Proyek di Kasus DJKA

KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang dan Fee Proyek di Kasus DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Selengkapnya

Viral