News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

6 Tahun Melawan Kanker Ginjal, Kisah Perjuangan Vidi Aldiano dari Diagnosis hingga Akhir Hayat

Perjuangan Vidi Aldiano melawan kanker ginjal selama 6 tahun hingga akhirnya meninggal dunia di usia 35 tahun, dari operasi hingga kemoterapi rutin.
Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:30 WIB
Vidi Aldiano ingin kembali ke Madinah
Sumber :
  • Instagram @vidialdiano

Jakarta, tvOnenews.com - Dunia hiburan Indonesia berduka. Penyanyi bersuara khas Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) pukul 16.33 WIB dalam usia 35 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal selama bertahun-tahun.

Kabar wafatnya pelantun lagu “Nuansa Bening” tersebut pertama kali beredar melalui pesan dari Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo) serta dikonfirmasi oleh pihak keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Telah wafat anak saya: Oxavia Aldiano bin Harry Aprianto. Vidi wafat didampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Allah SWT,” demikian bunyi pesan dari keluarga.

Kepergian Vidi Aldiano menutup perjuangan panjangnya melawan kanker ginjal yang telah ia hadapi sejak tahun 2019.

Awal Diagnosis Kanker Ginjal pada 2019

Perjalanan kesehatan Vidi Aldiano mulai menjadi perhatian publik ketika ia didiagnosis mengidap kanker ginjal stadium tiga pada Desember 2019.

Penyakit tersebut awalnya diketahui secara tidak sengaja saat Vidi memeriksakan kondisi suaranya yang tiba-tiba hilang ke dokter THT pada Oktober 2019.

Dalam pemeriksaan rutin, dokter menemukan tekanan darah Vidi sangat tinggi, padahal ia tidak memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga.

Merasa ada yang tidak beres dengan kondisi tubuhnya, Vidi kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut di Singapura.

Hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) menunjukkan adanya benjolan sekitar lima sentimeter di ginjal kirinya yang kemudian dipastikan sebagai kanker ginjal stadium tiga.

Setelah diagnosis tersebut, Vidi menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri serta serangkaian pengobatan di Singapura.

Sempat Membaik, Kanker Kembali Muncul

Setelah menjalani operasi dan pengobatan, kondisi Vidi sempat dinyatakan membaik pada tahun 2020.

Namun dalam pemeriksaan kesehatan rutin pada tahun 2021, sel kanker kembali terdeteksi.

Kondisi tersebut menjadi awal dari perjuangan panjang Vidi menjalani berbagai terapi dan pengobatan lanjutan.

Meski menghadapi penyakit serius, Vidi tetap berusaha menjalani aktivitasnya dengan normal, termasuk tetap berkarya di industri musik.

Kanker Menyebar ke Beberapa Bagian Tubuh

Pada tahun 2023, Vidi Aldiano mengungkapkan kabar bahwa kanker yang ia derita telah mengalami metastasis atau penyebaran ke beberapa bagian tubuh lainnya.

Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani perawatan medis secara rutin.

Ia bahkan menyebut jadwal perawatan tersebut sebagai “spa day” setiap tiga minggu sekali, merujuk pada sesi pengobatan yang harus dijalaninya secara berkala.

Vidi berusaha menerima kondisi kesehatannya dengan sikap positif.

Ia pernah menyebut penyakit yang dideritanya sebagai “titipan Tuhan”, dan berusaha berdamai dengan kondisi tersebut sambil tetap bersyukur atas hidup yang dijalaninya.

Rutin Kemoterapi dan Jalani Perawatan Intensif

Seiring perkembangan penyakitnya, Vidi harus menjalani berbagai perawatan intensif, termasuk kemoterapi setiap dua hingga tiga minggu sekali.

Selain perawatan medis, ia juga sempat menjalani program perawatan holistik dan detoks di Thailand pada tahun 2025.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi tubuhnya agar tetap kuat menghadapi pengobatan jangka panjang.

Meski menjalani pengobatan rutin, Vidi tetap berusaha menjalani aktivitasnya sebagai musisi dan figur publik.

Menghadapi Efek Samping Pengobatan

Perjuangan melawan kanker tidak hanya soal pengobatan, tetapi juga menghadapi berbagai efek samping yang menyertainya.

Pada pertengahan 2025, Vidi sempat mengungkapkan bahwa berat badannya turun hingga sekitar 10 kilogram akibat rangkaian terapi yang dijalaninya.

Ia juga mengaku lebih mudah merasa lelah serta mengalami perubahan fisik, termasuk perubahan warna kulit yang diduga merupakan efek dari obat kemoterapi.

Meski demikian, Vidi tetap berusaha menjaga kondisi mentalnya agar tetap positif.

Ia sering membagikan pengalaman dan kondisi kesehatannya kepada penggemar melalui media sosial.

Memilih Hiatus Demi Fokus Pemulihan

Pada November 2025, Vidi Aldiano mengumumkan keputusan untuk hiatus sementara dari dunia hiburan.

Keputusan tersebut diambil agar ia dapat lebih fokus pada proses pemulihan kesehatan setelah menjalani berbagai rangkaian pengobatan.

Dalam pernyataannya kepada penggemar, Vidi mengaku ingin mengambil waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri.

Namun di saat yang sama, ia juga menyampaikan bahwa dirinya masih mempersiapkan album baru yang direncanakan akan dirilis setelah masa istirahatnya.

Tetap Ceria dan Produktif di Tengah Penyakit

Selama menjalani pengobatan kanker, Vidi Aldiano dikenal tetap aktif berkarya dan tampil di berbagai kegiatan publik.

Ia juga tetap tampil ceria di depan penggemar serta sering membagikan pesan positif tentang pentingnya menjaga kesehatan dan bersyukur atas kehidupan.

Bagi banyak orang, sikap Vidi yang tetap optimistis di tengah penyakit serius menjadi inspirasi tersendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perjuangannya selama enam tahun melawan kanker ginjal menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya, sekaligus meninggalkan kenangan bagi para penggemar dan industri musik Indonesia.

Kepergian Vidi Aldiano pada usia 35 tahun menjadi kehilangan besar bagi dunia hiburan Tanah Air, namun kisah perjuangannya menghadapi penyakit akan selalu dikenang. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Detik-detik Pria Curi Tablet dan Macbook di TransJakarta

Detik-detik Pria Curi Tablet dan Macbook di TransJakarta

Sebuah video viral di media sosial, memperlihatkan aksi seorang pria diduga melakukan pencurian tablet hingga macbook milik penumpang bus TransJakarta yang tertinggal.
KPK Periksa Dua Anggota DPRD Terkait Kasus Pemerasan di Pemkab Pemalang

KPK Periksa Dua Anggota DPRD Terkait Kasus Pemerasan di Pemkab Pemalang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus pemerasan Bupati Pemalang nonaktif Anom Widiyantoro.
Rampung Diperiksa KPK, Begini Kata Mantan Dirut Bank BJB

Rampung Diperiksa KPK, Begini Kata Mantan Dirut Bank BJB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa mantan Direktur Utama (Dirut) Bank BJB, Yuddy Renaldi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB, Rabu (9/9/2026).
Diduga Eksploitasi Hewan, Lirabica Desak Penutupan Penangkaran Monyet di Lampung

Diduga Eksploitasi Hewan, Lirabica Desak Penutupan Penangkaran Monyet di Lampung

Miss Earth 2019, Lirabica mendesak penutupan penangkaran monyet di Kabupaten Mesuji, Lampung.
Walaupun Dekat Pusat Kota, Menikmati Yogyakarta dari Sagan Tetap Memberikan Ketenangan bagi Wisatawan

Walaupun Dekat Pusat Kota, Menikmati Yogyakarta dari Sagan Tetap Memberikan Ketenangan bagi Wisatawan

Menjelajahi Yogyakarta tak selalu harus dilakukan dengan ritme yang padat. Setelah seharian berkeliling kota, menikmati kuliner, atau mengunjungi berbagai destinasi, sebagian wisatawan justru mencari tempat untuk beristirahat dalam suasana yang lebih tenang.
Respons Menohok NasDem Soal Pernyataan AHY Terkait 'Kekuasaan Ada Batasnya'

Respons Menohok NasDem Soal Pernyataan AHY Terkait 'Kekuasaan Ada Batasnya'

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa mengingatkan kepada seluruh ketua umum partai politik (parpol) tidak membuat pernyataan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.

Trending

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Walaupun Dekat Pusat Kota, Menikmati Yogyakarta dari Sagan Tetap Memberikan Ketenangan bagi Wisatawan

Walaupun Dekat Pusat Kota, Menikmati Yogyakarta dari Sagan Tetap Memberikan Ketenangan bagi Wisatawan

Menjelajahi Yogyakarta tak selalu harus dilakukan dengan ritme yang padat. Setelah seharian berkeliling kota, menikmati kuliner, atau mengunjungi berbagai destinasi, sebagian wisatawan justru mencari tempat untuk beristirahat dalam suasana yang lebih tenang.
Respons Menohok NasDem Soal Pernyataan AHY Terkait 'Kekuasaan Ada Batasnya'

Respons Menohok NasDem Soal Pernyataan AHY Terkait 'Kekuasaan Ada Batasnya'

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa mengingatkan kepada seluruh ketua umum partai politik (parpol) tidak membuat pernyataan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.
Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Deklarasi bersama yang dilakukan oleh 12 negara yang berkomitmen membatasi sejumlah produk dari permukiman ilegal Israel, disambut baik oleh Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania.
Diduga Eksploitasi Hewan, Lirabica Desak Penutupan Penangkaran Monyet di Lampung

Diduga Eksploitasi Hewan, Lirabica Desak Penutupan Penangkaran Monyet di Lampung

Miss Earth 2019, Lirabica mendesak penutupan penangkaran monyet di Kabupaten Mesuji, Lampung.
BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan pengembangan teknologi nuklir tetap menjadi agenda strategis nasional di tengah kebijakan efisiensi anggaran
Hujan Deras Terjadi di Nagoya Jepang

Hujan Deras Terjadi di Nagoya Jepang

Hujan dengan curah tertinggi yang pernah tercatat mengguyur Nagoya, Jepang bagian tengah. Akibatnya, 41 orang mengalami luka ringan dan mendorong pemerintah kota mengumumkan langkah-langkah bantuan darurat pada Rabu.
Selengkapnya

Viral