Arnendo dan 30 Mahasiswa Pelaku Pengeroyokan Sepakat Damai, Kasus Pelecehan Seksual Dilanjutkan Undip
- Instagram @zainalpetir_
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus pengeroyokan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang oleh 30 mahasiswa lainnya diselesaikan secara kekeluargaan.
Di sisi lain pihak Undip mengatakan akan melanjutkan penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Arnendo (20) yang sebelumnya telah dilaporkan oleh tiga orang mahasiswi.
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip sebelumnya telah memfasilitasi pertemuan antara kuasa hukum Arnendo dan para terduga pelaku pengeroyokan pada Jumat (6/3/2026).
Sesuai dengan hasil pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan kasus klien mereka secara kekeluargaan.
Nmaun, Direktur Direktorat Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, mengatakan, pihaknya akan melanjutkan pendalaman kasus dugaan pelecehan seksual serta pengeroyokan yang melibatkan Arnendo.Â
"Tim Undip bagaimanapun sudah membuat dua tim. Pertama adalah tim etik, yang itu khusus menyelidi kasus dugaan penganiayaan. Yang kedua adalah satgas kekerasan seksual," kata Nurul kepada wartawan di FIB Undip, Sabtu (7/3/2026).
Nurul mengatakan sudah ada tiga mahasiswi yang melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Arnendo.
Sementara itu Dekan FIB Undip, Alamsyah mengatakan sebelum terjadinya peristiwa dugaan pengeroyokan, pihaknya telah menerima laporan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Arnendo.
Arnendo bahkan sempat dipanggil pihak dekanat untuk mengklarifikasi terkait laporan dugaan pelecehan seksual tersebut.
"Kita harus cross check dulu," katanya.
Dia memastikan, penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual oleh Arnendo akan dilanjutkan Satgas Kekerasan Seksual Undip.Â
Alamsyah pun mengapresiasi kuasa hukum Arnendo dan para terduga pelaku pengeroyokan yang bersepakat menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. (muu)
Load more