Pelajar Tewas Dikeroyok di Bantul, Terungkap Dipicu Konflik Geng!
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus pengeroyokan brutal yang menewaskan pelajar SMA, Ilham Dwi Saputra (16), di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menemui titik terang. Polisi mengungkap, aksi kekerasan tersebut diduga dipicu konflik antargeng.
Hingga kini, aparat Polres Bantul telah menangkap dua dari tujuh pelaku yang terlibat, yakni BLP (18) dan YP (21). Sementara lima pelaku lainnya masih diburu dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul, Achmad Mirza, menjelaskan motif di balik aksi sadis tersebut.
"Untuk motifnya, balas dendam ada permasalahan antar geng, karena pada saat di lokasi, korban ditanya oleh salah satu pelaku terkait geng, tapi saat itu korban tidak mengakui kalau dia tergabung dalam geng yang disebut pelaku, kemudian terjadi pemukulan," kata dia, Rabu, 22 April 2026.
Mirza membenarkan bahwa para pelaku merupakan bagian dari kelompok geng yang berbeda dengan korban. Polisi juga mengungkap bahwa lima pelaku lain yang kini buron seluruhnya merupakan orang dewasa. Identitas mereka telah dikantongi, dan pengejaran masih terus dilakukan.
"Iya betul (bagian dari) geng (lain). Untuk yang 5 orang sudah dewasa ya, terkait masalah sebelumnya masih kami dalami, karena dari keterangan yang kami peroleh korban tidak mengakui saat ditanya dia tergabung di sapah satu geng atau tidak,” katanya.
Peristiwa tragis ini bermula pada Selasa malam, 14 April 2026. Saat itu, Ilham dijemput dua orang menggunakan sepeda motor dari rumahnya sekitar pukul 23.00 WIB. Korban kemudian dibawa ke suatu lokasi dan dikeroyok oleh sekelompok pelaku.
Seorang teman korban sempat mengikuti secara diam-diam dan menyaksikan langsung aksi penganiayaan tersebut. Akibat luka parah yang dideritanya, Ilham sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Namun, nyawanya tidak tertolong. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan indikasi keterlibatan lebih banyak pelaku.
"Untuk sejauh ini kami sudah menerbitkan DPO 5 orang pelaku lainnya, mungkin dalam perkembangan penyidikan kalau ada tambahan pelaku kami infokan lagi," katanya.
Foe Peace Simbolon
Load more