Pramono Bantah Longsor Tebet Akibat Normalisasi Ciliwung: Pemprov Jakarta Akan Turun Tangan
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan longsor yang terjadi di bantaran Sungai Ciliwung, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, tidak berkaitan dengan proyek normalisasi sungai yang tengah disiapkan pemerintah.
Ia memastikan peristiwa tersebut terjadi di lokasi yang memang direncanakan untuk dinormalisasi, namun hingga kini proses pembebasan lahannya belum dilakukan.
“Jadi kejadian kemarin itu bukan karena normalisasi Ciliwung. Tempat tersebut memang nantinya akan dinormalisasi, tetapi sampai sekarang pembebasan lahannya belum dilakukan dan masih dalam tahap perhitungan,” kata Pramono, di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2025).
Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan tinggal diam terhadap warga yang terdampak longsor di kawasan tersebut. Pemprov, kata dia, akan turun langsung membantu penanganan serta pemulihan kondisi warga.
“Untuk warga yang mengalami kejadian seperti ini, tentu Pemerintah DKI Jakarta akan turun tangan,” ujarnya.
Di sisi lain, Pramono juga menjelaskan kondisi banjir yang melanda Jakarta saat ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur ibu kota hampir sepanjang hari. Intensitas hujan bahkan tercatat mencapai 264 milimeter per hari, angka yang tergolong sangat tinggi dan berpotensi memicu genangan di berbagai wilayah.
Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta terus menjalankan berbagai upaya pengendalian banjir, salah satunya melalui program normalisasi sungai yang menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengurangan risiko banjir di ibu kota.
Beberapa sungai yang menjadi fokus normalisasi antara lain Sungai Ciliwung, Kali Cakung Lama, dan Kali Krukut.
“Normalisasi Cakung Lama mudah-mudahan pada tahun 2027 bisa selesai. Kalau itu bisa diselesaikan, maka akan mengurangi banjir di Jakarta,” kata dia.
Pramono juga mengingatkan potensi banjir masih bisa meningkat karena curah hujan tinggi tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di wilayah hulu seperti Bogor dan Tangerang. Air dari daerah tersebut pada akhirnya mengalir menuju ibu kota melalui sejumlah sungai besar.
“Ini nanti sebagai informasi, karena di atas, baik itu di Bogor, di Tangerang, dan sebagainya, curah hujan juga tinggi, pasti akan ada air yang mengalir ke Jakarta. Saya meminta seluruh jajaran, kurang lebih 1.200 pompa dipersiapkan dan termasuk pompa portabel di beberapa daerah,” katanya.
Load more