GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Unggahan Ilustrasi di Instagram BEM UGM, Pengamat: Kritik yang Kehilangan Etika dan Merendahkan Martabat Negara

BEM UGM kembali menghebohkan dunia maya lantaran unggahannya baru-baru di media sosial Instagram.
Minggu, 8 Maret 2026 - 14:13 WIB
Haykal Mumtazul Hakim
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - BEM UGM kembali menghebohkan dunia maya lantaran unggahannya baru-baru di media sosial Instagram.

Dalam unggahan terbaru, menampilkan ilustrasi seekor sapi dengan wajah Presiden Prabowo Subianto yang seolah-olah dikendalikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui tali kendali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi tersebut dinilai bukan sekadar kritik visual, melainkan sebuah penghinaan yang vulgar terhadap simbol kepala negara sekaligus mencederai akal sehat publik.

"Kami menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kemerosotan etika intelektual yang sangat memprihatinkan. Kampus yang seharusnya menjadi ruang lahirnya gagasan yang tajam, argumentasi yang matang, serta kritik yang bermartabat justru menghadirkan simbolisasi yang kasar, simplistik, dan provokatif. Ini bukan tradisi intelektual, melainkan sensasionalisme yang miskin gagasan," jata Sekjen Garda Keadilan, Haykal Mumtazul Hakim, Minggu (8/3/2026).

Lebih jauh, ilustrasi tersebut secara terang-terangan mereduksi kompleksitas kebijakan publik menjadi narasi murahan tentang “yang mengendalikan dan yang dikendalikan”. 

Menurut Haykal cara berpikir seperti ini menunjukkan kemalasan intelektual yang serius. Kebijakan publik dalam negara modern tidak lahir dari relasi personal antar individu, melainkan dari proses institusional yang panjang: kajian teknokratis, pembahasan politik di parlemen, serta mekanisme pengawasan dalam sistem demokrasi. 

"Mengabaikan seluruh proses tersebut dan menggantinya dengan karikatur yang menghina kepala negara bukanlah kritik, melainkan propaganda visual yang menyesatkan," lanjutnha.

Garis Depan (GARDA) Keadilan juga menilai bahwa arah narasi yang dibangun oleh BEM UGM mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin jauh dari diskursus substantif. 

Alih-alih menguji efektivitas kebijakan, transparansi anggaran, atau dampaknya terhadap masyarakat, mereka justru memilih jalur provokasi simbolik yang mempersonalisasi kebijakan negara. 

"Cara seperti ini tidak mencerdaskan publik, melainkan hanya menciptakan kegaduhan yang dangkal," ucapnya.

Program MBG sendiri merupakan bagian dari upaya negara memastikan generasi muda Indonesia memiliki fondasi kesehatan dan gizi yang kuat untuk menunjang kualitas pendidikan. Membenturkan program ini dengan sektor pendidikan secara sempit hanya menunjukkan kegagalan memahami pendekatan pembangunan manusia secara holistik.

Menurutnya yaang lebih memalukan lagi, ilustrasi yang menampilkan wajah Presiden Prabowo pada tubuh seekor sapi dengan tali kendali di tangan Teddy Indra Wijaya adalah tindakan yang keji, brutal secara moral, dan sangat tidak pantas dilakukan oleh organisasi mahasiswa yang mengklaim diri sebagai representasi intelektual kampus. 

Lebih ironis lagi, tindakan tersebut dilakukan pada momentum bulan Ramadhan, saat masyarakat seharusnya menjaga lisan, etika, serta kejernihan hati dalam menyampaikan kritik.

"Kami menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tidak pernah identik dengan kebebasan menghina. Demokrasi tidak pernah dibangun di atas penghinaan terhadap simbol negara. Kritik yang bermartabat seharusnya berdiri di atas data, analisis, dan argumentasi yang kuat bukan pada simbolisasi yang merendahkan dan mengundang kemarahan publik," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, Garis Depan Keadilan mengingatkan BEM UGM agar berhenti menjadikan sensasi sebagai panggung politik yang murahan. Tradisi intelektual tidak lahir dari karikatur yang menghina, melainkan dari keberanian berpikir serius, berdialog secara terbuka, dan menguji kebijakan secara rasional.

"Bangsa ini membutuhkan kontribusi intelektual yang membangun, bukan provokasi yang merusak ruang publik. Jika organisasi mahasiswa memilih jalan sensasi dan penghinaan sebagai metode kritiknya, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi organisasi tersebut, tetapi juga marwah dunia akademik itu sendiri," pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Selain Video, Viral Foto-foto Kondisi Mengkhawatirkan Setelah Gempa di NTT

Selain Video, Viral Foto-foto Kondisi Mengkhawatirkan Setelah Gempa di NTT

Media sosial dihebohkan dengan berbagai foto dan video, memperlihatkan kondisi setelah gempa di NTT.
BMKG Cabut Peringatan Tsunami, Sebagian Warga dan Wisatawan di Labuan Bajo Masih Mengungsi

BMKG Cabut Peringatan Tsunami, Sebagian Warga dan Wisatawan di Labuan Bajo Masih Mengungsi

BMKG cabut peringatan tsunami, sebagian warga dan wisatawan di Labuan Bajo masih mengungsi usai gempa M7,7 di NTT.
Menperin: Arahan Presiden Tekankan Industri Jadi Fondasi Ekonomi

Menperin: Arahan Presiden Tekankan Industri Jadi Fondasi Ekonomi

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya pertumbuhan ekonomi dan investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mempertegas posisi industri sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
PLN Terus Siaga Pemulihan Kelistrikan Pascagempa M7.7 di Laut Flores

PLN Terus Siaga Pemulihan Kelistrikan Pascagempa M7.7 di Laut Flores

General Manager PLN UIW Nusa Tenggara Timur, F Eko Sulistyono mengatakan saat ini tim PLN melakukan pemulihan secara bertahap di Nusa Tenggara Timur.
Jadi Penyebab Timnas Indonesia Tersingkir, Pelatih Thailand Buat Pernyataan Mengejutkan soal Singapura Jelang Semifinal Piala AFF 2026

Jadi Penyebab Timnas Indonesia Tersingkir, Pelatih Thailand Buat Pernyataan Mengejutkan soal Singapura Jelang Semifinal Piala AFF 2026

Pelatih Thailand Anthony Hudson menegaskan timnya tidak akan meremehkan Singapura di leg pertama babak semifinal Piala AFF 2026, Sabtu (15/08/2026) malam WIB.
Timnas Indonesia Hancurkan Arab Saudi 7-0, Garuda Pertiwi Puncaki Klasemen Grup A Srikandi Merdeka Cup

Timnas Indonesia Hancurkan Arab Saudi 7-0, Garuda Pertiwi Puncaki Klasemen Grup A Srikandi Merdeka Cup

Timnas Indonesia Putri U-16 tampil gemilang pada laga perdana Srikandi Merdeka Cup. Garuda Pertiwi puncaki Grup A setelah menang telak 7-0 atas Arab Saudi.

Trending

NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7, Gempa Terasa Hingga ke Lombok

NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7, Gempa Terasa Hingga ke Lombok

Gempa berkekuatan magnitude 7 mengguncang wilayah Nusa tenggara Timur (NTT). Gempa pun terasa hingga Pulau Lombok yang berada di Nusa Tenggara Barat (NTB).
NTT Diguncang Gempa, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

NTT Diguncang Gempa, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Pasca gempa magnitude 7,7 di NTT, Badan Meteorologi Kilimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan status potensi tsunami dua di sejumlah wilayah pesisir di NTT.
Geger, Pejabat Kota Banda Aceh Diciduk Satpol PP Terkait Dugaan Hubungan Sesama Jenis

Geger, Pejabat Kota Banda Aceh Diciduk Satpol PP Terkait Dugaan Hubungan Sesama Jenis

Seorang pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh dilaporkan telah diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH). 
Viral! Pria Kepergok Rekam Wanita Berjalan di Stasiun KRL Sudirman, KAI Buka Suara

Viral! Pria Kepergok Rekam Wanita Berjalan di Stasiun KRL Sudirman, KAI Buka Suara

Tampak dalam album di HP milik pelaku, kedua korban direkam saat tengah berjalan. Selanjutnya wanita tersebut menanyakan maksud dan tujuan pelaku memvideokan.
Lisa Mariana Ungkap Ada 5 Nama Artis Hingga Selebgram yang Terima Uang dari Ridwan Kamil, Sudah Diserahkan ke KPK

Lisa Mariana Ungkap Ada 5 Nama Artis Hingga Selebgram yang Terima Uang dari Ridwan Kamil, Sudah Diserahkan ke KPK

Selebgram Lisa Mariana kembali menjadi perhatian publik setelah mengungkap adanya informasi tambahan yang ia berikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Lewat Pinjaman Bank Dunia, Menkes Klaim Negara Hemat Rp10,5 Triliun untuk Pengadaan Alat Kesehatan

Lewat Pinjaman Bank Dunia, Menkes Klaim Negara Hemat Rp10,5 Triliun untuk Pengadaan Alat Kesehatan

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyebut negara hemat Rp10,52 triliun dalam pengadaan alat-alat kesehatan.
Viral Video Gempa di NTT, Orang-orang Berlarian dan Atap Gedung Roboh

Viral Video Gempa di NTT, Orang-orang Berlarian dan Atap Gedung Roboh

Hari ini (15/8) NTT dikabarkan terjadk gempa. Videonya pun viral di media sosial, mencuri perhatian warganet.
Selengkapnya

Viral