May Day 2026 di Monas Jadi Bukti Keberpihakan Negara ke Kelas Pekerja Bukan Sekadar Isapan Jempol
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Kehadiran Presiden RI, Prabowo Subianto dalam momentum May Day 2026 yang berlangsung di kawasan Monas dengan dihadiri berbagai kelompok buruh dinilai menjadi simbol pengakuan negara terhadap posisi strategis kelas pekerja dalam menopang arah ekonomi bangsa.
Keberpihakan negara bagi kelas pekerja semakin bukan isapan jempol semata selaiknya pidato Prabowo di tengah kelompok buruh tersebut yang berjanji meningkatkan kesejahteraan dan menata ulang sistem ketenagakerjaan melalui kebijakan yang konkret.
Langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kelas pekerja diantaranya dengan masuknya Danantara dalam struktur kepemilikan aplikator ojek online (ojol) agar dapat merealisasikan potongan berada pada kisaran 8 persen.
"Langkah ini dalam pandangan kami mencerminkan arah baru kebijakan ekonomi nasional yang lebih berani dimana negara tidak lagi hanya bertindak sebagai regulator, tetapi juga sebagai aktor yang hadir untuk memastikan keadilan dalam ekosistem ekonomi digital," kata Bendahara Umum PB SEMMI, Achmad Dony kepada awak media, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Dony menilai upaya penurunan potongan tersebut secara langsung berimplikasi pada peningkatan pendapatan pekerja sektor informal khususnya pengemudi ojol.
Kendati demikian, kata Dony, pendekatan ini juga harus dijaga dalam kerangka tata kelola yang transparan dan akuntabel.Â
"Negara harus memastikan bahwa kehadirannya tidak semata menggantikan peran kapital swasta, tetapi benar-benar menjadi instrumen keadilan sosial sebagaimana amanat konstitusi," jelasnya.
Dony memandang bahwa semangat Hari Buruh tidak boleh berhenti pada seremonial tahunan, melainkan kewajiban menjadi titik konsolidasi untuk membangun sinergi antara negara, pekerja, dan generasi muda.Â
Ia pun mempercayai arah kebijakan yang berpihak pada buruh jika dijalankan secara konsisten dan berintegritas akan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya Indonesia yang berdaulat secara ekonomi dan berkeadilan sosial.Â
"Dalam semangat nasionalisme dan keberpihakan pada rakyat, kami mendorong agar seluruh elemen bangsa terus mengawal dan memperkuat langkah-langkah progresif ini demi masa depan pekerja Indonesia yang lebih bermartabat," pungkasnya.(raa)
Load more