News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anak Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP Disebut Belum Masanya Tentukan Status Kewarganegaraan Sendiri, Dirjen AHU: Berarti Orang Tua Terlalu Mengintervensi Anaknya

Anak Dwi Sasetyaningtyas alumni LPDP disebut belum pada masanya menentukan status kewarganegaraan sendiri. 
Senin, 9 Maret 2026 - 11:39 WIB
Dwi Sasetyaningtyas
Sumber :
  • Instagram/sasetyaningtyas

Jakarta, tvOnenews.com - Anak Dwi Sasetyaningtyas alumni LPDP disebut belum pada masanya menentukan status kewarganegaraan sendiri. Hal ini diucapkan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Widodo saat menggelar jumpa pers di Jakarta, Kamis (26/2/2026) lalu. 

Menurut Widodo, apabila dilihat dari segi usia, anak Dwi Sasetyaningtyas belum pada masanya untuk menentukan status kewarganegaraan sendiri dalam hal ini berganti kewarganegaraan dari warga negara Indonesia (WNI) menjadi warga negara Inggris. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, menurut Widodo, Dwi Sasetyaningtyas berpotensi melanggar hak anaknya untuk menentukan status kewarganegaraan.

"Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Apalagi Undang-Undang Perlindungan Anak tidak boleh memaksakan segala sesuatu kepada hak atas anaknya. Berarti kan orang tua terlalu mengintervensi pada anaknya," katanya. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya merupakan WNI yang belajar di luar negeri dengan LPDP. 

Secara garis keturunan dan merujuk pada prinsip hukum kewarganegaraan, Widodo menyebut anak yang lahir dari pernikahan mereka langsung berstatus WNI.

Widodo memaparkan Inggris yang menjadi tempat domisili Dwi Sasetyaningtyas saat ini tidak menganut sistem ius soli atau kewarganegaraan otomatis berdasarkan tempat lahir.

Dengan kata lain, sambung dia, status kewarganegaraan tidak langsung diberikan sekalipun anak yang bersangkutan benar lahir di sana.

"Kalau tidak menganut tempat kelahiran dan tidak ada garis keturunan tentu garis keturunannya WNI, tempat itu dia tidak diakui. Berarti anak itu statusnya adalah WNI," ujar Widodo.

"Tentu ini menjadi pertanyaan. Apakah anaknya memang lahir di sana, di Inggris? Sementara Inggris termasuk salah satu negara yang tidak menganut ius soli, tidak berdasarkan kepada garis tempat kelahiran," sambungnya. 

Terkait unggahan Dwi Sasetyaningtyas yang memperlihatkan anaknya punya paspor Inggris dan telah menjadi warga negara Inggris, Ditjen AHU akan mengonfirmasinya lebih lanjut.

Sebab, menurut Widodo, Dwi Sasetyaningtyas belum berkoordinasi dengan Kementerian Hukum mengenai kewarganegaraan anaknya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Inggris mengenai status kewarganegaraan anak Dwi Sasetyaningtyas.

"Apakah itu sebatas pernyataan di media sosial, apakah memang menjadi kehendak resmi yuridis yang dituangkan untuk berkaitan status bagi anaknya," terangnya. 

Sebelumnya, pada 20 Februari 2026, Dwi Sasetyaningtyas mengunggah video yang kini menjadi sorotan. 

Di video tersebut, alumni LPDP itu memperlihatkan paspor milik anak keduanya yang baru saja memperoleh kewarganegaraan Inggris.

Dia juga mengatakan kalimat yang menuai kontroversi karena dinilai merendahkan akses paspor Indonesia dan dianggap tidak menunjukkan kebanggaan sebagai WNI.

Kalimat itu, yakni “Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan”. Setelah dirinya menjadi sorotan, Dwi Sasetyaningtyas akhirnya meminta maaf. 

“Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai WNI,” demikian salah satu ungkapan permintaan maafnya. 

“Untuk itu saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik. Apapun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya,” sambung dia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengaku menghargai setiap kritik dan masukan untuk dijadikan pembelajaran memperbaiki dirinya. 

“Saya mencintai Indonesia dengan segala harapan dan tantangan. Semoga saya tetap bisa terus berkontribusi untuk Indonesia hari ini dan di masa depan,” katanya. (ant/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Kecepatan informasi membawa konsekuensi tersendiri bagi lembaga publik. Ketika informasi resmi belum tersedia, ruang komunikasi dapat dengan cepat dipenuhi
Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Kemewahan fasilitas Lapas IIA Cibinong kini menjadi sorotan publik setelah Ombudsman melakukan pemeriksaan. Klaster mewah disebut merupakan rumah dinas jabatan
Revolusi Hati, Prekuel 5 cm yang Bongkar Masa Lalu Zafran dan Petualangan di Laut Sebelum Bertemu Genta

Revolusi Hati, Prekuel 5 cm yang Bongkar Masa Lalu Zafran dan Petualangan di Laut Sebelum Bertemu Genta

5cm: Revolusi Hati menjadi prekuel 5 cm yang mengungkap masa remaja Zafran sebelum bertemu Genta dan kawan-kawan, dengan petualangan hingga bawah laut.
Temuan Lapas Mewah di Cibinong, Kemen Imipas Periksa 52 Warga Binaan

Temuan Lapas Mewah di Cibinong, Kemen Imipas Periksa 52 Warga Binaan

Temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor turut menyorot perhatian publik.
Dorong Perempuan Berdaya dan Mandiri, Pertamina Patra Niaga Inisiasi CSR  Berbasis Potensi Lokal di 3 Daerah

Dorong Perempuan Berdaya dan Mandiri, Pertamina Patra Niaga Inisiasi CSR  Berbasis Potensi Lokal di 3 Daerah

Pertamina Patra Niaga mendesain program CSR berbasis potensi lokal di 3 daerah untuk mendorong perempuan lebih mandiri, produktif, dan berperan aktif di lingkungan.
Apa Itu PolyPhil? Mengenal Skin Booster Berbasis DNA Trout dan Apa Manfaatnya untuk Kulit?

Apa Itu PolyPhil? Mengenal Skin Booster Berbasis DNA Trout dan Apa Manfaatnya untuk Kulit?

PolyPhil, perawatan berbasis polynucleotide dari DNA trout. Kenali cara kerja, potensi manfaat, bukti penelitian, dan keterbatasannya. Sebagai salah satu bahan

Trending

Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Kecepatan informasi membawa konsekuensi tersendiri bagi lembaga publik. Ketika informasi resmi belum tersedia, ruang komunikasi dapat dengan cepat dipenuhi
Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Kemewahan fasilitas Lapas IIA Cibinong kini menjadi sorotan publik setelah Ombudsman melakukan pemeriksaan. Klaster mewah disebut merupakan rumah dinas jabatan
Revolusi Hati, Prekuel 5 cm yang Bongkar Masa Lalu Zafran dan Petualangan di Laut Sebelum Bertemu Genta

Revolusi Hati, Prekuel 5 cm yang Bongkar Masa Lalu Zafran dan Petualangan di Laut Sebelum Bertemu Genta

5cm: Revolusi Hati menjadi prekuel 5 cm yang mengungkap masa remaja Zafran sebelum bertemu Genta dan kawan-kawan, dengan petualangan hingga bawah laut.
Temuan Lapas Mewah di Cibinong, Kemen Imipas Periksa 52 Warga Binaan

Temuan Lapas Mewah di Cibinong, Kemen Imipas Periksa 52 Warga Binaan

Temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor turut menyorot perhatian publik.
Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Selengkapnya

Viral