TPST Bantargebang Nyaris Penuh, Pramono Siapkan Zona Baru dan Wajibkan Pemilahan Sampah
- dok. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta
“Jadi 1.000 ton per hari, itu sudah sangat baik untuk operasional di Rorotan pada saat ini dan itu akan mengurangi sampah secara signifikan mungkin sekitar 1.000-1.500 lah,” imbuhnya.
Lebih jauh, Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta juga akan mulai menerapkan sistem pemilahan sampah dari sumbernya, sesuatu yang selama ini belum berjalan secara maksimal di ibu kota.
“Yang kedua, jadi jumlah sampah saya akan memulai untuk pemilahan sampah itu sudah dilakukan, tidak semuanya harus dikirimkan ke Bantargebang atau ke tempat-tempat penampungan sampah,” tutur Pramono.
Ia mengakui selama ini sebagian besar sampah dari Jakarta langsung dikirim ke Bantargebang tanpa proses pemisahan terlebih dahulu.
“Karena sekarang ini hampir sebagian besar tidak dilakukan pemisahan kemudian dikirim ke Bantargebang. Untuk itu Pemerintah DKI Jakarta sesuai dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup kami akan melakukan pemisahan,” tandas dia.
Langkah tersebut diambil setelah tragedi longsor gunungan sampah setinggi sekitar 50 meter di Zona IV TPST Bantargebang pada Minggu (8/3/2026) yang menewaskan empat orang.
Insiden itu menjadi pengingat keras bahwa kapasitas Bantargebang yang selama ini menampung ribuan ton sampah Jakarta setiap hari sudah mendekati batas kritis. (agr/nsi)
Load more