Dapat Dukungan dari Dedi Mulyadi, Program Sasapu Bandung Diperluas hingga Camat-Lurah Wajib Turun Langsung ke Lapangan
- Rubby Jovan-Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Dapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM, Program Sasapu Bandung diperluas. Bahkan, camat hingga lurah pun diwajibkan untuk turun langsung ke lapangan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan program ini dilakukan sebagai upaya penanganan kebersihan Kota Bandung.
Tidak hanya bersifat simbolis, Farhan menyebut Sasapu Bandung juga menjadi langkah konkret untuk memastikan kebersihan kota ditangani secara langsung dan terukur.
“Ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih. Ini adalah gerakan perubahan pola kerja dan pola pikir. Aparat kewilayahan harus turun langsung dan melihat kondisi nyata di lapangan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Farhan menyebut keterlibatan aparat wilayah dalam program ini merupakan salah satu ciri utamanya.
“Salah satu ciri utama Program Sasapu Bandung adalah keterlibatan langsung aparat kewilayahan. Camat dan lurah diwajibkan turun langsung ke lapangan setiap hari Minggu mulai pukul 04.00-07.00 WIB,” kata Farhan.
Bukan tanpa alasan, Farhan ingin para pemimpin wilayah tidak hanya menerima laporan administratif, tapi juga memahami kondisi sesungguhnya di lapangan termasuk titik-titik rawan sampah.
Farhan menegaskan kegiatan ini menjadi sarana evaluasi langsung terhadap kinerja aparat kewilayahan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Adapun Program Sasapu Bandung merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Program ini juga mendapat dukungan langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Kolaborasi ini menjadi salah satu strategi percepatan penanganan persoalan kebersihan di Kota Bandung yang masih menghadapi berbagai tantangan struktural,” jelas Farhan.
Sebelumnya, program tersebut hanya dilaksanakan di 46 titik. Karena kolaborasi ini, program diperluas menjadi 181 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung.
“Perluasan ini dilakukan setelah evaluasi awal menunjukkan masih banyak titik yang membutuhkan penanganan intensif,” pungkasnya. (ant/nsi)
Load more