News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Warga Jakarta Selatan Ceritakan Suasana Ramadan di Negeri Matahari Terbit: Tak Ada Azan Berkumandang, Waktu Puasa Lebih Cepat

Seorang warga asal Jakarta Selatan, Kania Hanna (25), menceritakan momen ketidaksengajaannya berpergian bersama keluarganya ke luar negeri saat bulan Ramadan 2026. 
Selasa, 10 Maret 2026 - 08:52 WIB
Warga Jakarta Selatan Ceritakan Suasana Ramadan di Negeri Matahari Terbit
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang warga asal Jakarta Selatan, Kania Hanna (25), menceritakan momen ketidaksengajaannya berpergian bersama keluarganya ke luar negeri saat bulan Ramadan 2026. 

Kania menyebutkan selama hampir seminggu dirinya merasakan sahur dan berbuka puasa bersama keluarganya di Negeri Matahari Terbit

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, memang sudah rencana dari tahun 2025 Kania ingin berlibur ke Jepang.

“Aku ke Jepang dalam rangka liburan keluarga aja. Ke sana berlima sejujurnya karena salah beli (tiket) tanggal aja sih. Enggak tahu kalau lagi puasa. Beli tiket sekitar bulan Oktober atau November,” kata Kania, saat dihubungi, Selasa (10/3/2026).

“Mau reschedule juga enggak bisa jadi ya sudah mindset awalnya sebenarnya coba dulu puasa, tetap sahur. Tapi malah ternyata enggak kerasa banget. Karena happy juga sih sambil jalan-jalan dan sightseeing,” sambungnya.

Kania mengaku saat menjalankan ibadah puasa di Jepang tidak ada kesulitan yang dihadapi. Hal ini karena banyaknya tempat wisata yang dikunjungi, sehingga membuatnya lupa dengan waktu.

Terlebih di Jepang sedang musim dingin. Kania tidak merasakan haus dan lelah.

“Menurut aku sebagai turis di Jepang dan berpuasa enggak sulit. Karena destinasi yang dituju banyak banget, jadinya lupa waktu. Tiba-tiba sudah sore, enggak lama lagi buka puasa. Aku ke sana pas lagi dingin, jadi enggak keringetan sama sekali, enggak kerasa capek,” terang Kania.

Namun, salah satu yang berbeda dari momen puasa di Indonesia, yaitu di Negeri Sakura ini tidak ada suara lantunan azan yang berkumandang.

Kania dan keluarganya mengandalkan sebuah aplikasi dan juga informasi jam waktu berbuka puasa dari media sosial.

“Yang bedain puasa di sana enggak ada azan. Jelas enggak ada yang bangunin sahur di sekitar rumah. Kalau sore beli makan buat buka juga enggak pakai war takjil,” ungkap Kania.

Tetapi, Kania mengungkapkan hal yang menyenangkan liburan di Jepang sambil berpuasa adalah waktu berbuka puasa yang lebih cepat dibanding di Indonesia. 

“Kebetulan buat puasa di Jepang lebih cepat, sekitar jam 4.40 waktu Jepang azan subuh, jam 17.30 waktu Jepang sudah buka puasa. Karena masih masuk winter kali ya jadi terbenamnya matahari lebih cepat,” tutur Kania.

Kania juga menerangkan menjadi umat muslim tidak ada kekhawatiran saat membeli makanan di sana. Sebab, banyak toko yang sudah menyediakan makanan dan minuman halal.

“Yang menarik buat aku ternyata sudah mulai ada toko-toko yang nyediain pilihan halal. Salah satunya waktu itu aku ke restoran di daerah Akihabara, dia sudah sertifikasi halal. Terus waktu aku ke Disneyland, mereka nyediain tempat salat, namanya Quiet Room, disediakan tempat wudhu juga,” beber Kania.

“Waktu aku ke Sensoji Temple itu juga ada yang nyediain oleh-oleh khas Jepang yang sudah sertifikasi halal. Sebenernya most of the time aku di Tokyo aja, tapi ada satu hari aku pergi ke Fuji. Karena mungkin Fuji itu destinasi banyak turis Asia Tenggara, jadi banyak makanan halal dan tempat salat, jadi aman. Even ada penjual, orang Jepang asli, tapi bisa bahasa Indonesia,” jelasnya.

Keseruan yang dirasakan Kania selama liburan ternyata tidak menghilangkan rasa rindunya merasakan puasa di Indonesia. 

Menurutnya, berburu takjil di Indonesia saat bulan Ramadan merupakan yang paling dinantikan dirinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena saat berbuka puasa di Jepang, warga Jakarta Selatan ini langsung makan berat tanpa makan kudapan.

Enggak ada sama sekali gorengan, es buah dan segala macam takjil di Indonesia. Jadi langsung makan besar aja pas buka puasa. Jujur pas di sana kangen buka puasa kayak di Indonesia. Craving tempe mendoan, tapi enggak ada di sana,” kata Kania. (ars/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Purbaya Soroti Tarif LoLo Jomplang, Kemenhub Bakal Diajak Bereskan Biaya Depo Peti Kemas

Purbaya Soroti Tarif LoLo Jomplang, Kemenhub Bakal Diajak Bereskan Biaya Depo Peti Kemas

Purbaya Yudhi Sadewa akan menggandeng Kemenhub membahas disparitas tarif jasa LoLo depo peti kemas kosong yang lebih mahal di luar pelabuhan.
Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Fakta baru ditemukan dalam kasus mutilasi Depok. Fakta barunya, yakni pelaku mengidap HIV. Selama ini dia rutin kontrol dan membeli obat.
Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Rp8,57 Miliar sepanjang Semester I-2026, Berkat Perluasan Akses Pasar

UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Rp8,57 Miliar sepanjang Semester I-2026, Berkat Perluasan Akses Pasar

Berkat perluasan akses pasar, UMKM binaan Pertamina mencatatkan omzet sebesar Rp8,57 miliar sepanjang semester I 2026 melalui berbagai pameran regional hingga internasional.
Pemkab Tapteng Percepat Realisasi TKD Rp 123,727 Miliar Untuk Pemulihan Pascabencana

Pemkab Tapteng Percepat Realisasi TKD Rp 123,727 Miliar Untuk Pemulihan Pascabencana

Pemkab Tapteng menegaskan komitmen penuh untuk mempercepat realisasi dan penggunaan TKD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp123,727 miliar, sebagai instrumen anggaran untuk mempercepat penanganan, rehabilitasi, rekonstruksi dan pemulihan masyarakat pascabencana.
Gali Memori Kolektif, Kelompok Riset FIB UI Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan di Candi Cangkuang Garut

Gali Memori Kolektif, Kelompok Riset FIB UI Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan di Candi Cangkuang Garut

Kelompok Riset KR NEXUS FIB UI mendorong upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis memori kolektif, sejarah lokal, dan pengetahuan masyarakat adat di Candi Cangkuang dan Kampung Pulo.

Trending

Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Fakta baru ditemukan dalam kasus mutilasi Depok. Fakta barunya, yakni pelaku mengidap HIV. Selama ini dia rutin kontrol dan membeli obat.
Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
Istana Kaget Ada Siswa Sekolah Rakyat Lolos Seleksi Calon Paskibraka Nasional, Ini Sosoknya

Istana Kaget Ada Siswa Sekolah Rakyat Lolos Seleksi Calon Paskibraka Nasional, Ini Sosoknya

Siswa Sekolah Rakyat berhasil menembus seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional yang akan bertugas dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.
Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Media Sosial Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Media Sosial Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Kehadiran media sosial kini bukan lagi sekadar panggung hiburan, melainkan telah bertransformasi menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi mikro.
FIFA Resmi Cabut Sanksi Persib Bandung, Robert Rene Alberts Akhirnya Bikin Klarifikasi: Saya Sebenarnya Tak Mau

FIFA Resmi Cabut Sanksi Persib Bandung, Robert Rene Alberts Akhirnya Bikin Klarifikasi: Saya Sebenarnya Tak Mau

Mantan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, akhirnya membuat klarifikasi soal laporannya yang menyebabkan klub dihukum. FIFA sempat menjatuhkan hukuman kepada Maung Bandung, namun akhirnya mencabutnya.
Profil Bilal Hasan, Petarung MMA Indonesia yang Resmi Raih Kontrak UFC

Profil Bilal Hasan, Petarung MMA Indonesia yang Resmi Raih Kontrak UFC

Menilik profil singkat Bilal Hasan, petarung MMA Indonesia yang baru saja meraih kontrak UFC usai tampil gemilang di Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 pada Rabu (12/8/2026) pagi WIB.
Selengkapnya

Viral