Istana Pastikan Stok Beras Aman di Tengah Gejolak Timur Tengah, Cadangan Nasional Tembus 3,7 Juta Ton
- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah memastikan pasokan beras nasional berada dalam kondisi sangat aman meski dunia tengah diliputi ketidakpastian akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Cadangan pangan strategis Indonesia bahkan disebut berada pada level yang kuat untuk menghadapi potensi krisis global.
Kepala Staf Kantor Staf Presiden Muhammad Qodari menyatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah stabilisasi guna menjaga pasokan dan harga beras tetap terkendali selama Ramadan.
Salah satu langkah utama dilakukan melalui program Badan Pangan Nasional lewat skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah.
Hingga awal Maret 2026, penyaluran beras SPHP telah mencapai lebih dari 7,3 juta kilogram, dengan distribusi terbesar dilakukan melalui instansi pemerintah serta jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).
“Per 9 Maret 2026, ini update-nya teman-teman, stok beras tercatat mencapai 3.743.780 ton atau sekitar 144 persen dari kebutuhan, sehingga komunitas beras ini adalah cadangan yang paling kuat,” kata Qodari di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).
Menurut Qodari, kebijakan penguatan ketahanan pangan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto sejak awal memang dirancang sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi krisis, baik yang dipicu bencana maupun gejolak global.
“Artinya, pemerintah tidak menunggu krisis terjadi, tetapi sudah menyiapkan pondasi agar ketika ada gejolak internasional, termasuk konflik regional, seperti yang sekarang sedang terjadi di Timur Tengah, Indonesia memiliki ketahanan pangan yang kuat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pada 7 Januari 2026, Presiden Prabowo telah mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras. Pencapaian tersebut merujuk pada data Badan Pusat Statistik yang mencatat produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, melampaui kebutuhan domestik sekitar 31,08 juta ton.
Produksi tersebut meningkat sekitar 13,36 persen atau setara 4 juta ton dibandingkan produksi tahun 2024 yang berada pada level 30,62 juta ton.
Pemerintah menilai lonjakan produksi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus mempertebal cadangan strategis negara.
Data terbaru menunjukkan total ketersediaan beras nasional pada Maret 2026 diperkirakan mencapai 27,9 juta ton. Angka tersebut terdiri dari stok Perum Bulog sekitar 3,76 juta ton yang diproyeksikan meningkat hingga 5 juta ton dalam dua bulan ke depan, cadangan masyarakat sekitar 12,5 juta ton, serta standing crop padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.
Load more