News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Program Makan Bergizi Gratis Dorong Ekonomi Daerah, Pembangunan Dapur MBG Terus Diperluas

Program Makan Bergizi Gratis dorong ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja. BGN terus memperluas pembangunan dapur MBG untuk mendukung distribusi makanan bergizi.
Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:35 WIB
Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur MBG Polres Blora, Jawa Tengah. ANTARA/Gunawan
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah mulai menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan di berbagai daerah. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian lokal.

Melalui peningkatan permintaan bahan pangan seperti beras, telur, ikan, dan sayuran, program MBG ikut menggerakkan rantai pasok sektor pertanian, perikanan, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kondisi ini membuat berbagai pelaku usaha lokal mendapatkan tambahan permintaan yang cukup besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, program ini juga mendorong aktivitas ekonomi di tingkat daerah karena distribusi bahan pangan dilakukan secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan dapur produksi MBG.

Pembangunan Dapur MBG Jadi Pusat Operasional Program

Untuk mendukung pelaksanaan program, pemerintah membangun dapur produksi yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dapur-dapur ini menjadi pusat operasional penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat.

Setiap unit dapur MBG diperkirakan mampu menyerap sekitar 30 hingga 50 tenaga kerja. Jika target pembangunan mencapai puluhan ribu unit di seluruh Indonesia, maka potensi penyerapan tenaga kerja bisa mencapai sekitar 1,5 juta orang.

Keberadaan dapur MBG juga memperkuat sistem distribusi makanan karena proses produksi dan penyaluran dilakukan secara terorganisasi melalui jaringan SPPG di berbagai wilayah.

UMKM dan Petani Lokal Ikut Terdorong

Program MBG turut memberikan dampak langsung terhadap sektor UMKM dan produsen pangan lokal. Ribuan pelaku usaha dilibatkan dalam rantai pasok bahan baku untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.

Permintaan bahan pangan dalam jumlah besar mendorong petani, peternak, dan nelayan meningkatkan kapasitas produksinya. Hal ini sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi rakyat di daerah.

Meski demikian, sebagian pihak juga menyoroti potensi pergeseran usaha bagi penyedia katering sekolah yang sebelumnya sudah beroperasi sebelum program MBG dijalankan.

Tantangan Keamanan Pangan dan Tata Kelola

Di balik dampak ekonomi yang besar, program MBG juga menghadapi sejumlah tantangan dalam pelaksanaannya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah aspek keamanan pangan di dapur produksi.

Dari ribuan dapur yang telah beroperasi, sebagian di antaranya belum memiliki sertifikasi laik higiene sanitasi. Kondisi ini menjadi perhatian penting karena berkaitan dengan kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat.

Selain itu, terdapat pula isu terkait status tenaga kerja di dapur MBG yang sebagian masih berstatus harian atau relawan tanpa kontrak kerja formal. Hal ini menimbulkan kerentanan dari sisi ketenagakerjaan yang perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan program ke depan.

Reformasi Tata Kelola Dinilai Penting

Sejumlah pengamat juga menilai bahwa penguatan sistem pengawasan sangat diperlukan agar program MBG berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Beberapa tantangan yang perlu dibenahi antara lain sistem jaminan keamanan pangan, standar operasional dapur, serta potensi praktik mark-up bahan baku untuk menutup biaya operasional.

Dengan perbaikan tata kelola yang berkelanjutan, program MBG diharapkan dapat terus memberikan manfaat gizi bagi masyarakat sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah.

BGN Bangun Dapur MBG Baru di Kota Serang

Seiring dengan perluasan program MBG secara nasional, Badan Gizi Nasional (BGN) juga terus memperkuat infrastruktur dapur produksi di berbagai daerah. Salah satunya melalui pembangunan dapur MBG di kawasan Masjid Agung Ats-Tsauroh, Kota Serang, Banten.

Pembangunan dapur ini ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan SPPG untuk mendukung distribusi makanan bergizi bagi masyarakat.

BGN menyatakan dapur tersebut nantinya akan menjadi pusat produksi makanan bergizi yang dikelola melalui sistem SPPG agar distribusi makanan kepada penerima manfaat dapat berjalan lebih efektif dan terstandarisasi.

Dampak Ekonomi di Kota Serang Capai Rp100 Miliar

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menyampaikan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung pelaksanaan program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengatakan keberadaan dapur MBG telah memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi Kota Serang.

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 80 hingga 90 dapur MBG yang beroperasi di wilayah tersebut. Kehadiran dapur tersebut memicu perputaran ekonomi hingga mencapai sekitar Rp100 miliar setiap bulan.

“Dengan adanya dapur MBG, perputaran uang di Kota Serang sebulan bisa mencapai Rp100 miliar. Jadi dalam setahun hampir Rp1,2 triliun, sementara APBD kita hanya sekitar Rp1,6 triliun,” ujar Nur Agis.

Ia menilai dampak ekonomi tersebut sangat besar karena banyak UMKM serta pelaku usaha lokal yang mendapatkan pesanan dalam jumlah besar.

UMKM dan Produsen Lokal Kebanjiran Pesanan

Nur Agis menambahkan bahwa banyak pelaku UMKM mengalami lonjakan permintaan sejak program MBG berjalan. Bahkan sebagian produsen makanan mengaku kewalahan karena peningkatan pesanan yang sangat signifikan.

Ia mencontohkan produsen roti yang biasanya memproduksi sekitar 100 unit per hari kini harus memenuhi permintaan hingga ribuan unit.

“Biasanya produksi roti sehari 100, sekarang bisa sampai 2.000. Ini menunjukkan dampak ekonomi yang luar biasa,” katanya.

Karena itu, pemerintah daerah menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan program MBG serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan program tersebut berjalan optimal.

Dapur MBG Diharapkan Percepat Distribusi Makanan Bergizi

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Gizi Nasional bidang Komunikasi Publik, Irjen Sony Sonjaya, mengatakan pembangunan dapur MBG di Serang merupakan langkah konkret untuk memperkuat infrastruktur program di daerah.

Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan dapat mempercepat distribusi makanan bergizi kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, balita, serta kelompok rentan di sekitar kawasan masjid.

“Pembangunan dapur MBG ini adalah langkah nyata agar pelayanan gizi kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” kata Sony.

Ia juga berharap dapur MBG di Serang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengembangan fasilitas serupa.

Sinergi Ekonomi Rakyat Perkuat Program MBG

Dalam rangka mendukung program MBG, BGN juga menggelar kegiatan bertajuk “Sinergi Ekonomi Rakyat” pada 10 hingga 12 Maret 2026 di wilayah Serang, Banten.

Kegiatan ini mempertemukan pengelola dapur SPPG dengan kelompok tani setempat guna memastikan pasokan bahan baku yang sehat dan memenuhi standar keamanan pangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, acara tersebut juga diisi dengan rapat koordinasi yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari kepala dapur SPPG, pengawas gizi, pengawas keuangan, juru masak, hingga perwakilan yayasan mitra.

Diskusi tersebut bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBG agar dapur SPPG di wilayah Banten dapat berjalan lebih optimal dan memberikan kontribusi maksimal bagi program pemenuhan gizi nasional. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Enam Orang Diduga Hendak Tawuran Diamankan di Tangerang Selatan, Barang Bukti Sembilan Sajam Disita

Enam Orang Diduga Hendak Tawuran Diamankan di Tangerang Selatan, Barang Bukti Sembilan Sajam Disita

Sejumlah orang yang berkelompok diduga hendak melakukan aksi tawuran di Gang Nurul Huda, Ciputat, Tangerang Selatan, berhasil diamankan. 
Harga Emas Antam Hari Ini 5 Agustus 2026 Turun Lagi, Kini di Angka Rp2.599.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini 5 Agustus 2026 Turun Lagi, Kini di Angka Rp2.599.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini 5 Agustus 2026 terpantau turun lagi. Harga emas Antam hari ini turun tipis Rp4.000 menjadi Rp2.599.000 per gram.
Rupiah Menguat ke Rp17.960 per Dolar AS usai Rilis Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Juni 2026

Rupiah Menguat ke Rp17.960 per Dolar AS usai Rilis Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Juni 2026

Rupiah menguat ke Rp17.960 per dolar AS usai rilis defisit neraca perdagangan US$450 di Juni 2026. 
Setelah Dirikan Tenda, Massa Pembela Roy Uryo Cs Kembali Kepung Pengadilan Negeri Jakarta Timur

Setelah Dirikan Tenda, Massa Pembela Roy Uryo Cs Kembali Kepung Pengadilan Negeri Jakarta Timur

Massa yang tergabung dalam Gerakan Aksi Koalisi Masyarakat Sipil (GERAK Masyarakat Sipil) kembali menggelar aksi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (4/8).
5 Zodiak Paling Beruntung soal Cinta Besok 6 Agustus 2026: Pisces Makin Romantis, Leo Siap Dapat Kejutan Manis

5 Zodiak Paling Beruntung soal Cinta Besok 6 Agustus 2026: Pisces Makin Romantis, Leo Siap Dapat Kejutan Manis

Ramalan cinta besok 6 Agustus 2026 memprediksi lima zodiak paling beruntung dalam urusan asmara. Simak siapa saja.
Viral! Bocah Diajak Promosikan Vape, Bigmo Terancam Jerat UU Perlindungan Anak

Viral! Bocah Diajak Promosikan Vape, Bigmo Terancam Jerat UU Perlindungan Anak

Kreator konten Bigmo dijadwalkan dipanggil Polda Metro Jaya setelah viral melibatkan anak di bawah umur dalam promosi vape. Kasus ini turut disorot Komdigi.

Trending

Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo terus dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini KPK menyebut  ada tiga surat perintah penyidikan (sprindik) terkait pengembangan kasus tersebut. 
Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Berbagai pihak turut serta mendorong kemajuan UMKM di tanah air termasuk transformasi pembayaran digital.
Rumor Nikita Mirzani Bebas Agustus 2026 Makin Ramai, Ditjenpas Akhirnya Buka Suara

Rumor Nikita Mirzani Bebas Agustus 2026 Makin Ramai, Ditjenpas Akhirnya Buka Suara

Isu mengenai kemungkinan Nikita Mirzani bebas pada Agustus 2026 terus menjadi perbincangan hangat di media sosial dan berbagai platform digital.
Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Perempuan berinisial DM (45), warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang ditangkap atas dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial mengakui perbuatannya.
Wika Salim Tiba-tiba Curhat Soal Fitnah, Dituding Jadi PSK Karena Sering Pulang Malam

Wika Salim Tiba-tiba Curhat Soal Fitnah, Dituding Jadi PSK Karena Sering Pulang Malam

Penyanyi dangdut Wika Salim kembali menjadi perhatian publik setelah membagikan kisah masa lalunya yang penuh perjuangan.
Karung Misterius Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok Diidentifikasi, Nyaris Dibakar Sebelum Bagian Tubuh Terlihat

Karung Misterius Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok Diidentifikasi, Nyaris Dibakar Sebelum Bagian Tubuh Terlihat

Kawasan Tanah Merah, Jalan Kavling Depkes, RT 03/RW 17, Kelurahan/Kecamatan Pancoran Mas, Depok digegerkan dengan adanya penemuan karung misterius berisi jasad pria. 
KPK Buka Peluang Periksa Pihak Lain Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong

KPK Buka Peluang Periksa Pihak Lain Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpeluang untuk memeriksa pihak lain dalam pengembangan kasus yang menjerat Bupati Rejang Lebong nonaktif, M Fikri Thobari.
Selengkapnya

Viral