Jaringan Senjata untuk KKB Terbongkar, 5 Orang Jadi Tersangka dan Ratusan Amunisi Disita
- Antara
Papua, tvOnenews.com - Tim gabungan yang terdiri dari personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 dan Polda Papua berhasil membongkar jaringan jual beli senjata api dan amunisi yang diduga akan dipasok kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Yahukimo dan Yalimo.
Pengungkapan jaringan tersebut dilakukan setelah aparat melakukan serangkaian penangkapan di sejumlah wilayah di Papua, termasuk Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.
Dalam operasi tersebut, aparat awalnya mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam jaringan pembelian senjata untuk KKB. Dari jumlah tersebut, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Lima Orang Ditetapkan sebagai Tersangka
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan penangkapan terhadap para pelaku dilakukan pada Kamis (12/3).
“Awalnya ditangkap delapan orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut,” ujar Yusuf Sutejo di Jayapura, Sabtu (14/3).
Setelah dilakukan pemeriksaan awal, penyidik menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Kelima tersangka memiliki peran yang berbeda dalam jaringan pembelian senjata untuk KKB, yaitu:
-
SP (38) berperan sebagai pencari sekaligus pembeli senjata api rakitan dan amunisi
-
OB (22) alias Bakuru bertindak sebagai penyumbang dana pembelian senjata rakitan dan amunisi sekitar Rp122 juta
-
YP (35) berperan sebagai penyumbang dana pembelian amunisi sekitar Rp13 juta
-
MKM (39) membantu mengantarkan serta mempertemukan pihak pembeli dengan penjual senjata api
-
DK (35) bertindak sebagai perantara dalam transaksi senjata api dan amunisi
Sementara itu, tiga orang lainnya yang sebelumnya diamankan masih berstatus sebagai saksi karena penyidik masih mendalami peran mereka dalam jaringan tersebut.
Senjata Rakitan dan Ratusan Amunisi Diamankan
Dalam pengungkapan kasus ini, tim gabungan juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas jaringan tersebut.
Barang bukti yang disita antara lain:
-
1 pucuk senjata api rakitan laras panjang
-
298 butir amunisi berbagai kaliber
-
5 buah magasin senjata
-
Beberapa unit telepon genggam
-
Tas dan dokumen identitas para pelaku
Barang bukti tersebut diduga akan digunakan untuk mendukung aktivitas kelompok KKB di wilayah pegunungan Papua.
Modus Kirim Orang ke Jayapura Cari Senjata
Menurut Yusuf Sutejo, jaringan tersebut menggunakan modus dengan mengutus sejumlah orang dari wilayah pegunungan untuk mencari pemasok senjata di wilayah Jayapura.
Setelah menemukan pihak yang dapat menyediakan senjata api dan amunisi, transaksi kemudian dilakukan sebelum barang tersebut dibawa kembali ke wilayah operasi KKB.
“Modus operandi yang digunakan para pelaku yakni mengutus beberapa orang dari wilayah pegunungan menuju Jayapura untuk mencari jaringan atau pihak yang dapat menyediakan senjata api dan amunisi,” jelas Yusuf.
Jika senjata dan amunisi sudah diperoleh, barang tersebut kemudian akan dibawa kembali ke daerah operasi kelompok tersebut.
Diduga Dipasok ke KKB Yahukimo dan Yalimo
Aparat menduga senjata api dan amunisi yang dibeli melalui jaringan ini rencananya akan dipasok kepada kelompok KKB yang beroperasi di wilayah Yahukimo dan Yalimo.
Kedua wilayah tersebut merupakan daerah pegunungan yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi aktivitas kelompok bersenjata di Papua.
Karena itu, pengungkapan jaringan ini dinilai penting untuk mencegah masuknya senjata ke tangan kelompok bersenjata yang berpotensi mengganggu keamanan.
Polisi Masih Dalami Jaringan yang Lebih Luas
Meski lima tersangka telah ditetapkan, penyidik masih terus melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.
Aparat juga masih mendalami sumber senjata api rakitan dan amunisi yang diperjualbelikan oleh para pelaku.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah jaringan tersebut merupakan bagian dari rantai distribusi senjata ilegal yang lebih besar di Papua.
Pengungkapan kasus ini menjadi bagian dari upaya aparat keamanan untuk memutus jalur pasokan senjata dan amunisi kepada kelompok bersenjata di wilayah Papua. (ant/nsp)
Load more