Menguak Tabir Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Mulai Telepon Misterius hingga Rumah Didatangi
- Istimewa
Setelahnya, Andrie meninggalkan kantor YLBHI dan sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini sebelum pulang menggunakan sepeda motor.
Kemudian, sekira pukul 23.37 WIB, Andrie melintas di Jalan Salemba I menggunakan sepeda motornya.
Saat melintasi kawasan Talang, ia melihat dari kejauhan sebuah sepeda motor yang dikendarai dua orang melawan arah.
Ketika kedua kendaraan berpapasan, pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.
Cairan itu mengenai bagian kanan tubuh Andrie, terutama mata, wajah, dada, dan tangan.
Korban langsung berteriak kesakitan hingga menghentikan motornya dan terjatuh.
Sebelum insiden penyiraman itu, rumah keluarga Andrie Yunus di Sukabumi, Jawa Barat, ternyata pernah didatangi orang tak dikenal (OTK) pada 16 Januari 2026 lalu.
"Tadi saya berkomunikasi sama ayahnya Andrie, sekitar bulan Januari ada orang tidak dikenal yang mendatangi rumah Andri di daerah Sukabumi, Jawa Barat," kata Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
OTK tersebut disinyalir mencari tahu informasi ihwal Andrie dan keluarganya.
Pihak KontraS menduga hal itu berkaitan dengan relasi aktivitas yang dilakukan Andrie dalam lingkup kerjanya sebagai pekerja pada bidang HAM.
"Jadi tadi saya sempat dikasih bukti CCTV saat ada orang tidak dikenal yang mengaku dari Jakarta berpelat nomor D," beber Dimas.
Untuk diketahui, saat ini, Tim gabungan Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Pusat masih melakukan penyelidikan soal dugaan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, mengatakan pihaknya tidak pandang bulu untuk mengungkap pelaku penyiraman baik siapa maupun apapun latar belakangnya.
Hal itu sesuai dengan atensi khusus yang diberikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait penanganan kasus ini.
"Kita segenap personel Polri dalam hal ini penyidik, baik yang ada di Polres Jakarta Pusat, yang ada di Polda Metro Jaya, termasuk dari Mabes Polri yang mem-backup, akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia," ucap Isir, Sabtu (14/3/2026).
Load more