Komentar Menohok Kementerian HAM soal Insiden Penyiraman Ari Keras Aktivis KontraS
- Tangkapan Layar Instagram @podcastseninsore
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian HAM lontarkan komentar menohok soal insiden penyiraman air keras Wakil Koordinator KontraS, Andrei Yunus.
Dalam hal ini, Kementerian HAM menegaskan bahwa para aktivis kini memerlukan proteksi khusus dari negara menyusul serangan air keras terhadap Andrei Yunus di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.
Saat ini, Andrei Yunus tengah menjalani perawatan intensif di ruang steril Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Langkah medis ini diambil guna mencegah infeksi serta menangani luka bakar kimiawi serius, terutama pada bagian mata yang terkena langsung cairan keras tersebut.
Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia (HAM) Kementerian HAM, Munafrizal Manan, menyatakan bahwa sesuai standar internasional, sosok seperti Andrei Yunus dikategorikan sebagai Human Rights Defender (pembela HAM) yang wajib mendapatkan jaminan keamanan.
“Dalam standar HAM internasional, mereka memang harus diberikan perlindungan,” beber Munafrizal di Stasiun Gambir, Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
Merespons hal itu, pemerintah tengah menyisipkan ketentuan proteksi pembela HAM ke dalam revisi UU Hak Asasi Manusia guna memperkuat payung hukum bagi aktivis di lapangan.
Munafrizal berharap regulasi ini menjadi titik balik bagi keamanan pegiat kemanusiaan di tanah air.
“Sehingga diharapkan ke depan mereka akan memiliki proteksi yang lebih kuat,” bebernya.
Sebelumnnya diberitakan, data yang dihimpun KontraS, serangan terencana ini terjadi pada Jumat (13/3/2026) tepat pukul 23.37 WIB.
Saat itu, Andrei sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I - Talang.
Secara mendadak, dua pria yang berboncengan motor matic—diduga Honda Beat keluaran 2016-2021—menghampiri korban dengan cara melawan arah di atas Jembatan Talang.
Tanpa peringatan, pelaku yang duduk di boncengan menyiramkan air keras ke arah Andrei hingga ia terjatuh dari kendaraannya. (aag)
Load more