GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menguak Tabir Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Mulai Telepon Misterius hingga Rumah Didatangi

Tim tvOnenews kini menguak tabir penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus. Di mana kasus tersebut telah menyedot perhatian publik hingga komentar
Minggu, 15 Maret 2026 - 05:00 WIB
Rekaman CCTV Detik-detik Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Tim tvOnenews kini menguak tabir penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus. Di mana kasus tersebut telah menyedot perhatian publik hingga komentar elite politik.

Pasalnya, ada yang janggal dengan insiden yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, para elite politik sudah mengutarakan kecurigaannya terhadap kasus itu dan mengaitkannya dengan kasus sebelumnya. 

Diketahui, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) pukul 23.37 WIB.

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus disiram air keras
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus disiram air keras
Sumber :
  • Tangkapan Layar Instagram @podcastseninsore

Insiden itu terjadi setelah Andrie Yunus menjadi narasumber podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bertajuk "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia".

Kemudian, pada saat Andrie Yunus berkendara di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat, dua pria yang berboncengan motor matic datang melawan arah dan langsung menyiramkan air keras.

Bahkan, tidak ditemukan adanya barang berharga yang hilang, memperkuat indikasi bahwa serangan ini berkaitan erat dengan aktivitas korban sebagai aktivis hak asasi manusia (HAM).

Namun sebelum insiden itu terjadi, Andrie Yunus sempat mendapat panggilan telepon misterius.

Bahkan kata Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, ada sejumlah panggilan dari nomor tidak dikenal pada tanggal 9 hingga 12 Maret 2026.

Sebagian nomor diduga berkaitan dengan spam penipuan, pinjaman online, hingga modus m-banking.

Pada hari kejadian, Andrie beraktivitas sebagaimana biasanya yakni sempat berangkat dari kantor KontraS sekitar pukul 15.30 WIB.

"Korban sempat meninggalkan Kantor KontraS sekitar pukul 15.30 untuk menghadiri pertemuan di Kantor Celios membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta mengenai Aksi Agustus 2025," jelas Dimas, Jumat (13/2/2026).

Usai agenda itu, sekitar pukul 19.45 WIB, Andrie menuju kantor YLBHI di Jalan Diponegoro, Menteng, untuk melakukan perekaman podcast bersama staf YLBHI, Zainal Arifin.

Ketika itu, Andrie masih berada di kantor YLBHI hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelahnya, Andrie meninggalkan kantor YLBHI dan sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini sebelum pulang menggunakan sepeda motor.

Kemudian, sekira pukul 23.37 WIB, Andrie melintas di Jalan Salemba I menggunakan sepeda motornya.

Saat melintasi kawasan Talang, ia melihat dari kejauhan sebuah sepeda motor yang dikendarai dua orang melawan arah. 

Ketika kedua kendaraan berpapasan, pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.

Cairan itu mengenai bagian kanan tubuh Andrie, terutama mata, wajah, dada, dan tangan.

Korban langsung berteriak kesakitan hingga menghentikan motornya dan terjatuh.

Sebelum insiden penyiraman itu, rumah keluarga Andrie Yunus di Sukabumi, Jawa Barat, ternyata pernah didatangi orang tak dikenal (OTK) pada 16 Januari 2026 lalu.

"Tadi saya berkomunikasi sama ayahnya Andrie, sekitar bulan Januari ada orang tidak dikenal yang mendatangi rumah Andri di daerah Sukabumi, Jawa Barat," kata Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

OTK tersebut disinyalir mencari tahu informasi ihwal Andrie dan keluarganya.

Pihak KontraS menduga hal itu berkaitan dengan relasi aktivitas yang dilakukan Andrie dalam lingkup kerjanya sebagai pekerja pada bidang HAM.

"Jadi tadi saya sempat dikasih bukti CCTV saat ada orang tidak dikenal yang mengaku dari Jakarta berpelat nomor D," beber Dimas.

Untuk diketahui, saat ini, Tim gabungan Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Pusat masih melakukan penyelidikan soal dugaan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, mengatakan pihaknya tidak pandang bulu untuk mengungkap pelaku penyiraman baik siapa maupun apapun latar belakangnya.

Hal itu sesuai dengan atensi khusus yang diberikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait penanganan kasus ini.

"Kita segenap personel Polri dalam hal ini penyidik, baik yang ada di Polres Jakarta Pusat, yang ada di Polda Metro Jaya, termasuk dari Mabes Polri yang mem-backup, akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia," ucap Isir, Sabtu (14/3/2026).

Ia mengatakan penyelidikan akan dilakukan dengan cara ilmiah, profesional, dan transparan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Saat ini, kata Isir, pihaknya tengah menganalisis rekaman CCTV yang merekam detik-detik kejadian untuk mengungkap identitas pelaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemeriksaan saksi-saksi di lokasi juga masih terus dilakukan tim gabungan untuk membuat terangnya kasus tersebut.

"Pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, yang kemudian sedang dalam proses untuk analisa lebih lanjut. Harapannya dapat teridentifikasi segera. Mohon dukungan doa," bebernya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bupati Cilacap Targetkan Dapat Rp750 Juta dari Hasil Peras  Satuan Kerja Perangkat Daerah, tapi Cuma Berhasil Kantongi Rp610 Juta

Bupati Cilacap Targetkan Dapat Rp750 Juta dari Hasil Peras Satuan Kerja Perangkat Daerah, tapi Cuma Berhasil Kantongi Rp610 Juta

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman ternyata menargetkan untuk mendapatkan Rp750 juta dari hasil memeras Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). 
Petarung MMA Indonesia Bilal Hasan Siap Pertahankan Gelar Juara di CFFC, Persiapan Menuju UFC?

Petarung MMA Indonesia Bilal Hasan Siap Pertahankan Gelar Juara di CFFC, Persiapan Menuju UFC?

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan dikabarkan akan kembali bertarung di atas oktagon, dan duel ini dikabarkan bisa menjadi salah satu persiapannya tampil di UFC.
Mengenal Dean Zandbergen, Striker Liga Belanda Keturunan Depok yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Mengenal Dean Zandbergen, Striker Liga Belanda Keturunan Depok yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Mengenal Dean Zandbergen, striker VVV-Venlo keturunan Depok yang santer disebut masuk radar naturalisasi Timnas Indonesia. Intip profil, karier, dan statistiknya.
Prabowo Wacanakan Penghematan Anggaran Dampak Konflik Timur Tengah, Pengurangan Jam Kerja hingga WFH ASN

Prabowo Wacanakan Penghematan Anggaran Dampak Konflik Timur Tengah, Pengurangan Jam Kerja hingga WFH ASN

Rencana tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet paripurna yang digelar di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan
Beredar Tampang dan Ciri-ciri Pelaku Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Ini Kata Polisi

Beredar Tampang dan Ciri-ciri Pelaku Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Ini Kata Polisi

Foto yang menyebar luas di platform X itu menampilkan dua pria yang sedang mengendarai sepeda motor.
Respons Pemprov Jabar soal Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM, Sebut Tindakannya Bersifat Korektif

Respons Pemprov Jabar soal Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM, Sebut Tindakannya Bersifat Korektif

Pemprov Jabar akhirnya merespons soal pencabutan izin SMK IDN Bogor oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau KDM (Kang Dedi Mulyadi). 

Trending

Elkan Baggott Termasuk? Berikut Daftar 18 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicoret John Herdman untuk FIFA Series 2026

Elkan Baggott Termasuk? Berikut Daftar 18 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicoret John Herdman untuk FIFA Series 2026

John Herdman akan memangkas 18 pemain dari 41 nama skuad sementara Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026. Apakah Elkan Baggott ikut dicoret? Ini prediksinya.
Namanya Sudah Jawa Banget, Rekan Justin Hubner di Fortuna Sittard yang Pernah Juara Piala Eropa Ini Eligible Bela Timnas Indonesia?

Namanya Sudah Jawa Banget, Rekan Justin Hubner di Fortuna Sittard yang Pernah Juara Piala Eropa Ini Eligible Bela Timnas Indonesia?

Neraysho Kasanwirjo, rekan Justin Hubner di Fortuna Sittard, jadi sorotan karena memiliki nama Jawa dan pernah juara Piala Eropa U-17 bersama Belanda. Bisa bela Timnas Indonesia?
Thom Haye Tinggalkan Persib, Bojan Hodak Bilang Begini

Thom Haye Tinggalkan Persib, Bojan Hodak Bilang Begini

Gelandang Thom Haye mendapat izin pulang ke Belanda dari pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menjelang laga melawan Borneo FC. Persib dijadwalkan menjalani ...
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Soroti Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Diduga Akibat Tawuran, Singgung Lemahnya Peran Orang Tua

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Soroti Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Diduga Akibat Tawuran, Singgung Lemahnya Peran Orang Tua

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti pengawasan orang tua dari kasus siswa SMAN 5 Bandung, Muhammad Fahdly Arjasubrata tewas saat tawuran.
Prediksi Al-Khaleej vs Al-Nassr 15 Maret 2026: Ujian Berat Tuan Rumah di Hadapan Sang Pemuncak Klasemen

Prediksi Al-Khaleej vs Al-Nassr 15 Maret 2026: Ujian Berat Tuan Rumah di Hadapan Sang Pemuncak Klasemen

Pertandingan yang dijadwalkan pada Minggu (15/3/2026), pukul 02.00 WIB ini memiliki arti penting bagi kedua tim. Berikut prediksi Al Khaleej vs Al Nassr.
Imbas Video Asusila 7 Menit Diduga saat Live TikTok Viral, Oknum Kades di Balangan Kalsel Mati Kutu: Saya Salah

Imbas Video Asusila 7 Menit Diduga saat Live TikTok Viral, Oknum Kades di Balangan Kalsel Mati Kutu: Saya Salah

Oknum kepala desa (kades) di Awayan, Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel) diduga menjadi pemeran video asusila 7 menit 10 detik yang viral di media sosial.
PSSI Jawab Protes Pelatih Persib yang Sesalkan Teja Paku Alam Tak Dipanggil Timnas Indonesia

PSSI Jawab Protes Pelatih Persib yang Sesalkan Teja Paku Alam Tak Dipanggil Timnas Indonesia

Pemanggilan kiper untuk skuad Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 menuai perhatian. Penjaga gawang Persib Bandung Teja Paku Alam menjadi salah satu nama ..
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT