Misteri Mayat dalam Kontainer Plastik di Medan Terpecahkan, Pelaku Asal Buang Karena Boks Hampir Jatuh Beberapa Kali di Perjalanan
- Freepik
Jakarta, tvOnenews.com - Misteri mayat dalam kontainer plastik di Medan akhirnya terpecahkan usai prarekonstruksi digelar pada Jumat (13/3/2026).
Adapun mayat yang ditemukan dalam kontainer plastik itu diketahui berinisial RS. RS merupakan warga Gunting Saga Atas, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
RS merupakan seorang penjaga toko HP yang belum lama ini berada di Kota Medan.
Dari prarekonstruksi kasus pembunuhan itu, diketahui RS dihabisi di salah satu hotel pada Selasa (10/3/2026).
Hal ini diketahui dari selimut yang membungkus korban. Pasalnya, di selimut itu tertulis nama hotel tersebut.
Adapun dua tersangka dalam kasus ini, yakni pria berinisial SAN (19) dan SHR (19). Mereka berdua membuang jasad korban di dekat pohon pisang di sekitar Jalan Menteng, Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan pembunuhan ini dilakukan oleh SAN dan SAN pun telah mengakuinya.
"Kasus ini merupakan pembunuhan dengan pencurian yang disertai dengan kekerasan. Pelaku menghabisi nyawa korban di dalam kamar hotel tepat di atas tempat tidur," katanya dikutip pada Minggu (15/3/2026).
Calvijn menyebut SAN sempat keluar dari TKP pembunuhan untuk memastikan rencana lanjutan usai menghabisi nyawa korban. Salah satu rencananya, yakni menghilangkan barang bukti.
"Pada saat keluar, tersangka kembali ke TKP dengan membawa goni besar dengan maksud memasukkan korban pembunuhan ke dalamnya," terangnya.
Berdasarkan keterangan yang diterimanya, SAN menghubungi SHR (19) untuk mengantarkan boks kontainer yang digunakan untuk meletakkan jenazah korban.
Setelah mengambil boks kontainer dari rumah SAN, SHR menyerahkan boks tersebut ke SAN di gerbang depan.
Karena terdesak, SAN langsung memasukkan jenazah RS yang sudah dibalut selimut hotel tersebut ke dalam boks.
Setelah itu, kata dia, SAN meminta SHR masuk ke dalam hotel dengan membawa sepeda motornya.
SAN dan SHR lalu berboncengan menggunakan sepeda motor dan meninggalkan hotel dengan membawa boks berisikan jenazah korban.
Calvijn menyebut keduanya berencana membuang jenazah korban ke lokasi yang lebih jauh. Akan tetapi, boks tersebut beberapa kali hampir jatuh saat di perjalanan.
Load more