Dianggap Mengganggu Pemudik, KDM Bubarkan Penyapu Koin di Jalur Pantura: Pulang, Saya Kasih Kompensasi!
- Instagram/@dedimulyadi71
Dari tradisi inilah, pengendara diharapkan melempar uang minimal berupa koin. Tujuannya sebagai bentuk saweran atau sedekah guna menghindari gangguan mistis dan tetap menjaga keselamatan saat melintasi area tersebut.
Bagi warga yang menolak, tawaran dari Gubernur Jabar tersebut sebeesar Rp50.000 per hari dinilai kecil. Mereka mengaku suka mendapatkan penghasilan dari menyapu koin lebih dari Rp150.000 per hari.
Lagi pula, warga sekitar menganggap aktivitas menyapu koin tidak terjadi setiap hari. Tradisi ini berjalan hanya terjadi setahun sekali guna membantu rezeki warga sekitar, salah satunya terjadi selama musim mudik Lebaran.
Penyapu Koin Semakin Membludak di Jalur Pantura
KDM pun meninggalkan lokasi Jembatan Sewoharjo. Alih-alih semakin sepi, justru warga sekitar semakin banyak melakukan aktivitas menyapu koin di tengah padatnya arus kendaraan pemudik melintasi area tersebut.
Para penyapu koin semakin berjejeran di sepanjang area tersebut, baik sebelum maupun setelah Jembatan Sewoharjo.
Sementara, petugas Pos PAM Jembatan Sewoharjo mengaku pihaknya sudah berusaha menertibkan para penyapu koin. Namun mereka sering kali memanfaatkan situasi arus mudik ketika tidak ada polisi.
Polsek Pusakanagara berjanji aktivitas arus lalu lintas untuk pemudik berjalan lancar. Polisi juga akan berusaha agar para penyapu koin tidak sampai turun ke media jalan.
Polisi juga mengimbau para pemudik mengurangi kecepatannya saat melintasi kawasan Jembatan Sewoharjo.
Kemudian pemudik juga diharapkan tidak melemparkan koin demi menjaga keselamatan mereka maupun para penyapu koin di pinggir jalan.
(hap)
Load more