Disawer KDM Rp600 Ribu, Para Penyapu Koin Dilarang Minta-minta di Pinggir Jalan Selama Arus Mudik-Balik Lebaran
- YouTube KDM Channel
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan kompensasi Rp50.000 per hari kepada setiap penyapu koin di sekitar Jembatan Sewo, perbatasan Indramayu-Subang, Jawa Barat.
Para penyapu koin dilarang meminta-minta di sepanjang jalan selama 12 hari yakni enam hari sebelum dan enam hari setelah Idul Fitri.
Jika ditotal mereka mendapat kompensasi dari Gubernur Jabar sebesar Rp600 ribu.
Kompensasi diberikan agar mereka tidak melakukan kebiasaanya mengumpulkan koin selama Idul Fitri.
- Tim tvOne/Opi Riharjo
Menurut KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, kebijakan tersebut diambil agar arus mudik maupun balik Idul Fitri tidak tersendat oleh aktivitas para pencari koin.
Selain itu, untuk menjaga keselamatan baik para pengendara maupun penyapu koin itu sendiri di jalur tersebut.
"Sore ini saya kasih uang lebaran, tidak boleh cari koin di jalur Indramayu-Subang," kata KDM, Rabu (18/3/2026).
KDM meminta para pencari koin untuk berkoordinasi dengan kepada desa agar bisa mendapat uang kompensasi.
Pihak RT dan RW akan terlebih dulu mendata para penyapu koin yang berhak menerima kompensasi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jabar Ade Afriandi mengatakan, para pencari koin akan mendapat kompensasi selama 12 hari, yakni enam hari sebelum dan enam hari setelah Idulfitri.
“Selama tidak berakivitas, ada kompensasi dari Pemprov sebesar Rp50.000 per orang per hari, dikali 12 hari,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan DPMD Jabar pada Selasa (17/3/2026), terdapat 104 pencari koin di Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Indramayu.
Semetara di Desa Karanganyar, Kecamatan Pusaka Jaya, Subang ada 55 orang.
Namun, muncul para pencari koin musiman yang berasal dari dua desa tersebut serta datang dari desa lain. Oleh karena itu, akan dilakukan pendataan kembali.
Para pencari koin musiman kerap bermunculan meskipun telah ditertibkan oleh aparat keamanan. Faktor ekonomi mendorong mereka untuk mencari uang di jalan.
Selain itu, tradisi yang sudah berlangsung sejak lama menjadi alasan mereka turun ke jalan.
Detik-detik KDM Emosi!
- YouTube KDM Channel
Sebelumnya, Dedi Mulyadi sempat emosi, saat melihat puluhan warga penyapu koin beraksi di sepanjang jalur Indramayu-Subang, Jawa Barat jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
KDM langsung membubarkan warga penyapu koin yang tengah meminta-meninta di pinggir jalan.
Ia tampak emosi hingga harus turun dari mobil dinasnya dan meminta warga kumpul di kantor desa setempat.
Menurutnya, selain berpotensi mengganggu lalu lintas selama arus mudik dan arus balik nanti, aktivitas warga menyapu koin di pinggir jalan juga sangat membahayakan, terlebih banyak anak-anak dan lansia yang menjadi penyapu koin.
Seperti diunggah dalam channel YouTube pribadinya Kang Dedi Mulyadi Channel, pada Kamis (19/3/2026) kemarin.
"Sudah ke kantor desa, kumpul ke kantor desa, ke kantor desa," katanya kepada para penyapu koin pada Rabu (18/3/2026).
KDM bahkan sempat meminta camat setempat untuk membubarkan warga penyapu koin.
"Pak, Pak Camat ya? Camat atau apa disini? coba warganya tarik ke kantor desa didata, nanti saya kasih kompensasi. Enggak boleh minta-minta di pinggir jalan begini," katanya.
Sambil menyalami warga yang menyapanya dari luar mobil, KDM meminta mereka bubar dan kumpul di kantor desa untuk didata.
Namun, saat melihat banyaknya warga penyapu koin di pinggir jalan, KDM akhirnya memutuskan untuk turun dan melarang langsung mereka minta-minta.
"Enggak boleh minta-minta di pinggir jalan waktu lebaran begini. Nanti sore ini saya bagi uang setiap rumahnya. Ayo pulang-pulang!" katanya.
"Lebaran nyari koin, panas, bahaya. Sekarang pulang ke rumahnya masing-masing, nanti saya urusin dengan kepala desanya. Sore ini saya kasih paket uang untuk lebaran, 15 hari enggak boleh nyari-nyari koin ya?" tegasnya.
"Ya!" dijawab serentak warga.
"Nanti didata di kantor desanya masing-masing. Sore ini saya bagikan uangnya, ya. Bahaya, sudah tinggal di rumah oke! Udah pada pulang dulu!" katanya. (muu)
Load more