H+1 Lebaran Masih Padat! 2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Polri Soroti Ratusan Kecelakaan
- Istimewa
“Utamakan keselamatan, terutama di lokasi wisata air seperti pantai, sungai, maupun kolam renang,” kata Marupa.
Selain faktor lalu lintas, potensi kecelakaan di lokasi wisata juga menjadi perhatian karena meningkatnya aktivitas masyarakat.
Strategi Hindari Penumpukan Arus Balik
Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik, masyarakat diminta mengatur waktu perjalanan secara fleksibel.
Salah satu solusi yang disarankan adalah memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang telah diberlakukan pemerintah.
Dengan kebijakan ini, masyarakat tidak perlu kembali secara bersamaan, sehingga arus kendaraan bisa lebih tersebar.
Imbauan yang diberikan antara lain:
-
Menghindari puncak arus balik
-
Memanfaatkan WFA untuk perjalanan bertahap
-
Tidak memaksakan perjalanan dalam kondisi lelah
-
Mengatur waktu keberangkatan lebih fleksibel
Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi risiko kemacetan panjang di jalur utama.
Diskon Tol Jadi Momentum Atur Perjalanan
Selain WFA, pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tarif tol yang bisa dimanfaatkan pemudik.
Diskon ini berlaku pada:
-
26–27 Maret 2026
Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memilih waktu perjalanan di luar puncak arus balik.
Dengan demikian, kepadatan kendaraan dapat ditekan dan perjalanan menjadi lebih lancar.
Arus Mudik dan Balik Masih Dinamis
Polri memastikan akan terus memantau perkembangan arus mudik dan arus balik dalam beberapa hari ke depan.
Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan.
Harapannya, seluruh rangkaian perjalanan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa lonjakan kecelakaan maupun kemacetan ekstrem. (ant/nsp)
Load more