Diplomasi Lebaran Prabowo Telepon Pemimpin Negara-Negara Islam, Perkuat Poros Persaudaraan
- dok. Tim Media Prabowo
Jakarta, tvOnenews.com – Presiden RI Prabowo Subianto memanfaatkan momentum Idulfitri 1447 Hijriah bukan hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga panggung diplomasi internasional.
Di tengah rangkaian ibadah dan tradisi Lebaran, Prabowo aktif menjalin komunikasi langsung dengan para pemimpin negara-negara Muslim.
Langkah ini menandai pendekatan baru untuk menjadikan Idulfitri sebagai ruang strategis sebagai upaya memperkuat hubungan bilateral sekaligus meneguhkan posisi Indonesia dalam percaturan dunia Islam.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan komunikasi tersebut dilakukan setelah Prabowo menjalani rangkaian kegiatan Lebaran di berbagai daerah.
“Setelah bermalam takbiran di Sumatera Utara, salat Idulfitri di Aceh, serta halal bihalal bersama masyarakat di Istana Merdeka, Jakarta, dalam beberapa hari di suasana Idulfitri ini Presiden Prabowo juga melaksanakan silaturahmi melalui sambungan telepon dengan para pemimpin negara Muslim,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2026).
Dalam beberapa hari terakhir, Prabowo tercatat telah berkomunikasi dengan sejumlah tokoh kunci dunia Islam antara lain Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Raja Yordania Abdullah II, serta Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Komunikasi ini tidak berhenti di situ. Pemerintah memastikan Prabowo masih akan melanjutkan silaturahmi dengan kepala negara lain dalam waktu dekat.
“Beberapa Kepala Negara lainnya juga akan dihubungi dalam waktu dekat, menunggu konfirmasi dari masing-masing negara,” kata Teddy.
Lebih dari sekadar tradisi, pemerintah menilai langkah ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional, khususnya di antara negara-negara Muslim.
“Silaturahmi ini menjadi wujud eratnya persaudaraan dan kerja sama antar negara-negara Muslim sekaligus memperkuat hubungan bilateral di tengah suasana penuh keberkahan,” tulis Teddy.
Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana momen keagamaan dimanfaatkan sebagai instrumen soft diplomacy, menghubungkan nilai spiritual dengan kepentingan geopolitik.
Rangkaian komunikasi tersebut sekaligus menegaskan peran Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia yang aktif membangun jembatan persatuan global.
Idulfitri, dalam konteks ini, tidak lagi sekedar perayaan, tetapi menjadi medium diplomasi yang membawa pesan damai, mempererat ukhuwah, dan memperkuat kerja sama lintas negara di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Dengan langkah ini, Prabowo menempatkan Indonesia tidak hanya sebagai peserta, tetapi sebagai penggerak dalam membangun solidaritas dunia Islam. (agr/nsi)
Load more