News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Alarm Dunia Makin Nyaring: Suhu Bumi Pecah Rekor, Ketidakseimbangan Energi Picu Krisis Iklim Global

Suhu Bumi terus naik dan capai rekor baru. Ketidakseimbangan energi global picu krisis iklim dan ancaman cuaca ekstrem.
Senin, 23 Maret 2026 - 17:37 WIB
Ilustrasi cuaca panas
Sumber :
  • iStockPhoto

Jakarta, tvOnenews.com – Krisis iklim global kian mengkhawatirkan. Dunia kini menghadapi kondisi di mana suhu Bumi terus meningkat dan sistem iklim berada dalam ketidakseimbangan paling parah sepanjang sejarah pencatatan modern.

Laporan terbaru dari World Meteorological Organization (WMO) mengungkap bahwa planet ini menyerap jauh lebih banyak energi panas dibandingkan yang mampu dilepaskan kembali ke luar angkasa. Kondisi ini menjadi pemicu utama percepatan perubahan iklim global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suhu Bumi Terus Melonjak

Data terbaru menunjukkan bahwa suhu rata-rata global pada 2025 telah meningkat sekitar 1,43 derajat Celsius dibandingkan era pra-industri (1850–1900). Angka ini mendekati ambang batas kritis yang selama ini diperingatkan para ilmuwan dunia.

Dalam kurun waktu 11 tahun terakhir, seluruhnya tercatat sebagai tahun terpanas sejak pencatatan suhu dimulai pada 1850. Fakta ini memperkuat indikasi bahwa pemanasan global tidak hanya berlangsung, tetapi juga semakin cepat.

Kenaikan suhu ini tidak terjadi secara acak. Grafik tren menunjukkan peningkatan tajam sejak pertengahan abad ke-20, yang sejalan dengan meningkatnya aktivitas industri dan penggunaan bahan bakar fosil.

Ketidakseimbangan Energi Jadi Kunci

Salah satu indikator paling penting dalam memahami krisis ini adalah ketidakseimbangan energi Bumi. Secara sederhana, Bumi menerima energi dari matahari dan melepaskannya kembali ke luar angkasa. Namun kini, proses tersebut tidak lagi seimbang.

Gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) menahan panas di atmosfer, sehingga energi yang masuk lebih banyak daripada yang keluar. Akibatnya, panas terperangkap dan terus menumpuk.

Lebih dari 90 persen kelebihan panas ini diserap oleh lautan. Dampaknya tidak hanya meningkatkan suhu air laut, tetapi juga memperparah badai, merusak ekosistem laut, dan mempercepat kenaikan permukaan air laut.

Lautan Panas, Es Mencair

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dampak nyata dari ketidakseimbangan ini terlihat jelas di berbagai wilayah dunia. Suhu laut global mencapai rekor tertinggi dalam sejarah, sementara lapisan es di kutub terus menyusut.

Data menunjukkan bahwa es laut di kedua kutub berada pada level terendah sepanjang 2025. Sementara itu, gletser dunia mengalami salah satu periode pencairan terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pacitan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pacitan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Masyarakat di kawasan pesisir Jawa Timur dapat tetap tenang menyusul adanya aktivitas tektonik atau gempa pada Sabtu (27/6) siang. 
Dinilai Menguntungkan, DPR Usul 6 Negara Ini Jadi Prioritas Peroleh Kebijakan Bebas Visa

Dinilai Menguntungkan, DPR Usul 6 Negara Ini Jadi Prioritas Peroleh Kebijakan Bebas Visa

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menanggapi kebijakan Kementerian Pariwisata soal wacana pemberlakuan bebas visa kunjungan ke Indonesia.
Warga Padati Bundaran HI Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta, Sudirman-Thamrin Ditutup Sore Ini

Warga Padati Bundaran HI Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta, Sudirman-Thamrin Ditutup Sore Ini

Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, mulai dipadati warga pada Sabtu (27/6/2026) siang menjelang perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
Pelatih Argentina Pastikan Lionel Messi Absen Kontra Yordania pada Laga Pamungkas Grup J Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Pelatih Argentina Pastikan Lionel Messi Absen Kontra Yordania pada Laga Pamungkas Grup J Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Kabar mengejutkan datang dari Timnas Argentina jelang menghadapi Yordania pada laga terakhir Grup J Piala Dunia 2026.
InJourney Konsolidasi Hotel BUMN: Langkah Besar Perkuat Pariwisata Nasional

InJourney Konsolidasi Hotel BUMN: Langkah Besar Perkuat Pariwisata Nasional

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney terus mempercepat transformasi sektor pariwisata nasional melalui konsolidasi portofolio hotel Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 
Mangkir Latihan dan Pakai Perlengkapan dari Tim Lain, Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers Terancam Sanksi Berat dari FC Twente

Mangkir Latihan dan Pakai Perlengkapan dari Tim Lain, Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers Terancam Sanksi Berat dari FC Twente

Waduh, Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers kini terancam dijatuhi sanksi disiplin berat usai kedapatan mangkir dari agenda latihan wajib bersama klubnya FC Twente

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni yang merupakan hari kedua dari rangkaian seri ke-8 Formula 1 musim ini akan tersjai sesi latihan bebas dan kualifikasi.
Selengkapnya

Viral