Dedi Mulyadi Beri Ultimatum untuk Seluruh Sekolah di Jawa Barat, Minta Orang Tua Bikin Surat Perjanjian Anak Tak Boleh Kendarai Motor
- YouTube @Kang Dedi Mulyadi Channel
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan ultimatum untuk seluruh sekolah dan dinas pendidikan di Jawa Barat gara-gara ada sekelompok anak mengendarai motor tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM).
Di dalam tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel terbaru, KDM membagikan momen ketika ia mengendarai motor ke salah satu daerah di Jawa Barat untuk melakukan inspeksi langsung.
Mengendarai motor sendiri, sang gubernur menyusuri jalanan dengan pemandangan sawah dan kebun. Ia pun sesekali berhenti ketika melihat sekelompok anak usia SD mengendari motor tanpa helm.
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
Selain tidak menggunakan alat keamanan, anak-anak tersebut berboncengan melebihi kapasitas. Bahkan, ada yang berboncengan enam orang dalam satu motor.
Dedi pun menghentikan salah satu kelompok anak-anak yang melakukan pelanggaran itu. Terlihat sebuah motor dinaiki oleh tiga orang anak SD.
"Melanggar enggak? Melanggar. Apa pelanggarannya?," ujar Dedi di hadapan tiga anak tersebut, dikutip Selasa (24/3/2026).
Anak yang menjadi sopir mengaku tak tahu apa pelanggaran yang dilakukannya. Sang gubernur pun lalu menjelaskan bahwa mereka telah melanggar peraturan lalu lintas.
"Kamu naik motor enggak pakai helm, belum punya SIM," katanya.
Ia kemudian menyatakan dengan tegas bahwa dirinya akan langsung menghubungi seluruh dinas pendidikan di Jawa Barat terkait anak di bawah umur yang mengendarai motor.
"Saya nanti tegas lho ke seluruh sekolah se-Jawa Barat, ingat ya. Dinas pendidikan kabupaten/kota seluruh Provinsi Jawa Barat, bikin orang tuanya surat perjanjian. Anak-anaknya tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor," tegas KDM.
Seorang pengendara motor harus memiliki SIM sebelum mengendarai kendaraannya. Jika ada pelanggaran maka hukuman tegas menanti, apalagi terhadap anak di bawah umur.
Mantan Bupati Purwakarta ini menegaskan bahwa anak-anak belum waktunya mengendarai motor. Hal ini bisa berujung berbahaya dan mengancam nyawa.
Ia pun mengungkapkan kekesalannya karena banyak keluhan jalan rusak di daerah, namun banyak masyarakat yang masih melanggar peraturan.
"Jalan pingin dibagusin, kalau begini terus, saya enggak mau," katanya.
Selain memberikan ultimatum untuk sekolah dan dinas pendidikan, dirinya juga menegaskan akan memberi hukuman tidak naik kelas bagi anak di bawah umur yang mengendarai motor.
Sang gubernur pun merasa kecewa karena di sekolah anak-anak diajari pendidikan karakter. Namun, pada kenyataannya mereka masih melanggar lalu lintas dan bisa berakibat fatal.
Terkait hal ini, ia pun mengancam memberi hukuman kepada anak-anak yang melanggar untuk tidak naik kelas. Akan tetapi, jika mereka mau berubah maka hukuman itu bisa dibatalkan.
"Kamu mau naik kelas? Kamu mau berubah?" katanya.
Selama perjalannya itu, setidaknya Dedi Mulyadi menemui tiga kelompok anak di bawah umur yang mengendarai motor. Hal ini menurutnya sangat memprihatinkan.
Bahkan, ada sekelompok siswa SD yang berboncengan hingga enam orang, dikendarai oleh yang paling tua duduk di bangku kelas 6 SD.
Ia pun berpesan agar anak-anak itu mau berubah, jika tidak maka ancaman tidak naik kelas akan benar-benar diterapkan. (iwh)
Load more