GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tito Sebut Lumpur, Kayu, dan Sungai Jadi Momok Pemulihan Sumatera Usai Bencana

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkap persoalan lumpur menjadi kendala paling dominan yang menghambat percepatan pemulihan di sejumlah titik terdampak.
Rabu, 25 Maret 2026 - 15:00 WIB
Mendagri Tito Karnavian
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menghadapi tantangan besar dalam menuntaskan pemulihan pascabencana di wilayah dataran rendah Sumatra. Meski progres penanganan telah mencapai lebih dari 80 persen, hambatan di lapangan justru semakin kompleks, mulai dari endapan lumpur masif hingga sungai yang dipenuhi sedimen dan berpotensi memicu banjir susulan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan, persoalan lumpur menjadi kendala paling dominan yang menghambat percepatan pemulihan di sejumlah titik terdampak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Lumpur ini menjadi problem yang paling utama di lowland (dataran rendah). Kita sudah mencatat tim ini merekap di mana saja titik-titiknya. Kita memiliki titiknya, jumlahnya lebih kurang 445 di tiga provinsi. Yang sudah diselesaikan di Sumatra total semuanya itu lebih kurang 84 persen, tinggal 16 persen lagi,” kata Tito dalam konferensi pers di Kantor KSP, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, di sejumlah wilayah seperti Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Bireuen, proses pembersihan lumpur hampir rampung, meski pemerintah belum berani mengklaim sepenuhnya selesai.

“Nah, kemudian untuk per provinsi, di Aceh kira-kira tinggal 17 persen terutama di tiga tempat, Aceh Tamiang (daerah perkotaannya), kemudian Pidie Jaya, dan Bireuen saya dengar kemarin terakhir sebelum Lebaran sudah hampir clear. Tapi saya enggak mau klaim clear, nanti tahu-tahu ada kampung atau RT yang belum,” tambah dia.

Di luar persoalan lumpur, tantangan terbesar justru datang dari kondisi sungai yang mengalami sedimentasi parah. Tito memperingatkan, normalisasi sungai bukan pekerjaan jangka pendek, bahkan bisa memakan waktu bertahun-tahun.

“Sungai ini yang paling berat nantinya, dan ini perlu waktu lama. Saya perkirakan paling cepat betul 2 tahun, bisa 3 tahun. Kita ingat pada waktu zaman BRR dulu, selesainya 5 tahun ditambah transisi 3 tahun. Sungai yang ada itu 79 yang dikerjakan Pusat, Daerah mengerjakan 43,” ucap Tito.

Ia menyoroti sejumlah sungai besar seperti Sungai Tamiang dan Sungai Merdu yang kini dipenuhi sedimen dan berisiko tinggi meluap saat hujan.

“Persentasenya relatif masih agak rendah karena sungainya banyak sekali dan luas-luas seperti Tamiang, Sungai Merdu, itu luas sekali. Isinya sedimen. Ini kalau enggak di-clear-kan, ada hujan ya dia akan banjir ke sebelahnya,” ujarnya.

Selain itu, tumpukan kayu hasil terjangan banjir juga menjadi persoalan serius di sejumlah titik. Material tersebut tidak hanya menghambat pembersihan, tetapi juga mengganggu aktivitas warga.

“Kayu juga banyak problem, tumpukan kayu di madrasah di Aceh Tamiang, di Longkib, di Desa Garoga Tapanuli. Yang bisa dimanfaatkan untuk jadi papan, arah posisinya clear, Menteri Perhutanan sudah mengeluarkan surat bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bencana, baik untuk membangun Huntap atau Huntara,” terang dia.

Di tengah berbagai kendala tersebut, pemerintah memastikan akses logistik mulai pulih, terutama pada jalur utama yang kini sudah dapat dilalui.

“Akses jalan nasional sudah 100 persen meskipun fungsional. Artinya bisa dilalui, tapi kalau untuk truk besar atau tronton mungkin ada beberapa titik yang belum bisa. Tapi logistik untuk makanan tidak jadi kendala lagi,” ungkap Tito.

“Jalan daerah di Aceh baru 92 persen, Sumut 98 persen, Sumbar 91 persen. Jembatan nasional 100 persen tapi temporer, ada yang menggunakan Bailey, ada yang kayu biasa,” sambungnya.

Namun, kondisi jembatan di tingkat daerah masih belum sepenuhnya pulih. Pemerintah bersama aparat keamanan terus mengejar pembangunan infrastruktur yang tersisa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jembatan daerah ini yang di tingkat kabupaten/kota baru 54 persen sampai 93 persen. Pengerjaan jembatan ini juga dibangun oleh TNI dan Polri. Rencana membangun 41 jembatan, sudah selesai 35. Saya sampaikan apresiasi kepada Pak Kapolri, Kapolda Sumut, Aceh, dan Sumbar atas kerja keras tim di lapangan,” tandasnya.

Situasi ini menunjukkan bahwa fase pemulihan belum sepenuhnya usai. Ancaman bencana susulan masih mengintai, terutama jika persoalan mendasar seperti sedimentasi sungai dan penumpukan material tidak segera dituntaskan. (agr/iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Selain Video, Viral Foto-foto Kondisi Mengkhawatirkan Setelah Gempa di NTT

Selain Video, Viral Foto-foto Kondisi Mengkhawatirkan Setelah Gempa di NTT

Media sosial dihebohkan dengan berbagai foto dan video, memperlihatkan kondisi setelah gempa di NTT.
BMKG Cabut Peringatan Tsunami, Sebagian Warga dan Wisatawan di Labuan Bajo Masih Mengungsi

BMKG Cabut Peringatan Tsunami, Sebagian Warga dan Wisatawan di Labuan Bajo Masih Mengungsi

BMKG cabut peringatan tsunami, sebagian warga dan wisatawan di Labuan Bajo masih mengungsi usai gempa M7,7 di NTT.
Menperin: Arahan Presiden Tekankan Industri Jadi Fondasi Ekonomi

Menperin: Arahan Presiden Tekankan Industri Jadi Fondasi Ekonomi

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya pertumbuhan ekonomi dan investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mempertegas posisi industri sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
PLN Terus Siaga Pemulihan Kelistrikan Pascagempa M7.7 di Laut Flores

PLN Terus Siaga Pemulihan Kelistrikan Pascagempa M7.7 di Laut Flores

General Manager PLN UIW Nusa Tenggara Timur, F Eko Sulistyono mengatakan saat ini tim PLN melakukan pemulihan secara bertahap di Nusa Tenggara Timur.
Jadi Penyebab Timnas Indonesia Tersingkir, Pelatih Thailand Buat Pernyataan Mengejutkan soal Singapura Jelang Semifinal Piala AFF 2026

Jadi Penyebab Timnas Indonesia Tersingkir, Pelatih Thailand Buat Pernyataan Mengejutkan soal Singapura Jelang Semifinal Piala AFF 2026

Pelatih Thailand Anthony Hudson menegaskan timnya tidak akan meremehkan Singapura di leg pertama babak semifinal Piala AFF 2026, Sabtu (15/08/2026) malam WIB.
Timnas Indonesia Hancurkan Arab Saudi 7-0, Garuda Pertiwi Puncaki Klasemen Grup A Srikandi Merdeka Cup

Timnas Indonesia Hancurkan Arab Saudi 7-0, Garuda Pertiwi Puncaki Klasemen Grup A Srikandi Merdeka Cup

Timnas Indonesia Putri U-16 tampil gemilang pada laga perdana Srikandi Merdeka Cup. Garuda Pertiwi puncaki Grup A setelah menang telak 7-0 atas Arab Saudi.

Trending

NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7, Gempa Terasa Hingga ke Lombok

NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7, Gempa Terasa Hingga ke Lombok

Gempa berkekuatan magnitude 7 mengguncang wilayah Nusa tenggara Timur (NTT). Gempa pun terasa hingga Pulau Lombok yang berada di Nusa Tenggara Barat (NTB).
NTT Diguncang Gempa, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

NTT Diguncang Gempa, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Pasca gempa magnitude 7,7 di NTT, Badan Meteorologi Kilimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan status potensi tsunami dua di sejumlah wilayah pesisir di NTT.
Geger, Pejabat Kota Banda Aceh Diciduk Satpol PP Terkait Dugaan Hubungan Sesama Jenis

Geger, Pejabat Kota Banda Aceh Diciduk Satpol PP Terkait Dugaan Hubungan Sesama Jenis

Seorang pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh dilaporkan telah diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH). 
Viral! Pria Kepergok Rekam Wanita Berjalan di Stasiun KRL Sudirman, KAI Buka Suara

Viral! Pria Kepergok Rekam Wanita Berjalan di Stasiun KRL Sudirman, KAI Buka Suara

Tampak dalam album di HP milik pelaku, kedua korban direkam saat tengah berjalan. Selanjutnya wanita tersebut menanyakan maksud dan tujuan pelaku memvideokan.
Lisa Mariana Ungkap Ada 5 Nama Artis Hingga Selebgram yang Terima Uang dari Ridwan Kamil, Sudah Diserahkan ke KPK

Lisa Mariana Ungkap Ada 5 Nama Artis Hingga Selebgram yang Terima Uang dari Ridwan Kamil, Sudah Diserahkan ke KPK

Selebgram Lisa Mariana kembali menjadi perhatian publik setelah mengungkap adanya informasi tambahan yang ia berikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Lewat Pinjaman Bank Dunia, Menkes Klaim Negara Hemat Rp10,5 Triliun untuk Pengadaan Alat Kesehatan

Lewat Pinjaman Bank Dunia, Menkes Klaim Negara Hemat Rp10,5 Triliun untuk Pengadaan Alat Kesehatan

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyebut negara hemat Rp10,52 triliun dalam pengadaan alat-alat kesehatan.
Viral Video Gempa di NTT, Orang-orang Berlarian dan Atap Gedung Roboh

Viral Video Gempa di NTT, Orang-orang Berlarian dan Atap Gedung Roboh

Hari ini (15/8) NTT dikabarkan terjadk gempa. Videonya pun viral di media sosial, mencuri perhatian warganet.
Selengkapnya

Viral