Update Penanganan Aktivis KontraS Andrie Yunus Korban Air Keras: RSCM Lakukan Cangkok Kulit dan Prosedur Iskemia Mata
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Tim medis RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) melaksanakan tindakan operasi susulan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras.
Langkah ini diambil setelah tim dokter menemukan adanya gejala iskemia pada mata kanan pasien selama masa pemantauan tiga hari terakhir.
Iskemia sendiri merupakan gangguan aliran darah yang dalam kasus Andrie terjadi di area bawah (inferior) sklera mata kanan sekitar 40 persen, yang berdampak pada penipisan jaringan di sekitarnya.
Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa intervensi medis segera diperlukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
"Berdasarkan evaluasi tersebut, diputuskan untuk melakukan tindakan lanjutan guna menjaga kondisi jaringan dan mendukung proses penyembuhan. Pada hari Rabu, 25 Maret 2026 pukul 10.00 WIB pasien menjalani tindakan operasi terpadu yang melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik di kamar operasi Kencana," demikian bunyi pernyataan resmi RSCM dalam keterangannya, Rabu (25/3).
Dalam prosedur tersebut, tim spesialis mata melakukan pemindahan jaringan dari bagian dalam mata untuk menutup area yang terbuka, menempelkan membran amnion, serta memasang kembali lensa pelindung.
Hal ini bertujuan untuk merekonstruksi permukaan bola mata agar proses pemulihan berjalan lebih optimal.
Namun, di tengah jalannya operasi, tim menemukan adanya penipisan kornea yang bersifat progresif pada bagian atas hingga samping luar mata kanan akibat peradangan atau inflamasi yang masih aktif.
Sebagai langkah antisipasi, dokter menambah lapisan membran amnion dan melakukan penjahitan sementara pada kelopak mata kanan untuk melindungi bola mata.
Di saat yang bersamaan, tim bedah plastik melakukan prosedur debridement atau pembersihan jaringan mati, serta melaksanakan cangkok kulit pada area mata, pundak, dan dada untuk mempercepat penutupan luka bakar yang diderita korban.
Kondisi Andrie saat ini masih dalam pengawasan ketat, dengan rencana evaluasi medis berikutnya dijadwalkan pada Sabtu, 28 Maret 2026.
"Saat ini, fokus utama penanganan adalah mempertahankan integritas bola mata kanan serta mengendalikan proses inflamasi agar tidak berkembang lebih lanjut," demikian bunyi pernyataan resmi pihak RSCM.
Pihak RSCM menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perawatan intensif dan pelayanan terbaik demi keselamatan serta pemulihan kesehatan Andrie Yunus secara berkelanjutan. (ant/dpi)
Load more