News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Percepatan Elektrifikasi Jadi Kunci, Strategi Baru Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Percepatan konversi energi listrik dinilai jadi kunci ketahanan energi nasional, tekan subsidi LPG dan BBM serta dorong penggunaan kendaraan listrik.
Kamis, 26 Maret 2026 - 20:51 WIB
Ilustrasi Mobil Listrik
Sumber :
  • Pixabay

Jakarta, tvOnenews.com - Upaya memperkuat ketahanan energi nasional semakin mendesak di tengah tekanan global terhadap pasokan energi dan fluktuasi harga bahan bakar. Salah satu solusi yang dinilai paling efektif adalah percepatan konversi energi berbasis listrik, baik di sektor rumah tangga maupun transportasi.

Langkah ini tidak hanya berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, tetapi juga mampu menekan beban subsidi energi yang selama ini menjadi tantangan dalam pengelolaan anggaran negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia, Ferdinan Hutahaean, menilai bahwa elektrifikasi merupakan strategi kunci untuk menciptakan sistem energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Konversi Kompor Listrik Tekan Subsidi Energi

Salah satu langkah konkret yang didorong adalah konversi penggunaan kompor gas ke kompor listrik di sektor rumah tangga. Menurut Ferdinan, kebijakan ini dapat memberikan dampak signifikan dalam menekan konsumsi LPG yang sebagian besar masih bergantung pada impor.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki kelebihan pasokan listrik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan mengalihkan penggunaan energi rumah tangga ke listrik, kelebihan daya tersebut dapat terserap sekaligus mengurangi beban subsidi LPG.

“Jika penggunaan kompor gas beralih ke listrik, konsumsi LPG bisa ditekan dan subsidi energi berkurang secara signifikan,” ujarnya di Jakarta.

Secara hitungan, konversi satu juta rumah tangga saja diperkirakan mampu menghemat jutaan tabung LPG setiap bulan. Dari sisi anggaran, penghematan subsidi bisa mencapai ratusan miliar rupiah.

Jika program ini diperluas hingga puluhan juta rumah tangga, dampaknya terhadap efisiensi energi nasional akan jauh lebih besar dan berkelanjutan.

Kendaraan Listrik Jadi Solusi Transportasi Masa Depan

Selain sektor rumah tangga, percepatan elektrifikasi juga dinilai penting di sektor transportasi. Penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu solusi untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini masih mendominasi.

Kendaraan listrik menawarkan efisiensi energi yang lebih tinggi serta biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbasis bahan bakar fosil.

Ferdinan menekankan bahwa pemerintah perlu memperkuat kebijakan insentif untuk mendorong adopsi kendaraan listrik, baik untuk roda dua maupun roda empat.

Langkah ini dinilai penting agar masyarakat semakin tertarik beralih ke kendaraan listrik, sekaligus mempercepat transisi menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Energi Listrik Lebih Berkelanjutan

Keunggulan utama energi listrik terletak pada fleksibilitas sumbernya. Listrik dapat dihasilkan dari berbagai sumber energi, termasuk energi terbarukan seperti tenaga air, surya, hingga panas bumi.

Hal ini membuat energi listrik lebih berkelanjutan dibandingkan energi fosil yang jumlahnya terbatas dan akan terus menipis.

“Energi listrik memiliki masa depan yang lebih panjang karena bisa diproduksi dari berbagai sumber, berbeda dengan energi fosil yang pasti akan habis,” jelas Ferdinan.

Dengan potensi tersebut, kebijakan energi nasional dinilai perlu diarahkan untuk mempercepat transisi menuju penggunaan listrik sebagai sumber energi utama.

Kurangi Ketergantungan Impor Energi

Percepatan elektrifikasi juga memiliki dampak strategis dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, khususnya LPG dan BBM.

Selama ini, tingginya konsumsi energi berbasis fosil membuat Indonesia harus mengimpor dalam jumlah besar, yang pada akhirnya membebani neraca perdagangan dan anggaran negara.

Dengan meningkatkan penggunaan listrik, kebutuhan impor dapat ditekan sehingga ketahanan energi nasional menjadi lebih kuat dan stabil.

Risiko Jika Transisi Energi Terlambat

Ferdinan mengingatkan bahwa tanpa perubahan kebijakan yang signifikan, beban subsidi energi berpotensi terus meningkat. Hal ini dapat memberikan tekanan terhadap kondisi fiskal dan perekonomian secara keseluruhan.

Menurutnya, percepatan elektrifikasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera direalisasikan.

“Jika tidak ada langkah konkret, subsidi akan terus membengkak dan risiko terhadap ekonomi semakin besar,” tegasnya.

Momentum Transformasi Energi Nasional

Saat ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk melakukan transformasi energi secara menyeluruh. Dukungan kebijakan, kesiapan infrastruktur, serta kesadaran masyarakat menjadi faktor kunci dalam mendorong keberhasilan transisi ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Elektrifikasi di sektor rumah tangga dan transportasi tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada upaya pengurangan emisi dan pencapaian target energi berkelanjutan.

Dengan langkah yang tepat dan konsisten, Indonesia berpeluang membangun sistem energi yang lebih mandiri, efisien, dan tahan terhadap gejolak global. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai

Trending

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal siaran langsung Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1. Petarung MMA tak terkalahkan asal Indonesia, Bilal Hasan, akan menjalani pertarungan penting untuk membuka jalan menuju UFC.
Selengkapnya

Viral