Jenazah Taruno Hidayat Korban KM Virgo Tiba di Rumah Duka Madiun, Adiknya Masih Dicari
- tvOne - miftahul erfan
Madiun, tvOnenews.com – Jenazah Taruno Hidayat, salah satu korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, tiba di kampung halamannya di Desa/Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Sabtu (26/9).
Kedatangan jenazah korban disambut tangis haru keluarga dan warga. Sementara itu, adik kandung korban yang ikut berlayar hingga kini masih belum ditemukan.
Jenazah diserahkan pihak berwenang kepada keluarga setelah proses identifikasi. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Masjid Besar Baitul Muttaqin di lingkungan Kantor Kecamatan Kare untuk disalatkan sesuai permintaan keluarga, sebelum akhirnya dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.
Berdasarkan keterangan keluarga, Taruno Hidayat bersama adik kandungnya, Tihwin Nuryanto, berangkat dari Madiun pada Kamis sore, 10 September 2026.
Keduanya berniat mengantar muatan sayur ke Kalimantan menggunakan mobil pikap, setelah mendapat ajakan warga Desa Morang, Kecamatan Kare, yang telah sukses berdagang di Palangkaraya.
“Korban dan adiknya itu ke Kalimantan karena mengirim sayuran ke Kalimantan, maksud mereka menambah pendapatan kan ada saudara yang sudah sukses disana dan berdagang juga," kata Afif Izzudin, kerabat korban.
Namun nahas, kapal yang mereka tumpangi, KM Virgo Transport 8, dihantam gelombang laut hingga akhirnya terbalik di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026 lalu.
"Korban semasa hidup dikenal orang yang baik. Beliau berprofesi sebagai guru dan anggota BPD," imbuhnya.
Komandan Tim Basarnas Surabaya, Gian Ery Pramulya, yang ikut mengantarkan jenazah korban ke Madiun, mengaku jenazah Taruno ditemukan tim SAR dalam kondisi terjebak di dalam badan kapal yang terbalik di dasar laut.
Proses identifikasi dilakukan Tim DVI melalui pencocokan ciri fisik, pakaian, dan keterangan keluarga sebelum dipastikan sebagai Taruno Hidayat.
“Setelah ditemukan kami langsung koordinasi dan pihak keluarga membenarkan bahwa jenazah itu adalah kekuarganya sesuai ciri-ciri fisik dan baju.” Terang Gian.
Jenazah diterbangkan dari Banjarmasin pada Sabtu pagi dan tiba di Surabaya sekitar pukul 07.00 WIB. Selanjutnya, jenazah dikawal tim Basarnas dan kepolisian menuju Madiun menggunakan ambulans.
Gian Ery Pramulya menjelaskan jenazah sudah diserahkan secara resmi kepada keluarga dan langsung dibawa ke Madiun.
Load more