Dedi Mulyadi Gagal Tertibkan Penyapu Koin Jembatan Sewo, Seorang Warga Tertabrak Mobil Usai Nekat Beraksi Lagi
- Tangkapan Layar Instagram @indramayuinfo
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang penyapu koin di Jembatan Sewo perbatasan Subang-Indramayu Jawa Barat alami kecelakaan usai nekat beraksi menyapu koin pada Selasa (24/3/2026).
Padahal sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah melarang warga menyapu koin selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Bahkan, Kang Dedi Mulyadi alias KDM telah memberikan kompensasi sebesar Rp600 ribu kepada warga agar mereka tidak menyapu koin.
Nyatanya, puluhan warga tetap nekat menyapu koin setiap harinya selama arus balik Lebaran 2026.
- Tangkapan Layar Instagram @indramayuinfo
Dikutip dari Instagram @indramayuinfo, peristiwa kecelakaan itu terjadi pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Menurut saksi mata, mobil elf dengan nomor polisi B 7764 BDA itu menabrak penyapu koin hingga naik ke atas trotoar.
Sang sopir mencoba menghindari para penyapu koin yang berada di jalan hingga terpaksa membanting stir.
Akibatnya, kecelakaan tak dapat dihindari, seorang penyapu koin tertabrak hingga mengalami luka-luka.
Korban langsung dievakuasi oleh polisi setemapt untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat demi mendapat perawatan intensif.
KDM Berikan Kompensasi Rp600 Ribu
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan kompensasi Rp50.000 per hari kepada setiap penyapu koin di sekitar Jembatan Sewo, perbatasan Indramayu-Subang, Jawa Barat.
Para penyapu koin dilarang meminta-minta di sepanjang jalan selama 12 hari yakni enam hari sebelum dan enam hari setelah Idul Fitri.
- YouTube KDM Channel
Jika ditotal mereka mendapat kompensasi dari Gubernur Jabar sebesar Rp600 ribu.
Kompensasi diberikan agar mereka tidak melakukan kebiasaanya mengumpulkan koin selama Idul Fitri.
Menurut KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, kebijakan tersebut diambil agar arus mudik maupun balik Idul Fitri tidak tersendat oleh aktivitas para pencari koin.
Selain itu, untuk menjaga keselamatan baik para pengendara maupun penyapu koin itu sendiri di jalur tersebut.
"Sore ini saya kasih uang lebaran, tidak boleh cari koin di jalur Indramayu-Subang," kata KDM, Rabu (18/3/2026).
KDM meminta para pencari koin untuk berkoordinasi dengan kepada desa agar bisa mendapat uang kompensasi.
Pihak RT dan RW akan terlebih dulu mendata para penyapu koin yang berhak menerima kompensasi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jabar Ade Afriandi mengatakan, para pencari koin akan mendapat kompensasi selama 12 hari, yakni enam hari sebelum dan enam hari setelah Idulfitri.
“Selama tidak berakivitas, ada kompensasi dari Pemprov sebesar Rp50.000 per orang per hari, dikali 12 hari,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan DPMD Jabar pada Selasa (17/3/2026), terdapat 104 pencari koin di Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Indramayu.
Semetara di Desa Karanganyar, Kecamatan Pusaka Jaya, Subang ada 55 orang.
Namun, muncul para pencari koin musiman yang berasal dari dua desa tersebut serta datang dari desa lain. Oleh karena itu, akan dilakukan pendataan kembali.
Para pencari koin musiman kerap bermunculan meskipun telah ditertibkan oleh aparat keamanan. Faktor ekonomi mendorong mereka untuk mencari uang di jalan.
Selain itu, tradisi yang sudah berlangsung sejak lama menjadi alasan mereka turun ke jalan. (muu)
Load more