Tutup Menu
LIVESTREAM
Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim
Sulawesi Lainnya
Artikel
Peltu (Purn) Tatang Koswara, terkenal sebagai sniper TNI terbaik di Indonesia
Sumber :
  • Istimewa

Perjuangan Tatang Koswara Bertahan Hidup, Congkel Peluru di Betis, Selamat Berkat Syal Merah Putih

Rabu, 25 Mei 2022 - 14:17 WIB

Nama Peltu (Purn) Tatang Koswara masuk di dalam daftar sniper terbaik di dunia.

Hal itu berdasarkan keterangan dalam dalam buku berjudul Sniper Training, Techniques and Weapons.

Pada kisah Tatang Koswara dalam buku yang ditulis Peter Brookesmith, menyebutkan bahwa Tatang Koswara masuk dalam daftar 14 besar Sniper’s Roll of Honour.

Kisahnya dimulai pada 1967, kala itu Tatang Koswara dimintai tolong oleh sang ibu untuk mengantar adiknya mendaftar anggota TNI AD. Ia pun melakukannya (mengantar adiknya mendaftar).

Saat sudah tiba di tempat pendaftaran, Tatang Koswara bertemu dengan sejumlah perwira Dandim di Banten yang mengenalnya. Para perwira ditu punbertanya kepada Tatang, mengapa ia tak ikut mendaftar.

"Saya kenal dengan perwira Dandim karena sebelumnya juara sepak bola. Karena juara sepak bola itu juga dan beberapa prestasi lainnya, saya diminta para perwira Dandim untuk daftar jadi anggota TNI," ucap Tatang Koswara seperti keterangan dalam buku Sniper Training, Techniques and Weapons.


Peltu (Purn) Tatang Koswara saat masih aktif sebagai TNI. (Ist)

Adapun Tatang Koswara kala itu sempat bingung. Pada esok harinya, Tatang pun menyiapkan semua persyaratan dan kemudian mendaftar sebagai calon anggota TNI melalui jalur tamtama.

Seperti sesuai dugaan, Tatang Koswara pun akhirnya diterima, apesnya, sang adik justru tak lulus dan harus mencoba tahun berikutnya untuk bergabung ke TNI AD.

Pada 1974-1975, Tatang bersama tujuh rekannya terpilih masuk program mobile training teams (MTT) yang dipimpin pelatih dari Green Berets Amerika Serikat, Kapten Conway.

Prajurit Green Beret, atau dikenal dengan prajurit “Baret hijau”, merupakan unit tempur yang siap untuk segala jenis peperangan inkonvensional dan misi-misi rahasia.

Dikenal sebagai United States Army Special Operations Command (USASOC)

"Tahun itu, Indonesia belum memiliki antiteror dan sniper. Muncullah ide dari perwira TNI untuk melatih jagoan tembak dari empat kesatuan, yakni Kopassus (AD), Marinir (AL), Paskhas (AU), dan Brimob (Polri). Namun, sebagai langkah awal, akhirnya hanya diikuti TNI AD," katanya.

Dalam praktiknya, Kopassus kesulitan memenuhi kuota yang ada. Setelah seleksi fisik dan kemampuan, dari kebutuhan 60 orang, Kopassus hanya mampu memenuhi 50 kursi.

Adapun Tatang Koswara dan tujuh temannya pun dilibatkan menjadi peserta. Dia dan 59 anggota TNI AD dilatih Kapten Conway sekitar dua tahun.

Mereka dilatih menembak jitu pada jarak 300, 600, dan 900 meter. Tak hanya itu, mereka juga dilatih bertempur melawan penyusup, sniper, kamuflase, melacak jejak, dan menghilangkannya.

Dari dua tahun masa pelatihan, hanya 17 dari 60 orang yang lulus dan mendapat senjata Winchester model 70.

Dikutip dari majalah Angkasa dan Shooting Times, Winchester 70 yang disebut Bolt-action Rifle of the Century ini juga digunakan sniper legendaris Marinir AS, Carlos Hathcock, saat perang Vietnam.

Senjata tersebut memiliki keakuratan sasaran hingga 900 meter. Senjata dan ilmu yang diperoleh dari pasukan elite Amerika Serikat ini membantu Tatang Koswara dalam pertempuran.

Tak lama kemudian, Tatang Koswara ditarik oleh Kolonel Edi Sudrajat, Komandan Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdiktif) Cimahi, menjadi pengawal pribadi sekaligus sniper saat terjun ke medan perang di Timor Timur (1977-1978).

Ada dua tugas rahasia yang diemban oleh Tatang Koswara beserta rekannya, Ginting.

Pertama, harus melumpuhkan empat kekuatan musuh, yaitu sniper, komandan, pemegang radio, dan anggota pembawa senjata otomatis.

Kedua, menjadi intelijen. Intinya ia masuk ke jantung pertahanan, melihat kondisi medan, dan melaporkannya ke atasan yang menyusun strategi perang.

Bahkan, ada kalanya sniper ditugaskan untuk mengacaukan pertahanan lawan untuk mengurangi jatuhnya korban.

"Lawan kita itu Pasukan Fretilin yang tahu persis medan di Timtim. Mereka pun punya kemampuan gerilya yang hebat, makanya Indonesia menurunkan sniper untuk mengurangi jumlah korban," ujar Tatang Koswara.

Diselamatakan Merah Putih

Pernah suatu ketika, Tatang Koswara ditugaskan masuk ke jantung pertahanan lawan. Tanpa disadari, Tatang Koswara berada di tengah kepungan lawan.

Sebanyak 30 orang bersenjata lengkap di sekelilingnya. Tatang Koswara terperangkap dan tak bisa bergerak sama sekali.

Dalam pikirannya hanya ada satu bayangan, kematian. Namun, sebelum mati, ia harus membunuh komandannya terlebih dahulu.

"Posisi komandannya sudah saya kunci dari pukul 10.00 WIB. Tapi, saya juga ingin selamat, makanya saya menunggu saat yang tepat. Hingga pukul 17.00 WIB, komandan itu pergi ke bawah dan saya tembak kepalanya," ucapnya.


Sniper Terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, Peltu (Purn) Tatang Koswara. (Istimewa)

Ternyata di bawah jumlah pasukan tak kalah banyak. Tatang Koswara dihujani peluru dan terkena dua pantulan peluru yang sebelumnya mengenai pohon.

"Darah mengalir deras hingga sudah sangat lengket. Tapi, saya tidak bergerak karena itu akan memicu lawan menembakkan senjatanya," katanya.

Adapun Tatang Koswara baru bisa bergerak malam hari. Ia mencoba mengikatkan tali bambu di kakinya dan dengan bantuan gunting kuku, dia mencongkel dua peluru yang bersarang di betisnya.

Namun, darah tak juga berhenti mengalir. Ia pun bergegas melepas syal merah putih tempat menyimpan foto keluarga. Sambil berdoa, dia mengikatkan syal tersebut di kakinya.

"Saya memiliki prinsip, hidup mati bersama keluarga, minimal foto keluarga. Saya pun berdoa diberi keselamatan agar bisa melihat anak keempat saya yang masih dalam kandungan, lalu mengikatkan syal merah putih. Ternyata, darah berhenti mengalir. Merah putih menjadi penolong saya," ujar Tatang.

Selama empat kali masuk ke medan perang, Tatang Koswara mengatakan, pelurunya telah membunuh 80 orang. Bahkan, dalam aksi pertamanya dari 50 peluru, 49 peluru berhasil menghujam musuh.

Satu peluru sengaja disisakannya. Ini untuk memenuhi prinsip seorang sniper yang pantang menyerah. Sebagai seorang sniper, dalam keadaan terdesak dia akan membunuh dirinya sendiri dengan satu peluru tersebut.

Tatang didaulat menjadi salah satu sniper terbaik dunia, seperti dituliskan dalam buku yang ditulis Brookesmith itu.

Ia mencetak rekor 41 di bawah Philip G Morgan (5 TH SFG (A) MACV-SOG) dengan rekor 53 dan Tom Ferran (USMC) dengan rekor 41. Tatang memperoleh rekor tersebut dalam perang di Timor Timur pada 1977-1978. (abs)

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Sejumlah Bukti Ditemukan Dua Tersangka Pencetak Uang Palsu Dibekuk Polisi

Sejumlah Bukti Ditemukan Dua Tersangka Pencetak Uang Palsu Dibekuk Polisi

Dittipideksus Bareskrim Polri mengamankan dua orang pelaku pembuat uang palsu di sebuah rumah kontrakan di kawasan Babakan, Baleendah, Bandung, Jawa Barat
Kapusjianstralitbang TNI: Pemusatan Kekuatan dan Desentralisasi Pertahanan Udara Belum Diwujudkan Optimal

Kapusjianstralitbang TNI: Pemusatan Kekuatan dan Desentralisasi Pertahanan Udara Belum Diwujudkan Optimal

Tugas yang akan dihadapi TNI di masa depan akan semakin berat dan kompleks, maka TNI perlu membangun pertahanan udara yang modern, handal dan dapat menghadapi berbagai perkembangan ancaman udara pada masa mendatang.
Komisi III Apresiasi Langkah Kapolri Tangani Kasus Penembakan Brigradir J yang Menyeret Nama Irjen Pol Ferdy Sambo

Komisi III Apresiasi Langkah Kapolri Tangani Kasus Penembakan Brigradir J yang Menyeret Nama Irjen Pol Ferdy Sambo

Komisi III DPR RI mengapresiasi kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam menangani kasus penembakan Brigadir J. Saya sebagai pimpinan Komisi III,
Bos Indofood Tanggapi Isu Harga Mie Instan Naik Berkali Lipat, Katanya: ‘Berlebihan...’

Bos Indofood Tanggapi Isu Harga Mie Instan Naik Berkali Lipat, Katanya: ‘Berlebihan...’

Baru-baru ini beredar isu harga mie instan bakal naik berkali lipat seiring dengan kenaikan harga bahan baku yakni gandum. Hal itu akibat dari perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.
Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J di Rumah Dinas Mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo, Inilah Sosok KM yang Menyita Perhatian Publik

Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J di Rumah Dinas Mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo, Inilah Sosok KM yang Menyita Perhatian Publik

Penetapan tersangka KM kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yousua Hutabarat atau Brigadir J menyita perhatian publik dengan sosok KM, lalu siapakah sosok KM?
Tidak Ada Perkembangan Asesmen Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi LPSK Akan Ungkap Hasil Asesmen Minggu Depan

Tidak Ada Perkembangan Asesmen Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi LPSK Akan Ungkap Hasil Asesmen Minggu Depan

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) tidak ada perkembangan asesmen terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi mengumumkan hasil asesmen pekan depan.
Trending
Akhirnya Terungkap, Gerak-gerik Brigadir J dan Putri Candrawathi Terekam CCTV, Ternyata Sempat Lakukan Hal ini Saat Tiba dari Magelang

Akhirnya Terungkap, Gerak-gerik Brigadir J dan Putri Candrawathi Terekam CCTV, Ternyata Sempat Lakukan Hal ini Saat Tiba dari Magelang

Akhirnya Terungkap, Gerak-gerik Brigadir J dan Putri Candrawathi Terekam CCTV, Ternyata Sempat Lakukan Hal ini Saat Tiba dari Magelang. Ternyat Brigadir J dan..
Kok Brigadir J Dihabisi, Ada Apa? Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka, 11 Perwira Polisi Ikut Kena Getah Kasus Kematian Anak Buah Sambo itu

Kok Brigadir J Dihabisi, Ada Apa? Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka, 11 Perwira Polisi Ikut Kena Getah Kasus Kematian Anak Buah Sambo itu

Kok Brigadir J Dihabisi, Ada Apa? Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka, 11 Perwira Polisi Juga Ikut Kena Getah Kasus Kematian Sang Ajudan. Adapun kasus tersebut...

"Bu Putri Candrawathi itu Terawat di Salon, Cantik, Penampilannya Cetar, yang Nangis Kemarin Hitam Gitu, Beda" Kata Kamaruddin Simanjuntak

Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi masih jadi buah bibir dan jadi salah satu sosok yang paling dinantikan kemunculannya, pada kasus kematian Brigadir J,
Kabareskrim Bantah Pengakuan Bharada E Disuruh Ferdy Sambo untuk Tembak Brigadir J Bukan dari Pengacara, Tapi...

Kabareskrim Bantah Pengakuan Bharada E Disuruh Ferdy Sambo untuk Tembak Brigadir J Bukan dari Pengacara, Tapi...

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menegaskan soal pengakuan Bharada E disuruh oleh mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J bukan karena pengacara atau Kuasa Hukum Bharada E.
Tak Ada Adegan Baku Tembak di Kasus Kematian Brigadir J, Inilah Peran Irjen Ferdy Sambo dalam Membuat Skenario

Tak Ada Adegan Baku Tembak di Kasus Kematian Brigadir J, Inilah Peran Irjen Ferdy Sambo dalam Membuat Skenario

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto mengatakan ada dua peran dari Irjen Ferdy Sambo dalam kasus penembakan Brigadir J.
Bukan Pelecehan, Keluarga Ungkap Alasan Brigadir J Dibunuh

Bukan Pelecehan, Keluarga Ungkap Alasan Brigadir J Dibunuh

Diduga lakukan pelecehan, keluarga Brigadir J Roslin Simanjuntak menduga Yosua Hutabarat dibunuh lantaran melindungi istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Ferdy Sambo Terlibat Penembakanya Anaknya, Ini Reaksi Ibu Brigadir J

Ferdy Sambo Terlibat Penembakanya Anaknya, Ini Reaksi Ibu Brigadir J

Ibu kandung Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak, terkejut mendengar keterangan Kapolri Yoshua ditembak Ferdy Sambo
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
Kabar Arena
00:00 - 01:00
Kabar Dunia
01:00 - 02:00
Trust
Selengkapnya