Dedi Mulyadi Sikapi Truk Pengangkut Telur Tabrak Warung di Subang Berujung Pemilik Tewas, Miris Belum Tanggung Jawab
- Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & Satlantas Polres Subang
Suami korban mengaku sudah berjualan di bangunan toko tersebut sejak 2016. Ia menyewa tempat itu sebesar Rp7,5 juta per tahun.
KDM pun memastikan tragedi tersebut melibatkan truk boks. A Ojon membenarkan kendaraan yang menewaskan istrinya sebagai mobil truk pengangkut telur.
"Jadi, sekarang yang nabraknya itu truk apa?," tanya KDM.
"Mobilnya kosong Pak Haji, cuma katanya mau mengangkut telur. Kalau ngakunya sopirnya itu orang Banten, kalau keneknya orang Subang," tutur A Ojon kepada KDM.
KDM Sesalkan Pemilik Truk Boks Pengangkut Telur Belum Bertanggung Jawab
Lebih lanjut, KDM mempertanyakan itikad baik dari pemilik truk boks. Sebab, pihak penabrak wajib bertanggung jawab atas tragedi itu.
"Apa yang dilakukan pemilik atau punya mobil truknya? Menggantikan apa?," tanya KDM.
Suami korban menyampaikan kabar terbaru kepada KDM. Pihak penabrak belum bertanggung jawab atas kematian istrinya dan tragedi kecelakaan menimpa warungnya.
"Belum ada apa-apa, Pak. Belum ada konfirmasi apa-apa," ngaku suami korban.
KDM terkejut mendengar pengakuan suami korban. Pemilik kendaraan minimal memberikan uang kompensasi atau uang duka akibat kematian istri pemilik warung.
"Memang sampai sekarang belum ada? Misalnya uang duka, biaya pemulasaraan jenazah. Satu rupiah pun belum?," tanya KDM.
Suami korban mengaku tidak mendapatkan uang sebagai itikad baik dari pihak penabrak. Ironisnya, mereka juga belum menyampaikan permohonan maaf.
Dedi Mulyadi menyayangkan sikap pihak truk. Ia pun memastikan sopir dan kenek truk boks sudah ditahan di Polres Subang.
"Ya Allah ya Rabbi. Jadi, yang punya mobilnya belum ada datang ke rumah menyampaikan uang duka belum sama sekali? Waduh, sudah istri meninggal, harus ngurus biaya perawatan, yang nabraknya nggak bertanggung jawab sampai sekarang," bebernya.
Menyikapi hal tersebut, KDM memberikan bantuan. Ia akan mengguyurkan uang sebesar Rp25 juta kepada keluarga korban.Â
Ia tersenduh dengan tujuan suami korban. A Ojon berniat kembali berdagang di toko kelontongnya untuk mempertahankan hidupnya.
"Akang kirim nomor rekening ya. Saya kirim Rp25 juta bantuan," ucap Dedi Mulyadi.
Load more