GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Komnas HAM: Inisial Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Versi Polisi dan TNI Identik

Komnas HAM memastikan ada kecocokan data antara Polda Metro Jaya dan TNI mengenai identitas terduga penyiram air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. 
Senin, 30 Maret 2026 - 15:15 WIB
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian (kiri) dan Koordinator Subkomisi Penegakan HAM sekaligus Komisioner Mediasi Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi (kanan).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memastikan terdapat kecocokan data antara Polda Metro Jaya (PMJ) dan TNI mengenai identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus

Insiden kekerasan tersebut sebelumnya terjadi pada Kamis (19/3) malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, menyatakan bahwa perbedaan inisial yang sempat muncul bukanlah suatu kendala besar dalam proses identifikasi.

"Perbedaan inisial itu kami konfirmasi bukan perbedaan signifikan. Mereka mengatakan itu orang yang sama kira-kira gitu. Itu orang yang sama,” kata Saurlin di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Senin (30/3).

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami sejauh mana peran anggota TNI dalam aksi kriminal tersebut. 

Saurlin menegaskan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang tengah berjalan di kepolisian.

"Polda Metro Jaya masih mendalami keterlibatan pihak TNI. Masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Kita akan menunggu hasil penyelidikannya," jelasnya.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda Metro Jaya, Komnas HAM membenarkan bahwa empat orang yang diduga terlibat merupakan anggota aktif dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

"Seperti rilis yang sudah disampaikan oleh Polda Metro Jaya, terkonfirmasi bahwa mereka dari BAIS dari pihak TNI," tutur Saurlin.

Dalam upaya pengusutan kasus ini, sinergi antara instansi terus dilakukan. Sejumlah berkas dan dokumen penting telah dipindahkan dari pihak kepolisian ke pihak TNI untuk membantu proses penyelidikan internal militer.

"Pihak PMJ menyerahkan beberapa dokumen yang dibutuhkan oleh pihak TNI. Itu yang kita dapatkan," tambahnya.

Sebelum memberikan keterangan, Komnas HAM telah melakukan pertemuan selama tiga jam dengan Dirkrimum Polda Metro Jaya beserta jajarannya. 

Pertemuan tersebut bertujuan untuk menggali perkembangan terbaru dari kasus yang menimpa Andrie Yunus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komnas HAM menyatakan bahwa informasi yang dihimpun dari kepolisian sudah cukup memadai untuk melanjutkan langkah pemantauan, meski masih ada beberapa berkas tambahan yang dinantikan.

“Kami juga sudah mendapatkan informasi banyak hal dari Polda Metro Jaya, kami pikir sudah cukup. Fakta-fakta yang sekarang kami butuhkan juga sudah beberapa hal sudah disampaikan, dan kami masih meminta beberapa hal lagi ya kepada Polda Metro Jaya untuk diserahkan kepada kita,” ujarnya. (ant/dpi

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Soal Kasus Amsal Sitepu, Pakar Hukum Nilai Mestinya Tak Bisa Dipidana

Soal Kasus Amsal Sitepu, Pakar Hukum Nilai Mestinya Tak Bisa Dipidana

Pakar hukum Boris Tampubolon menyoroti kasus dugaan korupsi yang menyeret videografer Amsal Sitepu atas proyek yang dijalankan salah satu desa di Kabupaten Karo
Komnas HAM Segera Panggil Pihak TNI Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM Segera Panggil Pihak TNI Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM segera memanggil pihak TNI terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus demi melengkapi fakta-fakta untuk merumuskan...
Menlu: Satu Prajurit TNI yang Terkena Serangan Israel di Lebanon dalam Kondisi Koma

Menlu: Satu Prajurit TNI yang Terkena Serangan Israel di Lebanon dalam Kondisi Koma

Menlu ungkap salah satu prajurit TNI yang terkena serangan Israel di Lebanon mengalami luka berat dan saat ini masih koma, dirawat di rumah sakit di Beirut.
Negosiasi Kontrak Mandek, Dusan Vlahovic Masuk Radar Utama Inter Milan di Bursa Transfer Musim Panas Nanti

Negosiasi Kontrak Mandek, Dusan Vlahovic Masuk Radar Utama Inter Milan di Bursa Transfer Musim Panas Nanti

Masa depan Dusan Vlahovic bersama Juventus masih diselimuti ketidakpastian jelang bursa transfer musim panas. Situasi ini membuat sejumlah klub elite Eropa.
Bukan Beckham Putra, Sosok Ini Disebut Bisa Gantikan Posisi Ramadhan Sananta Jadi Pemecah Kebuntuan

Bukan Beckham Putra, Sosok Ini Disebut Bisa Gantikan Posisi Ramadhan Sananta Jadi Pemecah Kebuntuan

Timnas Indonesia tertinggal dari Bulgaria, publik soroti Ramadhan Sananta. Nama Marselino Ferdinan mencuat sebagai solusi pemecah kebuntuan.
Laga Belum Usai, Pemain Timnas Ini Sudah Dihujat Warganet, John Herdman Diminta Segera Mainkan Beckham

Laga Belum Usai, Pemain Timnas Ini Sudah Dihujat Warganet, John Herdman Diminta Segera Mainkan Beckham

Timnas Indonesia tertinggal 0-1 atas lawannya Bulgaria di babak pertama final FIFA Series 2026. Belum juga usai laga Indonesia vs Bulgaria, salah satu punggawa Skuad Garuda ini sudah dihujat netizen.

Trending

Meski Lolos Syarat Jadi WNI, FIFA Larang Striker 100 Gol Ini Bela Timnas Indonesia dan Jadi Tumpuan Lini Depan Garuda

Meski Lolos Syarat Jadi WNI, FIFA Larang Striker 100 Gol Ini Bela Timnas Indonesia dan Jadi Tumpuan Lini Depan Garuda

Timnas Indonesia dikaitkan dengan rencana penambahan pemain naturalisasi. Namun, ada satu nama striker tajam yang dipastikan tidak bisa membela skuad Garuda.
Pelatih Bulgaria Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Lebih Ganas di FIFA Series Ketimbang Lawan Irak dan Arab Saudi

Pelatih Bulgaria Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Lebih Ganas di FIFA Series Ketimbang Lawan Irak dan Arab Saudi

Pelatih Bulgaria tak habis pikir, bisa-bisanya Timnas Indonesia jauh tampil ganas di laga perdana FIFA Series 2026 ketimbang saat lawan Irak dan Arab Saudi.
Pertandingan Perebutan Juara Ketiga FIFA Series 2026 Ditunda, Stadion GBK Diguyur Hujan Deras

Pertandingan Perebutan Juara Ketiga FIFA Series 2026 Ditunda, Stadion GBK Diguyur Hujan Deras

Pertandingan antara St Kitts and Nevis melawan Kepulauan Solomon di babak perebutan juara ketiga FIFA Series ini sedianya kick off pada pukul 15.30 WIB.
Jelang Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series, Warganet Pergoki John Herdman Lagi Lari Malam Sendiran di Area Stadion GBK

Jelang Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series, Warganet Pergoki John Herdman Lagi Lari Malam Sendiran di Area Stadion GBK

Pelatih John Herdman kedapatan lagi olahraga lari malam oleh seorang warganet jelang Timnas Indonesia berjumpa dengan Bulgaria di laga penutup FIFA Series 2026.
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 31 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 31 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 31 Maret 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Cek peluang rezeki dan strategi finansial terbaik hari ini.
Tak Puas dengan Posisinya, Penyerang Saint Kitts and Nevis Siap Geser Takhta Gol Terbanyak Pemain Legenda Liga Indonesia

Tak Puas dengan Posisinya, Penyerang Saint Kitts and Nevis Siap Geser Takhta Gol Terbanyak Pemain Legenda Liga Indonesia

Ambisi penyerang Saint Kitts and Nevis, Harrison Panayiotou ternyata terinspirasi untuk mengalahkan pemain legenda Liga Indonesia, yaitu Keith Kayamba Gumbs.
Profil Praka Farizal Rhomadhon Anggota TNI yang Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon

Profil Praka Farizal Rhomadhon Anggota TNI yang Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon

Praka Farizal Rhomadhon merupakan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Berikut Profilnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT