News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

TNI-Polri Beda Sebut Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, Komnas HAM: Itu Orang yang Sama

Komnas HAM memberikan penjelasan soal perbedaan penyebutan inisial pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus, Kamis (19/3/2026) lalu.
Senin, 30 Maret 2026 - 16:54 WIB
Foto dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus ditampilkan pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Sumber :
  • ANTARA/Ilham Kausar

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) buka suara soal adanya perbedaan inisial pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus antara TNI dan Polri.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Komnas HAM, perbedaan penyebutan inisial itu tidak signifikan. Pada dasarnya yang disebutkan adalah orang yang sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Perbedaan inisial itu kami konfirmasi bukan perbedaan signifikan. Mereka mengatakan itu orang yang sama kira-kira gitu. Itu orang yang sama,” ujar Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian, Senin (30/3/2026).

Diketahui, pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus berjumlah empat orang, dengan dua eksekutor. Para pelaku adalah anggota TNI dari Badan Intelijen Strategis (BAIS).

Saat ini, Polda Metro Jaya masih terus menyelidiki kasus ini secara intensif untuk mengungkap secara tuntas kejadian penyiraman air keras, termasuk jika ada otak di balik para pelaku.

"Polda Metro Jaya masih mendalami keterlibatan pihak TNI. Masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Kita akan menunggu hasil penyelidikannya," katanya.

Polda Metro Jaya sebelumnya menyebut bahwa dua eksekutor penyiraman air keras berinisial BHC dan MAK. Sementara pihak TNI mengatakan empat pelaku adalah personel Denma BAIS TNI dengan inisial NDP, SL, BHW, dan ES.

Komnas HAM pun membenarkan bahwa jumlah pelaku sebanyak empat orang, sesuai dengan keterangan dari TNI dan Polda Metro Jaya.

Saat ini TNI juga telah mendapatkan dokumen yang diperlukan untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM tersebut.

"Pihak PMJ menyerahkan beberapa dokumen yang dibutuhkan oleh pihak TNI. Itu yang kita dapatkan," katanya menjelaskan.

Saurlin pun menegaskan bahwa pihaknya turut memantau kasus ini. Komnas HAM juga telah mendapatkan sejumlah fakta perkembangan penyidikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus terjadi pada Kamis (19/3/2026) malam. Saat itu, korban baru saja pulang dari kantor YLBHI.

Berdasarkan pemeriksaan sejauh ini, keempat tersangka sempat mengikuti korban sejak keluar dari YLBHI. Kemudian, saat tiba di daerah Salemba, dua pelaku menyiramkan air keras.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Cuma Mobil Baru, Booth Hyundai GIIAS 2026 Tampilkan Trofi AFF dan Jersey Bertanda Tangan Timnas

Bukan Cuma Mobil Baru, Booth Hyundai GIIAS 2026 Tampilkan Trofi AFF dan Jersey Bertanda Tangan Timnas

Booth Hyundai di GIIAS 2026 tak hanya memamerkan mobil terbaru, tetapi juga trofi AFF 2026, jersey bertanda tangan pemain Timnas Indonesia, serta memorabilia Piala Dunia.
Tak Hanya Senjata, Polisi Juga Dalami Soal Temuan Narkoba Hingga CD Konten Dewasa di Sekolah Jaksel

Tak Hanya Senjata, Polisi Juga Dalami Soal Temuan Narkoba Hingga CD Konten Dewasa di Sekolah Jaksel

Polisi masih mengusut soal penemuan ratusan senjata hingga narkotika di sebuah sekolah yang terletak di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, sejak Juli hingga Rabu (5/8) kemarin.
Wamendagri Wiyagus Dorong Aparatur Pemerintah Maknai HUT Ke-81 RI dengan Semangat Juang dan Sportivitas

Wamendagri Wiyagus Dorong Aparatur Pemerintah Maknai HUT Ke-81 RI dengan Semangat Juang dan Sportivitas

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus mengimbau seluruh aparatur pemerintah untuk menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum penting. 
Forum Kontraktor SPPG Minta BGN Segera Tuntaskan Pembayaran, Beri Tenggat hingga Agustus

Forum Kontraktor SPPG Minta BGN Segera Tuntaskan Pembayaran, Beri Tenggat hingga Agustus

Surat tersebut disampaikan setelah perwakilan Forum mendatangi layanan pengaduan terpadu BGN untuk meminta kepastian terkait proses pembayaran yang hingga kini belum terealisasi.
Stadion GBK Bakal Jadi Saksi Pembuktian Striker Mahal AC Milan saat Lawan Chelsea, Ruben Amorim Janjikan Goncalo Ramos Main

Stadion GBK Bakal Jadi Saksi Pembuktian Striker Mahal AC Milan saat Lawan Chelsea, Ruben Amorim Janjikan Goncalo Ramos Main

Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, memastikan sejumlah bintang Rossoneri tampil saat hadapi Chelsea dalam pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Soal Temuan Senjata di Sekolah Jaksel, Polisi Rincikan Ada Airsoft Gun Hingga Laras Panjang

Soal Temuan Senjata di Sekolah Jaksel, Polisi Rincikan Ada Airsoft Gun Hingga Laras Panjang

Polres Metro Jakarta Selatan buka suara soal temuan ratusan senjata di sebuah sekolah yang terletak di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, sejak Juli hingga Rabu (5/8) kemarin.

Trending

Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh Diperiksa Divpropam Mabes Polri, Ini Faktanya

Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh Diperiksa Divpropam Mabes Polri, Ini Faktanya

Joko ajak seluruh pihak untuk tetap menghormati proses yang sedang berlangsung dan tidak berspekulasi sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi dari Mabes Polri.
Terbongkar, Ini Alasan Mengejutkan Kenapa Ada 995 Senjata di Dalam Sekolah Jaksel Sejak 2020

Terbongkar, Ini Alasan Mengejutkan Kenapa Ada 995 Senjata di Dalam Sekolah Jaksel Sejak 2020

Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin serta Kuasa Hukum Eks Ketua Yayasan, IWD, yakni Alhadid Endar Putra buka suara soal temuan 995 senjata airsoft gun di sebuah sekolah swasta, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Maia Estianty Soroti Kasus Yurizal Pasien BPJS, Ingatkan Nakes untuk Jaga Empati

Maia Estianty Soroti Kasus Yurizal Pasien BPJS, Ingatkan Nakes untuk Jaga Empati

Maia Estianty soroti kasus Yurizal pasien BPJS yang viral, ingatkan para nakes untuk jaga empati.
Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026, Istana Akhirnya Buka Suara

Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026, Istana Akhirnya Buka Suara

Istana Kepresidenan merespons isu yang beredar mengenai usulan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh Nobel Perdamaian 2026.
Fakta Baru Pelaku Mutilasi di Depok: Mendadak Resign Kerja Goreng Piscok Usai Izin Interview di Mal

Fakta Baru Pelaku Mutilasi di Depok: Mendadak Resign Kerja Goreng Piscok Usai Izin Interview di Mal

Di balik kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggegerkan Depok, muncul cerita dari tempat terakhir Saepul alias Saepullah (26) mencari nafkah.
Geger! PSSI-nya Korea Selatan Dituding Biayai Hiburan Seks untuk Wasit Asing, KFA Buka Suara

Geger! PSSI-nya Korea Selatan Dituding Biayai Hiburan Seks untuk Wasit Asing, KFA Buka Suara

Setelah kegagalan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia hingga keputusan aneh pada sanksi pelatih Persija, Shin Tae-yong, kali ini KFA terkena skandal seksual. 
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat Soal Status Cekal

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat Soal Status Cekal

Usai gugatan praperadilan ketiga soal ganti rugi, tersangka tudingan ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo mengajukan kembali praperadilan terkait pencekalan. 
Selengkapnya

Viral