Puting Beliung Mengamuk di Bekasi: 27 Rumah di Cikarang Porak-poranda
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Fenomena angin puting beliung yang dipicu cuaca ekstrem melanda kawasan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (31/3) sore.
Akibat musibah ini, sebanyak 27 hunian warga di dua kecamatan, yakni Cikarang Pusat dan Cikarang Selatan, mengalami kerusakan. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sekretaris Desa Cicau, Narto, mengungkapkan bahwa di wilayah Kecamatan Cikarang Pusat tercatat ada 16 rumah yang terdampak.
Kerusakan umumnya terjadi akibat terjangan angin langsung maupun tertimpa pohon yang tumbang.
Titik terparah dilaporkan berada di Kampung Cicau PLN RT 02/05, di mana sebuah rumah yang dihuni dua kepala keluarga kehilangan seluruh atap bagian depan dan dapur beserta rangkanya.
Salah satu penyintas, Sarwan, menceritakan detik-detik mencekam saat badai datang tiba-tiba sekitar pukul 15.00 WIB di tengah guyuran hujan lebat.
Ia mengaku tidak sempat melakukan langkah antisipasi saat angin kencang melucuti bagian atas rumahnya dalam waktu singkat.
“Atap dapur dan bagian depan rumah terlepas beserta rangkanya. Kami sempat panik karena orang tua sedang sakit, sehingga harus segera dievakuasi meski angin hanya berlangsung sebentar,” katanya.
Selain di Cikarang Pusat, bencana serupa juga menghantam Desa Ciantra di Cikarang Selatan.
Di lokasi tersebut, tercatat 11 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga sedang, termasuk beberapa fasilitas milik pemerintah desa setempat yang turut terdampak.
Menanggapi kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Dodi Supriyadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan asesmen serta mendistribusikan bantuan logistik bagi para korban.
Dodi menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan terus diperkuat guna memastikan penanganan berjalan efektif.
Meskipun kerugian materiil tergolong signifikan, ia memastikan bahwa tidak ada warga yang terluka maupun meninggal dunia dalam insiden ini.
Mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman angin kencang, banjir, hingga tanah longsor.
“Warga diminta tetap siaga, melakukan evakuasi sedini mungkin bila diperlukan, serta segera menghubungi petugas apabila membutuhkan bantuan atau penanganan lebih lanjut,” katanya. (ant/dpi)
Load more