Sorot Tajam Kasum Amsal Sitepu, Pemerintah Diminta Belajar Soal Ekonomi Kreatif
- tim tvOne/tim tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus Amsal Sitepu menjadi sorotan publik terkhusus bagi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.
Bahkan, kasus tersebut menjadi pengingat serius terkait ekosistem kreatif Indonesia masih membutuhkan pembenahan khususnya dalam hal penghargaan terhadap karya.
Ketua Gekrafs Surabaya, Malik Atmadja mengatakan pemerintah secara aktif menggembor-gemborkan ekonomi kreatif sebagai salah satu harapan masa depan Indonesia.
- Istimewa
Namun, realita di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan antara semangat yang digaungkan dengan perlakuan yang dirasakan oleh para pelaku kreatif.
Ia menilai bahwa kondisi ini berpotensi menurunkan kepercayaan pelaku ekonomi kreatif terhadap kolaborasi dengan pemerintah.
“Jika kondisi ini terus berulang, bukan tidak mungkin akan muncul rasa ragu bahkan ketakutan dari pelaku kreatif untuk terlibat dalam proyek-proyek pemerintah. Padahal di sisi lain, pemerintah juga sangat membutuhkan kontribusi para kreator untuk menghidupkan berbagai program, kampanye, hingga wajah kota dan bangsa," kata Malik kepada awak media, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Malik turut menyoroti pentingnya peningkatan literasi di kalangan pemerintah dan aparat penegak hukum terhadap sektor ekonomi kreatif yang memiliki karakter dinamis dan terus berkembang.
Ditambah, kata Malik, Indonesia saat ini menempati posisi ketiga secara global dalam hal ekonomi kreatif.
Posisi ini merupakan hasil dari kontribusi besar para pelaku kreatif di seluruh Indonesia.
“Kreativitas itu tidak ada batasnya, sementara regulasi memiliki batas. Di sinilah pentingnya pemahaman yang lebih dalam agar tidak terjadi benturan yang merugikan pelaku kreatif,” katanya.
Malik menekankan kasus ini tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele melainkan sebagai momentum evaluasi bersama agar tidak berdampak pada menurunnya kepercayaan dan daya saing ekosistem kreatif nasional.
Malik berharap kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pihak, khususnya pemerintah agar ke depan tercipta ekosistem kolaborasi yang lebih sehat dan berkeadilan.
“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang di kota-kota lain. Kita harus sama-sama menjaga ekosistem ini agar tetap sehat dan saling menguatkan,” pungkasnya.(raa)
Load more