News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPK Kejar Biro Haji! Fokus Asset Recovery Rp622 Miliar Usai Tersangka Baru Kasus Kuota Haji

KPK fokus panggil biro haji untuk kejar asset recovery Rp622 miliar usai tetapkan tersangka baru kasus korupsi kuota haji.
Rabu, 1 April 2026 - 09:00 WIB
Gedung KPK
Sumber :
  • Julio Trisaputra/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini mengalihkan fokus penyidikan dengan memanggil biro penyelenggara haji atau PIHK setelah menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi kuota haji.

Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan pengembalian kerugian negara yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KPK Fokus Panggil Biro Haji

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa saat ini penyidik tengah memprioritaskan pemeriksaan terhadap penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK).

Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dalam strategi penanganan kasus, khususnya dalam memaksimalkan asset recovery atau pemulihan kerugian negara.

“Penyidik fokus memanggil biro haji karena di situlah potensi pengembalian kerugian negara bisa dioptimalkan,” ujarnya.

Kerugian Negara Rp622 Miliar Jadi Target Pemulihan

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan, total kerugian negara dalam kasus kuota haji mencapai Rp622 miliar.

Nilai tersebut menjadi dasar bagi KPK untuk menelusuri aliran dana, termasuk keuntungan yang diduga diperoleh oleh pihak-pihak tertentu dalam proses pembagian kuota haji.

KPK menilai, biro haji yang terlibat dalam mekanisme tersebut memiliki peran strategis dalam mengungkap sekaligus mengembalikan kerugian negara.

Tersangka Baru Perluas Arah Penyidikan

Perkembangan terbaru dalam kasus ini ditandai dengan penetapan dua tersangka baru pada 30 Maret 2026, yakni:

  • Ismail Adham

  • Asrul Aziz Taba

Penambahan tersangka ini memperluas cakupan penyidikan dan menguatkan dugaan adanya keterlibatan jaringan dalam pengelolaan kuota haji.

Peran Biro Haji Disorot

Dalam penyidikan yang berjalan, KPK menduga adanya keuntungan yang diperoleh biro haji dari mekanisme pembagian kuota yang tidak sesuai aturan.

Karena itu, pemeriksaan terhadap PIHK dinilai penting untuk mengungkap secara utuh pola distribusi kuota haji yang diduga melanggar hukum.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi untuk memastikan proses hukum tidak hanya berhenti pada penetapan tersangka, tetapi juga mengembalikan kerugian negara secara maksimal.

Kronologi Kasus Kuota Haji

Kasus ini mulai disidik sejak 9 Agustus 2025, terkait pengelolaan kuota haji Indonesia tahun 2023–2024.

Pada 9 Januari 2026, KPK menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka bersama staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex.

Nama Fuad Hasan Masyhur juga sempat terseret dalam kasus ini, meski tidak ditetapkan sebagai tersangka.

Dinamika Penahanan Yaqut

Dalam prosesnya, Yaqut sempat mengalami perubahan status penahanan.

Ia ditahan di Rutan KPK pada 12 Maret 2026, kemudian dialihkan menjadi tahanan rumah pada 19 Maret 2026 atas permohonan keluarga.

Namun, pada 24 Maret 2026, status penahanannya kembali menjadi tahanan rutan setelah dilakukan evaluasi oleh KPK.

Perubahan ini sempat menjadi sorotan publik dan memicu berbagai respons, termasuk pengawasan dari Dewas KPK.

Penyidikan Terus Berkembang

KPK memastikan bahwa penyidikan kasus kuota haji masih terus berkembang dan menunjukkan progres positif.

Fokus pada pemanggilan biro haji menjadi langkah strategis berikutnya untuk mengungkap aliran dana dan mempercepat pemulihan kerugian negara.

Dengan nilai kerugian yang besar, KPK menargetkan proses asset recovery dapat berjalan optimal dan memberikan efek jera bagi pelaku korupsi.

Asset Recovery Jadi Prioritas

Penanganan kasus ini tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga pada pengembalian kerugian negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui pemeriksaan terhadap PIHK, KPK berharap dapat menelusuri keuntungan yang diperoleh secara tidak sah dan mengembalikannya ke kas negara.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya pemberantasan korupsi yang tidak hanya menghukum pelaku, tetapi juga memulihkan kerugian publik. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelatih Argentina Lionel Scaloni Turut Geram! Kegagalan Italia Disebut Tak Adil dan Sulit Diterima Dunia

Pelatih Argentina Lionel Scaloni Turut Geram! Kegagalan Italia Disebut Tak Adil dan Sulit Diterima Dunia

Kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun terus menuai reaksi dari berbagai pihak. Kali ini, simpati datang dari pelatih Argentina, Lionel Scaloni, yang mengaku sedih melihat nasib Gli Azzurri.
Soal Kasus di PN Depok, KPK Periksa Saksi Untuk Dalami Alur Perintah Suap

Soal Kasus di PN Depok, KPK Periksa Saksi Untuk Dalami Alur Perintah Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa tiga saksi terkait kasus suap di Pengadilan Negeri (PN) Depok yang menyeret I Wayan Eka Mariarta selaku Ketua PN Depok
Tak Hanya Apresiasi, DPR Soroti Kinerja MIND ID, Tekankan Hilirisasi Mineral

Tak Hanya Apresiasi, DPR Soroti Kinerja MIND ID, Tekankan Hilirisasi Mineral

Pimpinan Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, memberikan apresiasi atas kinerja korporasi sejumlah entitas tambang yang tergabung dalam holding MIND ID sepanjang
Kondisi Terkini SPBE Gas yang Meledak di Bekasi, Korban Dilarikan ke RSUD

Kondisi Terkini SPBE Gas yang Meledak di Bekasi, Korban Dilarikan ke RSUD

Seperti diketahui, warga Bekasi dikejutkan dengan insiden ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) gas di awasan Cimuning Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pemerintah Pertimbangan Mundur dari BOP

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pemerintah Pertimbangan Mundur dari BOP

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah mempertimbangkan keputusan untuk keluar dari keanggotaan Board of Peace (BOP). Legislator PDIP itu
Isu Air Keras dan Perang Informasi, Publik Diminta Waspada Potensi Destabilisasi

Isu Air Keras dan Perang Informasi, Publik Diminta Waspada Potensi Destabilisasi

Isu air keras dikaitkan dengan perang informasi, publik diminta waspada potensi destabilitas dan provokasi global terhadap Indonesia.

Trending

Kondisi Terkini SPBE Gas yang Meledak di Bekasi, Korban Dilarikan ke RSUD

Kondisi Terkini SPBE Gas yang Meledak di Bekasi, Korban Dilarikan ke RSUD

Seperti diketahui, warga Bekasi dikejutkan dengan insiden ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) gas di awasan Cimuning Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi
Pelatih Argentina Lionel Scaloni Turut Geram! Kegagalan Italia Disebut Tak Adil dan Sulit Diterima Dunia

Pelatih Argentina Lionel Scaloni Turut Geram! Kegagalan Italia Disebut Tak Adil dan Sulit Diterima Dunia

Kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun terus menuai reaksi dari berbagai pihak. Kali ini, simpati datang dari pelatih Argentina, Lionel Scaloni, yang mengaku sedih melihat nasib Gli Azzurri.
Soal Kasus di PN Depok, KPK Periksa Saksi Untuk Dalami Alur Perintah Suap

Soal Kasus di PN Depok, KPK Periksa Saksi Untuk Dalami Alur Perintah Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa tiga saksi terkait kasus suap di Pengadilan Negeri (PN) Depok yang menyeret I Wayan Eka Mariarta selaku Ketua PN Depok
Tak Hanya Apresiasi, DPR Soroti Kinerja MIND ID, Tekankan Hilirisasi Mineral

Tak Hanya Apresiasi, DPR Soroti Kinerja MIND ID, Tekankan Hilirisasi Mineral

Pimpinan Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, memberikan apresiasi atas kinerja korporasi sejumlah entitas tambang yang tergabung dalam holding MIND ID sepanjang
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pemerintah Pertimbangan Mundur dari BOP

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pemerintah Pertimbangan Mundur dari BOP

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah mempertimbangkan keputusan untuk keluar dari keanggotaan Board of Peace (BOP). Legislator PDIP itu
Kabar Gembira untuk Warga Jawa Barat, Dedi Mulyadi Sebut Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah Sudah di Depan Mata

Kabar Gembira untuk Warga Jawa Barat, Dedi Mulyadi Sebut Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah Sudah di Depan Mata

​​​​​​​Dedi Mulyadi umumkan renovasi puluhan ribu rumah di Jawa Barat. Warga kini bisa daftar langsung, program dimulai April dan dorong ekonomi daerah.
Media Malaysia Tak Habis Pikir, Padahal Timnas Indonesia Gagal Juara tapi Tetap Dipandang Positif

Media Malaysia Tak Habis Pikir, Padahal Timnas Indonesia Gagal Juara tapi Tetap Dipandang Positif

Kegagalan Timnas Indonesia meraih gelar juara FIFA Series 2026 menjadi sorotan media Malaysia. Meski gagal lawan Bulgaria, skuad Garuda tetap dipandang positif.
Selengkapnya

Viral