News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Disidak Dedi Mulyadi, Satpam dan Siswa SMK 2 Subang Langsung Berlarian

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun ke lapangan melakukan sidak langsung di SMK 2 Subang. Ternyata, di lokasi ia menemukan banyak hal yang harus diperbaiki.
Kamis, 2 April 2026 - 19:53 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat melakukan sidak di SMK 2 Subang
Sumber :
  • YouTube @Kang Dedi Mulyadi Channel

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke SMK 2 Subang. Di sekolah pertanian itu, ia melihat secara langsung bahwa banyak yang harus diperbaiki.

Dibagikan dalam YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, pria yang dikenal juga sebagai KDM ini mulai melakukan sidak dari depan hingga bagian dalam sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awalnya, ia langsung masuk ke tempat jaga satpam di depan sekolah. Di dalamnya ternyata banyak sampah plastik membuat lingkungan terasa tidak bersih.

KDM sidak di SMK 2 Subang
KDM sidak di SMK 2 Subang
Sumber :
  • YouTube @Kang Dedi Mulyadi Channel

"Ini kenapa begini?," ujar Dedi sambil menunjuk beberapa plastik yang digulung di bagian pojok ruangan satpam itu.

Ia langsung meminta agar satpam yang bertugas segera membuang sampah tersebut. Selain itu, Dedi juga memanggil tiga siswa yang tidak jauh dari lokasi untuk membantu membersihkan.

"Ambil, ambil. Kamu kan taruna ya? Tempat sampahnya ada enggak?," kata sang gubernur.

"Ada Pak di depan," jawab seorang siswa. Mereka lalu membuang beberapa sampah plastik yang ditunjuk tadi.

Ketiga siswa itu langsung sigap berlarian membuang sampah yang tadinya menumpuk di dalam tempat jaga satpam. Sementara sang satpam sedang mengambil alat pel.

Setelah mengambil alat pel, satpam itu pun ikut berlarian karena sudah ditunggu oleh KDM untuk segera membersihkan pos jaga.

Setelah tempat itu bersih dari sampah, mantan Bupati Purwakarta itu memberikan sejumlah uang kepada satpam untuk membelikan beberapa perabotan.

Ia meminta agar kursi lipat dan tempat sampah harus dibeli baru karena yang lama sudah rusak. Satpam tersebut pun langsung siap menuruti permintaan sang gubernur.

Dedi kemudian menyoroti motor yang terlihat sembarangan parkir di depan pos jaga satpam. Ternyata motor itu adalah milik satpam yang berjaga.

Menurutnya, motor tidak boleh sembarangan parkir supaya lingkungan sekolah tetap rapi. Ia pun meminta sang satpam memindahkan motornya ke tempat parkir. 

Tak cuma menyuruh petugas dan siswa membersihkan sekolah tersebut, KDM juga melihat patung di depan gedung yang hanya tersisa bentuk sepatu.

Seorang petugas pun datang dan menjelaskan bahwa patung itu tadinya berbentuk seorang taruna. Namun, kini patung tersebut sudah ambruk dan hanya tersisa bagian sepatunya.

"Bilang sama kepala sekolahnya, itu kalau memang sudah roboh, buka (diperbaiki). Nanti saya bantu patungnya. Patung apa itu? Taruna? Ya sudah, nanti saya bikinin patung taruna yang bagus," katanya menegaskan.

KDM kemudian berjalan ke bagian masjid dan tempat wudhu. Pria yang kerap berpakaian putih itu pun langsung geram karena melihat situasi yang berantakan.

Terlihat rumput cukup tinggi dan banyak kayu berserakan. Menurutnya, situasi itu harusnya bisa dibersihkan dengan memberdayakan para murid yang bersekolah di SMK 2 Subang.

"Ini kan sekolah taruna, kenapa masih kotor?," kata sang gubernur.

Setelah selesai memeriksa bagian masjid dan tempat wudhu, ia melihat sekeliling sekolah. Ternyata banyak tempat sampah yang sudah rusak namun tetap dipasang di tempatnya.

Dedi kemudian bertanya berapa tempat sampah serta alat potong rumput yang dibutuhkan sekolah kepada seorang petugas. Petugas itu pun menjawab bahwa pihaknya membutuhkan setidaknya 10 tempat sampah dan alat potong rumput.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat melakukan sidak di SMK 2 Subang
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat melakukan sidak di SMK 2 Subang
Sumber :
  • YouTube @Kang Dedi Mulyadi Channel

Sang gubernur lalu langsung menghubungi timnya di lapangan, meminta agar dibelikan tempat sampah besar dan alat potong rumput berkualitas.

Setelah memastikan kebutuhan sarana prasarana sekolah terpenuhi, Dedi Mulyadi kemudian bertanya apakah ada sistem pengolahan sampah menjadi pupuk.

Betapa kecewanya ia ketika mengetahui bahwa sistem itu pernah ada namun sudah terputus generasinya. Padahal, SMK 2 Subang adalah sekolah yang fokus pada pendidikan pertanian.

"Harus mandiri dong. Ini kan SMK, artinya anak-anak sudah bisa membuat pupuk organik. Masa jurusan pertanian enggak ada sistem pengoalah pupuk organik," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pupuk yang dihasilkan dalam proses pembelajaran di SMK bisa digunakan untuk merawat tanaman di sekitar sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini akan membuat pengelolaan taman menjadi lebih hemat dan bermanfaat. Selain itu, ia juga menyarankan agar sekolah membuat minyak sendiri berbahan bakar plastik.

Selain itu, kayu-kayu yang berserakan di sekolah juga dinilai Dedi bisa dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Ia pun mendorong agar sekolah tersebut aktif dalam memperbaiki diri. (iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usai Tumbangkan Timnas Indonesia, Pelatih Bulgaria Langsung Diincar Klub Indonesia

Usai Tumbangkan Timnas Indonesia, Pelatih Bulgaria Langsung Diincar Klub Indonesia

Keberhasilan Aleksandar Dimitrov membawa Timnas Bulgaria menjuarai FIFA Series 2026 di Jakarta langsung menarik perhatian. Pelatih berusia 49 tahun itu kini di-
John Herdman Dongkrak Level Garuda, Bung Ropan Sebut Timnas Indonesia Siap Uji Nyali Lawan Tim Timur Tengah

John Herdman Dongkrak Level Garuda, Bung Ropan Sebut Timnas Indonesia Siap Uji Nyali Lawan Tim Timur Tengah

Performa Timnas Indonesia meningkat di era John Herdman. Bung Ropan menilai skuad Garuda bisa uji kekuatan lawan tim Timur Tengah di FIFA Matchday Juni 2026.
Jadwal dan Lawan Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026: Misi Pertahankan Gelar Juara

Jadwal dan Lawan Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026: Misi Pertahankan Gelar Juara

Timnas Futsal Indonesia bersiap kembali tampil di ajang ASEAN Futsal Championship (Piala AFF) 2026 yang akan digelar di Nonthaburi. Berstatus sebagai juara ber-
Geger, Empat Warga Jawa Barat Ditemukan Tewas di Jakarta Selatan

Geger, Empat Warga Jawa Barat Ditemukan Tewas di Jakarta Selatan

Sebanyak empat pekerja ditemukan tewas di proyek bangunan bertingkat, Jalan Tb Simatupang RT.02 RW.02, Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/4/2026) pagi.
Bisa Lampaui Shin Tae-yong? Ini Pandangan Jujur Thom Haye Lihat John Herdman Nakhodai Timnas Indonesia

Bisa Lampaui Shin Tae-yong? Ini Pandangan Jujur Thom Haye Lihat John Herdman Nakhodai Timnas Indonesia

Thom Haye nilai John Herdman bawa angin segar untuk Timnas Indonesia, hal ini terlihat di FIFA Series 2026. Apakah bisa lampaui era pelatih Shin Tae-yong?
Andai Era John Herdman Dimulai Usai Shin Tae-yong, Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar

Andai Era John Herdman Dimulai Usai Shin Tae-yong, Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar

Pelatih Bulgaria nilai Timnas Indonesia sudah setara tim Eropa menengah. Andai John Herdman melatih lebih awal, peluang ke Piala Dunia 2026 masih terbuka.

Trending

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 ternyata ikut menjadi perhatian media Eropa. Media Prancis menyoroti performa penuh Calvin Verdonk.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak membuat pamornya meredup. Media Vietnam yakin Garuda jadi kandidat juara Piala AFF 2026.
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Selengkapnya

Viral