Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Meski Ancaman Tsunami Imbas Gempa M 7,6 Dicabut BMKG, Warga tetap Jaga Keselamatan
- Instagram/@s_tjo
"Pendataan masih terus dilakukan oleh tim di lapangan," lanjutnya.
Gubernur Malut itu mengapresiasi seluruh pihak terutama masyarakat yang dianggap sigap. Ia bersyukur masyarakat Malut disiplin dalam mengikuti arahan pemerintah selama berlangsungnya situasi darurat.
"Sejak awal akses informasi resmi telah tersebar baik dan tim lapangan telah bergerak cepat dan inisiatif evakuasi mandiri serta menerima info resmi," terangnya.
Menurutnya, kepatuhan warga sebagai kunci penting dalam meminimalkan risiko terjadi adanya korban jiwa. Kedisiplinan terhadap imbauan juga meminimalisir kerugian lebih besar.
"Fokus kami adalah memastikan bahwa keselamatan warga, melakukan pendataan, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak," tegasnya.
Sherly memasatikan layanan dasar masyarakat masih dijalankan Pemprov Malut. Pasalnya, kebutuhan listrik, komunikasi hingga distribusi logistik sangat penting bagi warga di wilayah terdampak.
Ia mengatakan, Pemprov Malut melalui Dinas Sosial (Dinsos) telah mulai mengirimkan bantuan sejak Kamis, 2 April 2026 pada pukul 16.00 WIT.
"Perlengkapan keluarga serta dukungan logistik untuk memastikan masyarakat tetap terlindungi dan hariannya terpenuhi," jelasnya.
Akan tetapi, kata dia, proses pendistribusian kebutuhan dasar dilakukan secara bertahap. Hal ini menyangkut dengan sesuai kondisi kebutuhan.
Maka dari itu, Sherly kembali berharap agar warga Malut tetap tenang. Selama mereka mengikuti arahan pemerintah dan petugas, warga Malut diyakini aman.
"Pemerintah akan terus hadir hingga seluruh kondisi kembali pulih. Mari kita jaga satu sama lain dan melewati ini bersama," ucapnya.
Terakhir, ia mengajak masyarakat kembali beraktivitas. Namun mereka harus tetap menjaga keselamatan.
(hap)
Load more