GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Seruan Gulingkan Prabowo, DPR hingga Hasan Nasbi Kecam Omongan Saiful Mujani: Hati-hati Berbicara

Anggota DPR RI Firman Soebagyo hingga mantan Kepala PCO Hasan Nasbi memberikan reaksi keras terhadap pernyataan kontroversial Saiful Mujani yang diduga menyerukan untuk menjatuhkan Prabowo.
Minggu, 5 April 2026 - 15:54 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Sumber :
  • BPMI Setpres

Jakarta, tvOnenews.com - Penggalan pernyataan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang diduga menyinggung upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto, mendapat reaksi kritis dari sejumlah pihak.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, menilai pernyataan Saiful Mujani yang viral itu berpotensi memicu polemik dan kegaduhan di ruang publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Firman bahkan menganggap pernyataan Saiful bisa dinilai provokatif dan berisiko ditafsirkan sebagai ajakan makar.

Ia mengingatkan, sebagai tokoh publik dan figur senior di lembaga survei, Saiful Mujani mestinya harus selalu berhati-hati dalam berbicara.

“Harus berhati-hati dalam berbicara di hadapan publik, apalagi sebagai tokoh lembaga survei yang sudah sangat senior,” ujar Firman dikutip dari Parlementaria, Minggu (5/4/2026).

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo
Sumber :
  • Tim tvOne

Firman juga menegaskan, proses pemakzulan presiden tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI ini menuturkan bahwa mekanisme tersebut telah diatur secara ketat dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Presiden hanya dapat dimakzulkan jika terbukti melakukan pelanggaran hukum berat, dan itu harus melalui tahapan di DPR, Mahkamah Konstitusi, hingga MPR,” kata dia.

Terkait narasi pergantian kepemimpinan nasional, Firman berpandangan bahwa pergantian Presiden Prabowo belum tentu membawa kondisi yang lebih baik.

“Tidak akan lebih baik,” tegas Firman.

Kemudian, Firman juga menyinggung munculnya spekulasi publik mengenai motif di balik pernyataan Saiful Mujani. Menurutnya, sebagian pihak mempertanyakan apakah pernyataan tersebut terkait kepentingan tertentu, termasuk upaya meningkatkan posisi tawar.

Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani
Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani
Sumber :
  • Antara

Balasan Keras Hasan Nasbi

Sebagai informasi, potongan video pernyataan Saiful Mujani dalam sebuah acara halalbihalal menjadi viral setelah beredar luas di platform seperti YouTube dan Instagram.

Dalam penggalan video yang beredar, Saiful menyebut Presiden Prabowo tidak dapat dinasihati dan hanya bisa dijatuhkan demi menyelamatkan bangsa.

“Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful.

“Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan, itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” sambungnya.

Pernyataan kontroversial tersebut kini menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan luas, sekaligus mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan pandangan di ruang publik.

Meski video yang tersebar tidak utuh, respons keras juga datang dari Hasan Nasbi yang pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) periode 2024-2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mereka itu ngakunya pejuang demokrasi, tapi nggak pernah mau paham apa esensi demokrasi," kecam Hasan Nasbi di akun Instagramnya.

"Itu seorang profesor ilmu politik, seorang konsultan politik, seorang polster. Dia juga seorang pollster yang harusnya paham data. Hari ini boleh aja anda mengatasnamakan rakyat, tapi mengatasnamakan rakyat yang banyak atau rakyat yang sedikit?" kritiknya cadas.(rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

IHSG Dibuka Anjlok 1,64 Persen ke Level 5.995 Jumat Pagi, Bursa Asia dan Wall Street Menguat

IHSG Dibuka Anjlok 1,64 Persen ke Level 5.995 Jumat Pagi, Bursa Asia dan Wall Street Menguat

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.
Sekjen Demokrat Minta Pemerintah Segera Diplomasi Untuk Pulangkan 9 WNI yang Ditangkap Israel

Sekjen Demokrat Minta Pemerintah Segera Diplomasi Untuk Pulangkan 9 WNI yang Ditangkap Israel

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron mengatakan, bahwa tindakan terhadap para aktivis kemanusiaan tersebut harus disikapi berdasarkan hukum dan konvensi internasional yang berlaku.
DPR Minta Pemerintah Segera Merespons Surat Kadin China demi Menjaga Kepercayaan Investor

DPR Minta Pemerintah Segera Merespons Surat Kadin China demi Menjaga Kepercayaan Investor

Sebelumnya, kamar dagang China di Indonesia menyampaikan surat resmi yang menyoroti sejumlah persoalan yang dikeluhkan pelaku usaha.
Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dalam sidang sebelumnya, Priyo sempat menyatakan bahwa Ririn tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ia bahkan menyebut empat nama lain sebagai pelaku utama. 
Nekat Mengadu ke Dedi Mulyadi, Pemuda Ini Minta Kios yang Diduga Jual Obat Terlarang Ditindak: Backingannya Besar

Nekat Mengadu ke Dedi Mulyadi, Pemuda Ini Minta Kios yang Diduga Jual Obat Terlarang Ditindak: Backingannya Besar

Di sela-sela penertiban kios PKL di Cicadas, Dedi Mulyadi dapat laporan tak terduga dari anak muda yang mengaku resah dengan dugaan peredaran obat terlarang.
Ketua KPK Pastikan Penyitaan Cukai Palsu di Jepara dan Semarang Tak Pengaruhi Kasus Bea Cukai

Ketua KPK Pastikan Penyitaan Cukai Palsu di Jepara dan Semarang Tak Pengaruhi Kasus Bea Cukai

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyitaan pita cukai palsu di Jepara dan Semarang tak pengaruhi penyidikan kasus di Ditjen Bea dan Cukai.

Trending

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons tegas terkait gelombang protes dan kemarahan publik akibat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bandung. 
TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

Kabar dari Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik. Mulai dari sayembara dadakan KDM, soal PKL yang digusur hingga prestasi Malut.
Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat sayembara berhadiah mencari Aman Yani. Pesan disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membuat warga terdiam
Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Berikut beberapa fakta terbaru dari pihak Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Ambulans Tak Kunjung Tiba, Dedi Mulyadi Tangani 2 Remaja Kecelakaan di Lembang: Biaya Sama Gubernur

Ambulans Tak Kunjung Tiba, Dedi Mulyadi Tangani 2 Remaja Kecelakaan di Lembang: Biaya Sama Gubernur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tanpa sengaja bertemu dua remaja yang mengalami luka akibat kecelakaan di Lembang, Bandung Barat dan dilarikan ke rumah sakit
Polda Metro Jaya Periksa Model Ansy Jan De Vries Terkait Hoaks Jadi Korban Begal

Polda Metro Jaya Periksa Model Ansy Jan De Vries Terkait Hoaks Jadi Korban Begal

Model atau MUA Ansy Jan De Vries menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, pada Kamis (21/5) terkait kebohongan soal dirinya menjadi korban begal hingga mengalami luka bacok di kepala.
Selengkapnya

Viral