Pramono Imbau Masyarakat Tak Panic Buying Terkait Kenaikan Harga Bahan Pokok
- Istockphoto
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau masyarakat tidak panik di tengah isu kenaikan harga sejumlah bahan pokok hingga plastik.
“Nggak perlu panic buying karena semua kebutuhan utama itu stoknya masih cukup,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memantau pergerakan harga komoditas di pasar.
Meskipun terjadi gejolak pada harga produk berbahan plastik, ia memastikan bahwa kondisi inflasi di Jakarta secara keseluruhan masih berada dalam kategori terkendali dan stabil.
- ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
“Di Jakarta sampai dengan hari ini kami memantau harian, inflasinya masih terjaga dengan baik,” jelas Pramono.
Sementara itu, Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat kenaikan harga plastik mencapai 50 persen dari kondisi normal.
Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan mengatakan, kenaikan harga plastik terjadi bertahap sejak 28 Februari 2026.
Sebelum memasuki Ramadhan harga plastik masih Rp10.000, namun dalam sepekan harga plastik naik Rp500 hingga Rp700.
“Sampai hari ini puncaknya itu naiknya di kita proyeksikan di 50 persen,” kata Reynaldi.
Tekanan biaya ini berpotensi diteruskan ke harga barang jika berlangsung lama. Pedagang mempertimbangkan penyesuaian harga untuk menutup beban tambahan.
Gangguan pasokan dipicu penutupan Selat Hormuz. Jalur ini menjadi rute utama bahan baku plastik.
“Kalau kita lihat bahan baku plastik itu menggunakan BBM, tentu ini akan mempengaruhi sekali, yang konfliknya terjadi di Timur Tengah,” jelas Reynaldi.
Sain itu, konflik tersebut juga berdampak pada bahan pangan impor seperti kedelai. Akhirnya, hal tersebut mengakibatkan harga tempe dan tahu meningkat. (ant)
Load more