GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bantah Seret Nama Jusuf Kalla Dalam Kasus Ijazah Jokowi, Kuasa Hukum Rismon Sianipar: Tuduhan Itu Hoaks dan Diduga Rekayasa AI

Kuasa hukum Rismon Sianipar bantah tudingan seret Jusuf Kalla dalam polemik ijazah Jokowi, sebut pernyataan beredar hasil rekayasa AI.
Senin, 6 April 2026 - 16:52 WIB
Rismon Sianipar
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Balige Academy

Jakarta, tvOnenews.com - Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali memanas. Kali ini, sorotan tertuju pada laporan yang dilayangkan oleh Jusuf Kalla ke Bareskrim Polri terhadap Rismon Sianipar atas tudingan dirinya ada sangkut paut dalam kasus ijazah Jokowi. Namun, pihak kuasa hukum Rismon menegaskan bahwa kliennya tidak pernah menyeret nama JK dalam polemik tersebut.

Kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, dengan tegas membantah tuduhan yang menyebut kliennya mencatut nama Jusuf Kalla sebagai dalang pendanaan isu dugaan ijazah palsu Jokowi. Ia bahkan menyebut informasi yang beredar luas di publik sebagai hoaks yang diduga merupakan hasil rekayasa teknologi artificial intelligence (AI).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kuasa Hukum Tegaskan Tidak Ada Pernyataan Libatkan JK

Jahmada menyatakan, kliennya tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang menyeret nama Jusuf Kalla dalam polemik yang tengah menjadi perhatian publik tersebut.

“Rismon tidak pernah menyebut nama Pak JK. Semua yang beredar itu tidak benar,” tegas Jahmada dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).

Ia menilai, narasi yang berkembang di tengah masyarakat telah dimanipulasi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara fakta. Bahkan, pihaknya menduga kuat bahwa konten tersebut merupakan hasil rekayasa berbasis AI yang kini semakin sulit dibedakan dari pernyataan asli.

“Semua yang beredar itu hoaks. Itu hasil AI,” lanjutnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi bantahan langsung atas tudingan yang menjadi dasar laporan pihak Jusuf Kalla ke Bareskrim Polri.

Laporan ke Bareskrim Tetap Berjalan

Di sisi lain, kuasa hukum Jusuf Kalla, Abdul Haji Talaohu, menegaskan bahwa laporan ke Bareskrim tetap perlu dilakukan untuk menguji kebenaran informasi yang beredar.

Menurut Abdul, meskipun ada klaim bahwa pernyataan tersebut merupakan hasil rekayasa AI, proses hukum tetap diperlukan guna memastikan validitasnya melalui pemeriksaan ahli dan penyelidik.

“Hal ini perlu diuji terlebih dahulu. Ini menyangkut kepercayaan dan kredibilitas. Nanti biar ahli dan penyidik yang menilai,” ujarnya kepada wartawan di Bareskrim, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, laporan tersebut bukan semata-mata soal satu pernyataan, tetapi juga dampak yang ditimbulkan setelahnya. Menurutnya, pernyataan yang dikaitkan dengan Rismon telah memicu berbagai reaksi dan peristiwa lanjutan di tengah masyarakat.

“Akibat dari pernyataan itu menimbulkan rangkaian peristiwa lain. Jadi ini bukan berdiri sendiri,” jelas Abdul.

Dinamika Kasus dan Uji Kredibilitas Informasi

Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana perkembangan teknologi, khususnya AI, dapat memengaruhi persepsi publik terhadap suatu informasi. Klaim adanya rekayasa AI dalam pernyataan yang beredar menambah kompleksitas penanganan perkara.

Pihak Jusuf Kalla tetap memilih jalur hukum untuk mengklarifikasi sekaligus memulihkan nama baik, sementara kubu Rismon bersikeras bahwa kliennya menjadi korban penyebaran informasi yang tidak akurat.

Laporan yang diajukan ke Bareskrim Polri pun diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk mengungkap fakta sebenarnya, termasuk menelusuri apakah benar terdapat manipulasi digital dalam konten yang beredar.

Polemik Ijazah Jokowi Kembali Jadi Sorotan

Isu dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Presiden Joko Widodo sebelumnya memang kerap mencuat dan menjadi bahan perdebatan publik. Namun, dengan munculnya klaim keterlibatan tokoh lain seperti Jusuf Kalla, eskalasi polemik semakin meluas.

Situasi ini memperlihatkan bagaimana isu sensitif dapat berkembang cepat di era digital, terlebih jika melibatkan tokoh nasional dan didorong oleh penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Baik pihak pelapor maupun terlapor kini menempuh jalur hukum untuk membuktikan kebenaran masing-masing. Proses penyelidikan di Bareskrim Polri akan menjadi kunci dalam menentukan apakah pernyataan tersebut benar berasal dari Rismon atau merupakan hasil manipulasi teknologi.

Fokus pada Pembuktian Hukum

Perkembangan kasus ini menegaskan pentingnya pembuktian berbasis fakta dan analisis ahli dalam menghadapi era disinformasi. Klaim penggunaan AI sebagai alat rekayasa pernyataan menjadi tantangan baru dalam penegakan hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyidik diharapkan dapat mengurai secara objektif, termasuk menelusuri sumber konten, keaslian rekaman, serta kemungkinan adanya manipulasi digital.

Dengan laporan resmi yang telah diajukan, proses hukum kini berjalan dan publik menanti hasil penyelidikan untuk mendapatkan kejelasan atas polemik yang semakin meluas ini. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rekap Hasil Singapore Open 2026, Selasa 26 Mei: Alwi Farhan Beri Kejutan, 2 Wakil Indonesia ke 16 Besar

Rekap Hasil Singapore Open 2026, Selasa 26 Mei: Alwi Farhan Beri Kejutan, 2 Wakil Indonesia ke 16 Besar

Rekap hasil Singapore Open 2026, di mana pada hari pertama terdapat dua wakil Indonesia yang berhasil melaju ke babak 16 besar.
Usai Dijadikan Tersangka oleh Polda Metro Jaya, Dua Terlapor Pemalsuan Ajukan Permohonan ke LPSK

Usai Dijadikan Tersangka oleh Polda Metro Jaya, Dua Terlapor Pemalsuan Ajukan Permohonan ke LPSK

Pelapor kasus dugaan pemalsuan sertifikat tanah yakni ICS dan SR kini berstatus tersangka oleh Polda Metro Jaya dengan kasus serupa.
KPK Telusuri Rumah Rp4 Miliar Milik Fadia Arafiq di Cibubur, Dibeli Tunai Saat Menjabat Bupati

KPK Telusuri Rumah Rp4 Miliar Milik Fadia Arafiq di Cibubur, Dibeli Tunai Saat Menjabat Bupati

KPK menelusuri pembelian rumah Rp4 miliar milik Fadia Arafiq di Kota Wisata Cibubur. Rumah disebut dibeli tunai saat menjabat Bupati Pekalongan.
Wacana Penyeragaman Kemasan Rokok, Asosiasi Sebut Ancaman Maraknya Produk Ilegal

Wacana Penyeragaman Kemasan Rokok, Asosiasi Sebut Ancaman Maraknya Produk Ilegal

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar konsultasi publik pembahasan terkait peringatan kesehatan pada Selasa (26/5/2026).
Periksa Saksi Untuk Dalami Aset Fadia Arafiq, KPK: Optimalisasi Pemulihan Keuangan Negara

Periksa Saksi Untuk Dalami Aset Fadia Arafiq, KPK: Optimalisasi Pemulihan Keuangan Negara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa dua orang saksi kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa yang menyeret nama Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq.
Resmi! Persija Jakarta Pisah dengan Mauricio Souza, Manajemen Langsung Buru Pelatih Baru

Resmi! Persija Jakarta Pisah dengan Mauricio Souza, Manajemen Langsung Buru Pelatih Baru

Persija resmi tak memperpanjang kontrak Mauricio Souza meski mencatat rekor 71 poin. Manajemen kini memburu pelatih baru demi ambisi juara musim 2026/2027.

Trending

Jadwal Lengkap AVC Womens's Cup 2026: Tanpa Megawati Hangestri, Timnas Voli Putri Indonesia Siap Unjuk Gigi

Jadwal Lengkap AVC Womens's Cup 2026: Tanpa Megawati Hangestri, Timnas Voli Putri Indonesia Siap Unjuk Gigi

Jadwal lengkap AVC Womens's Cup 2026, di mana Timnas Voli Putri Indonesia siap unjuk gigi meski tak diperkuat oleh Megawati Hangestri.
Megawati Hangestri Berpotensi Reuni dengan Lee So-young, Sahabat Megatron Resmi Jadi Pemain Bebas di Liga Voli Korea

Megawati Hangestri Berpotensi Reuni dengan Lee So-young, Sahabat Megatron Resmi Jadi Pemain Bebas di Liga Voli Korea

Lee So-young bisa saja kembali reuni dengan Megawati Hangestri, karena outside hitter berusia 31 tahun itu kini resmi menjadi pemain bebas di Liga Voli Korea.
Viral, Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul, Sultan HB X Lontarkan Komentar Menohok

Viral, Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul, Sultan HB X Lontarkan Komentar Menohok

Viral di medsos soal narasi adanya pembubaran ibadah di salah satu gereja di Sewon Bantul oleh sekelompok orang. Sontak, hal itu membuat Sultan HB X berkomentar
Jordan Wilson Cadangan, Pelatih Hyundai Hillstate Ungkap Ingin Pasangkan Megawati Hangestri dengan Pevoli Asing Lain

Jordan Wilson Cadangan, Pelatih Hyundai Hillstate Ungkap Ingin Pasangkan Megawati Hangestri dengan Pevoli Asing Lain

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung mengatakan bahwa Jordan Wilson sebenarnya bukan target utama untuk dipasangkan dengan Megawati Hangestri selain Vanja Bukilic.
Hotman Paris Kritik Keras Pernyataan Pigai soal Begal Tak Boleh Ditembak: Mikir, Apa Cocok Jadi Menteri HAM?

Hotman Paris Kritik Keras Pernyataan Pigai soal Begal Tak Boleh Ditembak: Mikir, Apa Cocok Jadi Menteri HAM?

Pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai terkait begal tidak boleh ditembak mati di tempat. Ternyata mencuri perhatian dan menuai kritik dari Hotman Paris di media
Viral! Pria WNA Diduga Tewas Usai Dipukul Botol oleh Selebgram di Blok M, Ini Kata Polisi

Viral! Pria WNA Diduga Tewas Usai Dipukul Botol oleh Selebgram di Blok M, Ini Kata Polisi

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan pria yang merupakan WNA diduga tewas usai dipukul botol oleh seorang selebgram di kawasan Blok M.
Penuhi Panggilan KPK Sebagai Saksi, Pengusaha Asal Pacitan Diperiksa 1,5 Jam

Penuhi Panggilan KPK Sebagai Saksi, Pengusaha Asal Pacitan Diperiksa 1,5 Jam

Pengusaha asal Pacitan, Citra Yulia Mergareta, menjalani pemeriksaan selama sekitar 1,5 jam di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Surabaya, Senin.
Selengkapnya

Viral