News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengelolaan Aset Rampasan Dinilai Semrawut, Pakar UGM Usul Lembaga Khusus Langsung di Bawah Presiden

Pengelolaan aset rampasan hasil tindak pidana dinilai masih berantakan dan belum berjalan dengan arah yang jelas. Pakar UGM beri pandangan begini.
Senin, 6 April 2026 - 21:30 WIB
Pakar Hukum Tata Negara, Oce Madril
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Pengelolaan aset rampasan hasil tindak pidana dinilai masih berantakan dan belum berjalan dengan arah yang jelas.

Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Dr. Oce Madril, menyoroti hal ini dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mengenai aspek kelembagaan. Karena nampaknya, ketika Undang-Undang ini akan disusun, akan dibahas dan kemudian nanti akan berlaku, tentu saja akan ada kewenangan yang menguat," kata Oce dalam rapat, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, penguatan kewenangan dalam RUU Perampasan Aset akan berdampak langsung pada membengkaknya jumlah aset yang harus dikelola negara.

Namun, hingga kini belum ada sistem yang benar-benar terintegrasi.

"Nah, ini boleh jadi tidak ada regulasi khusus yang bicara mengenai bagaimana mengelola aset rampasan. Selama ini kita menggunakan model Rupbasan (Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara) ya, ada Badan Pemulihan Aset, mungkin ada juga di DJKN ya, yang kalau, kalau itu dirampas maka dia menjadi barang milik negara, Kemenkeu ada peran di sana," ujarnya.

Oce menilai, dengan skema yang tersebar di berbagai lembaga, pengelolaan aset berpotensi tidak optimal. Padahal, nilai aset rampasan yang ditangani negara sangat besar.

"Karena nampaknya Bapak, Ibu, kalau kita melihat data, misalnya di Kejaksaan Agung, mereka berhasil menyita, datanya beda-beda ya. Mungkin saya, saya kutip aja salah satu data, mungkin sampai angka Rp800 triliun dalam bentuk, apakah itu dalam bentuk lahan, dalam bentuk tanah, bangunan, saham mungkin, atau konsesi mungkin ya, pertambangan dan seterusnya, dan itu luar biasa besarnya," jelasnya.

Ia juga menyinggung data dari KPK yang menunjukkan nilai pengembalian aset dalam beberapa tahun terakhir.

"KPK misalnya, saya kutip laporan KPK 2020-2024, itu yang dikembalikan itu sebesar Rp2,5 triliun. Memang agak beda jauh dengan Kejaksaan. Tetapi ini juga, bentuknya juga ada tanah, bangunan, mungkin juga aset kendaraan dan lain sebagainya," lanjutnya.

Dengan potensi aset yang akan terus bertambah, Oce menilai negara membutuhkan lembaga khusus yang kuat dan terpusat untuk mengelola aset rampasan.

Ia menyarankan agar lembaga khusus tersebut ditempatkan langsung di bawah Presiden. 

"Maka oleh karena itu, memang saya mengusulkan akan lebih baik kalau lembaga itu berada di bawah Presiden, di samping untuk menunjukkan bahwa lembaga ini adalah lembaga yang penting dalam pemerintahan saat ini, juga untuk menunjukkan bahwa ada penguatan dari aspek kelembagaan, kewenangan, dan dasar hukum. Sehingga fungsinya akan jauh lebih kuat," tegasnya.

Ia menekankan, lembaga tersebut harus memiliki kewenangan menyeluruh, dari hulu hingga hilir, mulai dari penyimpanan hingga pemanfaatan aset.

"Tentu saja kewenangan yang diberikan kepada lembaga ini, lembaga pengelola ini, adalah kewenangan yang ee dari hulu hingga hilir ya, mulai dari penyimpanan, pemeliharaan, pemanfaatan, ini yang paling penting juga. Jangan sampai aset rampasan itu kemudian turun nilai ekonominya misalnya, atau menjadi rusak, atau menjadi tidak berharga sama sekali," katanya.

Selain itu, Oce juga mengingatkan agar pengelolaan aset memperhatikan hak pihak ketiga yang beritikad baik.

"Termasuk juga dalam hal kalau memang ada pihak ketiga yang terbukti memiliki itikad baik dan itu harus dikembalikan aset itu kepada mereka," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan RUU Perampasan Aset tidak boleh hanya berfokus pada aspek pidana semata, tetapi juga harus memberi nilai tambah bagi negara.

"Jadi RUU ini harapannya menurut saya, tidak hanya mengatur soal penegakan hukumnya, tapi juga bagaimana aset ini dikelola sehingga aset itu memberikan nilai tambah kepada negara, kepada perekonomian mungkin ya, kepada publik secara lebih umum," pungkasnya. (rpi/iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lewat Ajang 13th Asia Arts Festival, Peseni Cilik Mahrya Bawa Harum Nama Indonesia di Singapura

Lewat Ajang 13th Asia Arts Festival, Peseni Cilik Mahrya Bawa Harum Nama Indonesia di Singapura

Nama Indonesia kembali harum di kancah internasional melalui aksi peseni cilik Almahyra Cyrilla Sastroisvara (5) yang akrab disapa Mahyra.
Sektor Farmasi Global Perkuat Struktur Organisasi di Wilayah Asia Pasifik

Sektor Farmasi Global Perkuat Struktur Organisasi di Wilayah Asia Pasifik

Bayer resmi menunjuk Simon Rosof sebagai Head of Asia Pacific untuk Divisi Pharmaceuticals sekaligus Country Division Head untuk klaster ASEAN, terhitung mulai 1 Juli 2026. 
GRID Cardio Rush 2026 Ajak Pelari Ikut Berperan Tanam Pohon di Gunung Pangrango

GRID Cardio Rush 2026 Ajak Pelari Ikut Berperan Tanam Pohon di Gunung Pangrango

Berbagai cara dilakukan sejumlah pihak untuk berperan aktif melestarikan lingkungan.
Diduga Lakukan Penistaan Agama, Dokter Kecantikan Dipolisikan ke Polda Metro Jaya

Diduga Lakukan Penistaan Agama, Dokter Kecantikan Dipolisikan ke Polda Metro Jaya

Dokter kecantikan yakni Anggi Aprilyani dipolisikan usai diduga melakukan penistaan agama.
Daftar Pemain Indonesia di Japan Open 2026: Ubed Debut, Jafar/Felisha Mundur

Daftar Pemain Indonesia di Japan Open 2026: Ubed Debut, Jafar/Felisha Mundur

Daftar pemain Indonesia di Japan Open 2026, di mana ada sedikit perubahan usai mundurnya ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Nathaniel Alberta Pasaribu di ajang BWF Super 750 ini.
Pelatih Timnas Voli Indonesia U-18 Ungkap Biang Kerok Babak Belur Kalah dari Chinese Taipei di AVC Boys' U-18 Championship 2026

Pelatih Timnas Voli Indonesia U-18 Ungkap Biang Kerok Babak Belur Kalah dari Chinese Taipei di AVC Boys' U-18 Championship 2026

Pelatih Timnas Voli Indonesia U-18, Odyk Hermanto mengungkapkan alasan mengapa bisa menelan kekalahan telak dari Chinese Taipei di laga lanjutan AVC Boys' U-18 Championship 2026.

Trending

Memohon ke Prabowo, Ibu Sobirin Ceritakan Anaknya Dibakar Hidup-hidup oleh Anak Pimpinan Ponpes Lombok: Saya Orang Miskin

Memohon ke Prabowo, Ibu Sobirin Ceritakan Anaknya Dibakar Hidup-hidup oleh Anak Pimpinan Ponpes Lombok: Saya Orang Miskin

Air mata Ibu Sobirin, seorang ibu dari korban pembakaran hidup-hidup yang diduga dilakukan anak pimpinan Ponpes di Lombok, tak terbendung lagi ketika cerita
Isi Surat Ibu Sobirin untuk Presiden Prabowo: Anak Saya ke Ponpes untuk Belajar Agama Bukan untuk Disiksa

Isi Surat Ibu Sobirin untuk Presiden Prabowo: Anak Saya ke Ponpes untuk Belajar Agama Bukan untuk Disiksa

Keluarga tiga santri korban pembakaran oleh seniornya di Ponpes Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW, termasuk Ibu Sobirin, Rumah, mengadu ke Komisi III DPR RI
Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner mencuri perhatian di Belanda setelah tampil impresif bersama Fortuna Sittard. Bek Timnas Indonesia itu mendapat banyak pujian dari media lokal.
Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Harapan Timnas Indonesia untuk tampil di putaran final Piala Dunia semakin terbuka lebar. Wacana FIFA menambah jumlah peserta jadi kabar baik buat skuad Garuda.
Media Vietnam Soroti Keuntungan Besar Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Dapat Dukungan Penuh

Media Vietnam Soroti Keuntungan Besar Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Dapat Dukungan Penuh

Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2026 menjadi perhatian media Vietnam. Mereka menyoroti keuntungan besar dan dukungan yang diterima skuad Garuda.
Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia: Pamit dari Cremonese, Emil Audero Kesulitan Kembali ke Sampdoria Karena Masalah Ini

Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia: Pamit dari Cremonese, Emil Audero Kesulitan Kembali ke Sampdoria Karena Masalah Ini

Tampil impresif sebagai kiper utama, Cremonese yang gagal bertahan di Serie A pun resmi berpisah dengan Emil Audero. 
Justin Hubner dan Ole Romeny Bisa Jadi Agen Timnas Indonesia Buat Rayu Aset Berharga Liga Belanda Ini Bela Garuda

Justin Hubner dan Ole Romeny Bisa Jadi Agen Timnas Indonesia Buat Rayu Aset Berharga Liga Belanda Ini Bela Garuda

Kehadiran dua pemain Timnas Indonesia di Fortuna Sittard membuka peluang menarik di luar lapangan. Justin Hubner dan Ole Romeny berpotensi menjadi jembatan.
Selengkapnya

Viral