News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Dugaan Pembiayaan Fiktif Masuki Babak Akhir, 11 Terdakwa Jalani Vonis

Sidang vonis 11 terdakwa korupsi Rp464,9 miliar digelar. Terungkap modus pembiayaan fiktif hingga dugaan window dressing Rp5 triliun.
Selasa, 7 April 2026 - 09:44 WIB
Skandal Korupsi Telkom Rp464,9 Miliar Memasuki Babak Akhir, 11 Terdakwa Siap Hadapi Vonis
Sumber :
  • Antara Foto

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan korupsi pembiayaan fiktif di tubuh PT Telkom Indonesia Tbk kembali menjadi sorotan publik. Sebanyak 11 terdakwa dijadwalkan menghadapi sidang putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat pada Senin, 6 April 2026. Perkara ini disebut merugikan keuangan negara hingga Rp464,93 miliar.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Suwandi tersebut menjadi penentu akhir dari rangkaian proses hukum panjang yang menyeret sejumlah pejabat dan pihak swasta dalam praktik pembiayaan fiktif periode 2016–2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Modus Pembiayaan Fiktif untuk Kejar Target

Kasus ini bermula dari upaya Divisi Enterprise Service (DES) Telkom dalam mengejar target bisnis pada 2016. Untuk memenuhi ambisi tersebut, sejumlah pihak diduga menyusun skema pembiayaan kepada perusahaan swasta melalui proyek pengadaan fiktif.

Secara administratif, seluruh proses dibuat seolah-olah sah. Namun pada praktiknya, dokumen yang digunakan hanya menjadi pelengkap agar dana perusahaan bisa dicairkan. Tidak ada aktivitas ekonomi riil di balik transaksi tersebut.

Akibat praktik ini, sebanyak 11 pihak disebut menikmati keuntungan secara tidak sah, sementara negara harus menanggung kerugian ratusan miliar rupiah.

Daftar Terdakwa dan Tuntutan Jaksa

Dalam perkara ini, mantan General Manager Enterprise Segmen Financial Management Service Telkom, August Hoth Mercyon Purba, menjadi salah satu terdakwa utama dengan tuntutan berat.

Berikut daftar terdakwa beserta tuntutan yang diajukan jaksa:

  • August Hoth Mercyon Purba: 14 tahun penjara, denda Rp750 juta, uang pengganti Rp980 juta

  • Herman Maulana: 15 tahun penjara, uang pengganti Rp4,53 miliar

  • Alam Hono: 14 tahun penjara, uang pengganti Rp7,29 miliar

  • Andi Imansyah Mufti: 10 tahun penjara, uang pengganti Rp8,74 miliar

  • Denny Tannudjaya: 12 tahun penjara, uang pengganti Rp10,7 miliar

  • Eddy Fitra: 12 tahun penjara, uang pengganti Rp38,25 miliar

  • Kamaruddin Ibrahim: 9 tahun penjara, uang pengganti Rp7,95 miliar

  • Nurhandayanto: 13 tahun penjara, uang pengganti Rp46,85 miliar

  • Oei Edward Wijaya: 8 tahun penjara, uang pengganti Rp39,87 miliar

  • RR Dewi Palupi Kentjanasari: 7 tahun penjara, uang pengganti Rp40 juta

  • Rudi Irawan: 11 tahun penjara, uang pengganti Rp39,57 miliar

Seluruh terdakwa juga dikenakan denda Rp750 juta dengan subsider 165 hari kurungan.

Dugaan Window Dressing hingga Rp5 Triliun

Selain perkara pembiayaan fiktif, Telkom juga disorot terkait dugaan praktik “window dressing” atau pemolesan laporan keuangan. Nilainya disebut mencapai lebih dari Rp5 triliun dalam rentang 2014 hingga 2021.

Temuan ini merujuk pada dokumen Formulir 6-K yang dilaporkan Telkom kepada U.S. Securities and Exchange Commission pada Maret 2026.

Dalam dokumen tersebut, investigasi internal menemukan sejumlah transaksi yang tidak memiliki substansi ekonomi. Transaksi tersebut sebagian besar terjadi pada 2016–2019, khususnya di segmen enterprise.

Bahkan, pada 2017 tercatat dugaan pendapatan fiktif mencapai Rp2,28 triliun atau hampir 10 persen dari laba bersih saat itu.

Temuan BPK dan Peran Anak Perusahaan

Masalah tidak berhenti di induk perusahaan. Dugaan korupsi juga menjalar ke anak usaha, termasuk PT Sigma Cipta Caraka dan entitas di bawahnya.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2020–2022, ditemukan beban keuangan korporasi sebesar Rp419,28 miliar dari sejumlah proyek bermasalah.

Proyek tersebut meliputi:

  • Seat management

  • Pengadaan material proyek Rusun Pasar Rumput

  • Pengadaan alat konstruksi

  • Peningkatan jaringan listrik Bandara Soekarno-Hatta

BPK menilai terdapat ketidaksesuaian prosedur serta skema bisnis yang tidak wajar dalam proyek-proyek tersebut.

Respons Telkom dan Langkah Perbaikan

Manajemen Telkom menyatakan telah melakukan berbagai langkah perbaikan, mulai dari penagihan piutang hingga restrukturisasi tata kelola perusahaan.

Mantan Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, menyebut perusahaan juga melakukan transformasi organisasi dan perbaikan sistem perencanaan proyek untuk mencegah kejadian serupa.

Namun, kritik tetap mengalir. Sejumlah pihak menilai penanganan internal belum menyentuh akar persoalan, terutama terkait pihak-pihak yang bertanggung jawab atas praktik tersebut.

DPR Desak Bersih-Bersih BUMN

Kasus ini turut mendapat perhatian DPR RI. Anggota Komisi VI mendesak manajemen Telkom melakukan audit menyeluruh dan menjadikan kasus ini sebagai momentum pembenahan internal.

Sementara itu, Komisi III DPR menegaskan bahwa pejabat BUMN kini masuk kategori penyelenggara negara, sehingga membuka ruang bagi penindakan hukum oleh aparat, termasuk KPK.

Dukungan juga datang untuk program “bersih-bersih BUMN” yang dinilai penting dalam meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik.

Korupsi BUMN Jadi Ancaman Serius

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maraknya kasus korupsi di lingkungan BUMN menjadi ironi di tengah peran strategisnya sebagai motor ekonomi nasional. Meski mencatatkan laba besar, kebocoran akibat praktik ilegal dinilai menggerus potensi pendapatan negara secara signifikan.

Sidang putusan terhadap 11 terdakwa kasus Telkom ini diharapkan menjadi titik terang sekaligus peringatan keras bagi pengelolaan perusahaan pelat merah ke depan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Suporter Tandang Kembali Hadir di Super League, I.League: Jangan Anarkis dan Rasis

Suporter Tandang Kembali Hadir di Super League, I.League: Jangan Anarkis dan Rasis

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyambut positif kembalinya suporter tim tamu di Super League 2026/2027. Namun, ia berikan satu pesan buat semua pihak.
Di Depan Media Korea, Megatron Blak-blakan Seberapa Terkenal Dirinya: “Satu Gor Ini Hampir Kaya Wah Megawati!”

Di Depan Media Korea, Megatron Blak-blakan Seberapa Terkenal Dirinya: “Satu Gor Ini Hampir Kaya Wah Megawati!”

Megawati Hangestri blak-blakan soal popularitasnya di Korea. Megatron mengaku tak nyaman diwawancarai, tetapi tak menyangka dukungan fans sebesar ini
Gerebek Tahu Jombang, Warga Berebut Satu Ton Tahu dan Hasil Bumi

Gerebek Tahu Jombang, Warga Berebut Satu Ton Tahu dan Hasil Bumi

Ribuan warga berdesakan demi mendapatkan tahu dan berbagai hasil bumi dalam tradisi Grebek Tahu di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogototo, Kabupaten Jombang.
Super League 2026/2027: Bertamu ke Markas Persik Kediri di Laga Perdana, Osmar Loss Tegaskan Dewa United Siap Tempur

Super League 2026/2027: Bertamu ke Markas Persik Kediri di Laga Perdana, Osmar Loss Tegaskan Dewa United Siap Tempur

Laga Persik Kediri menghadapi Dewa United akan membuka hari kedua pekan pertama Super League 2026/2027 yang berlangsung pada sore hari ini, Sabtu 5 September.
Viral Video 11 Detik Diduga Bu Kades Bekasi Bermesraan dalam Lift Apartemen bersama Seorang Pejabat

Viral Video 11 Detik Diduga Bu Kades Bekasi Bermesraan dalam Lift Apartemen bersama Seorang Pejabat

Viral sebuah video pendek diduga Bu Kades Bekasi bermesraan sama pria diduga pejabat di dalam lift di media sosial.
Baru 2 Bulan di Hyundai Hillstate, Perubahan Fisik Megawati Bikin Fans Megatron Heboh: Ada Apa?

Baru 2 Bulan di Hyundai Hillstate, Perubahan Fisik Megawati Bikin Fans Megatron Heboh: Ada Apa?

Perubahan fisik Megawati Hangestri setelah bergabung dengan Hyundai Hillstate menjadi sorotan fans. Megatron disebut makin ramping dan siap menghadapi

Trending

Penampakan Aset Mewah Milik Eks Pimpinan BGN Terkait Dugaan Mega Korupsi MBG

Penampakan Aset Mewah Milik Eks Pimpinan BGN Terkait Dugaan Mega Korupsi MBG

Dugaan mega korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret eks pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) terus didalami pihak Kejagung.
Viral Video CCTV Tak Senonoh Kepala Sekolah dan Guru SD di Pekalongan, Disdik: Informasinya Awal Agustus 2026

Viral Video CCTV Tak Senonoh Kepala Sekolah dan Guru SD di Pekalongan, Disdik: Informasinya Awal Agustus 2026

Dinas Pendidikan (Disdik) Pekalongan bertindak tegas terhadap oknum kepala sekolah (kepsek) dan guru SD yang viral melakukan asusila dan terekam video CCTV.
Viral Video Mesum Kepsek dan Guru SD Pekalongan, Berujung Dipindah

Viral Video Mesum Kepsek dan Guru SD Pekalongan, Berujung Dipindah

Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah mengambil tindakan terhadap kedua tenaga pendidik tersebut.
Suara Dentuman Misterius di Bandung Buat Kaca dan Pintu Rumah Bergetar, Warga Pertanyakan Sumber Suara

Suara Dentuman Misterius di Bandung Buat Kaca dan Pintu Rumah Bergetar, Warga Pertanyakan Sumber Suara

Warga di wilayah Bandung, Jawa Barat dihebohkan dengan fenomena misterius dari suara dentuman yang dirasakan cukup lama. Warga mempertanyakan sumber suaranya
Trump Banggakan Jalur Pipa Gantikan Peran Selat Hormuz, Pakar Turki Ragukan Bakal Terwujud

Trump Banggakan Jalur Pipa Gantikan Peran Selat Hormuz, Pakar Turki Ragukan Bakal Terwujud

Mantan Kepala Pengadaan BOTA (perusahaan energi negara Turki), Ali Arif Akturk, menilai pengiriman minyak mentah melalui jalur darat Suriah tidak dapat menggantikan peran strategis Selat Hormuz
Jadi Calon Juara Liga, Media Korea Peringatkan FC Seoul untuk Hati-hati Pada Persib Bandung

Jadi Calon Juara Liga, Media Korea Peringatkan FC Seoul untuk Hati-hati Pada Persib Bandung

Menjamu Persib yang notebene-nya adalah tim yang lolos ACL Two lewat jalur play off, media Korea Sports Khan justru memperingatkan FC Seoul. 
Masih Ingat Mozza Axillia? Gadis Semarang yang Hilang Setahun usai Pamit Antar Laptop Ternyata Dibunuh Teman Dekat

Masih Ingat Mozza Axillia? Gadis Semarang yang Hilang Setahun usai Pamit Antar Laptop Ternyata Dibunuh Teman Dekat

Gadis asal Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, Mozza Axillia Gunarsa (18) yang hilang lebih dari setahun dibunuh oleh teman dekatnya sendiri, MDVA (22).
Selengkapnya

Viral