Plafon Terminal 3 Soetta Jebol, DPR Soroti InJourney: Tak Bisa Cuma Salahkan Cuaca
- Instagram @jakarta.terkini
Jakarta, tvOnenews.com – Insiden jebolnya plafon di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuai sorotan tajam DPR. Peristiwa yang terjadi saat hujan deras itu dinilai bukan sekadar faktor cuaca, tetapi indikasi lemahnya kualitas dan pengawasan infrastruktur bandara.
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Hadityo Ganinduto, menegaskan kejadian ini harus menjadi alarm serius bagi pengelola bandara, khususnya BUMN InJourney.
“Bandara sebagai fasilitas publik strategis harus selalu dalam kondisi aman dan nyaman,” tegas Firnando kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Ia menilai, dalih cuaca ekstrem tidak bisa dijadikan pembenaran atas insiden tersebut.
Menurutnya, seluruh risiko, termasuk beban akibat curah hujan tinggi, seharusnya sudah diperhitungkan sejak tahap perencanaan.
Firnando mengingatkan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan wajah pertama Indonesia di mata dunia. Karena itu, kualitas layanan dan keamanan infrastruktur tidak boleh dikompromikan.
Ia juga menyoroti belum terlihatnya langkah mitigasi yang komprehensif dari pihak pengelola pascakejadian.
Transparansi dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.
“Pentingnya transparansi dan tanggung jawab dalam menjelaskan insiden kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas pengelolaan infrastruktur negara,” ujarnya.
Firnando turut menyinggung perlunya penjelasan langsung dari pimpinan InJourney, termasuk Direktur Utama Maya Watono, terkait penyebab dan langkah perbaikan ke depan.
DPR pun tak tinggal diam. Komisi VI memastikan akan segera memanggil jajaran direksi InJourney untuk mengusut tuntas insiden tersebut.
Langkah ini, kata Firnando, penting untuk memastikan evaluasi menyeluruh dilakukan, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di bandara utama Indonesia itu. (rpi/aag)
Load more